Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Tujuh Masalah Utama Yang Sering Dihadapi Freelancer Baru

masalah dihadapi freelancer pemula

Freelancer baru pada umumnya sulit untuk mendapatkan Proyek pertama mereka. Kalaupun dapat biasanya proyek yang nilainya cukup kecil. Saya pun pernah mengalami hal tersebut. Saya harus mengirimkan puluhan proposal penawaran baru bisa mendapatkan proyek pertama.

Bisa dibilang saya cukup beruntung waktu itu. Bagaimana tidak? Proyek pertama saya itu nilainya cukup besar yaitu 200 dolar. Selain itu klien saya orangnya baik sekali. Setelah proyek pertama selesai saya masih diberikan bonus yang lumayan. Beberapa kali dia juga masih sering menghubungi saya kalau ada proyek baru.

Selain susah untuk mendapatkan proyek pertama, masih banyak lagi masalah yang akan ditemui oleh freelancer baru. Apakah itu? Nah, pada artikel ini saya akan membahas tujuh diantaranya.

Kendala Bahasa

Idealnya kita harus mahir bahasa Inggris terlebih dahulu sebelum menjadi freelancer. Itu kalau kita ingin go-internasional. Kalau hanya ingin bekerja dengan klien lokal saja penguasaan bahasa Inggris tidak begitu diperlukan.

Namun demikian, sayangnya di situs Upwork kebanyakan klien itu berasal dari luar negeri. Masih jarang klien dari Indonesia. Kalau pun ada biasanya mereka hanya coba-coba dan proyek yang mereka tawarkan tidak terlalu besar.

Oleh karena itu kalau ingin sukses menjadi freelancer di Upwork bahasa Inggris itu mutlak harus dikuasai. Minimal kita harus mengerti secara pasif dan bisa nyambung kalau klien mengajak chatting.

Perlu diketahui bahwa untuk mendapatkan proyek di Upwork kita harus mengirimkan proposal penawaran kepada Calon Klien dan tentunya proposal tersebut harus ditulis dalam bahasa Inggris. Bagaimana kalau tidak paham bahasa Inggris? Tentu akan susah sekali untuk mendapatkan proyek.

Perbedaan Zona Waktu

Klien dari luar negeri seperti Amerika Serikat dan Eropa pada umumnya memposting proyek pada pagi hingga siang hari. Itu artinya kita harus menyesuaikan waktu kerja kita dengan zona waktu mereka.

Pagi hari di tempat klien berarti tengah malam di sini. Siang hari di sana berarti di tempat kita adalah dini hari. Oleh karena itu mau nggak mau kita harus mengubah jam tidur kita. Minimal kita harus menyisihkan waktu sekitar 2 jam untuk mencari proyek dan mengirimkan proposal penawaran.

Saya kalau sedang niat banget untuk mencari proyek di Upwork biasa bangun jam 2 malam untuk mengirim proposal. Biasanya kalau beruntung bisa lebih dulu mengirimkan proposal daripada freelancer lain, klien akan segera menghubungi kita.

Bisa dibilang kita harus adu cepat dalam mengirimkan proposal penawaran.

Sungguh beruntung kalau kita bisa nomor satu. Mengapa demikian? Karena peluang untuk mendapatkan proyek tersebut sangat besar. Minimal calon klien akan membaca proposal kita. Tapi kalau proposal kita berada pada urutan ke-50 jangan harap kita akan mendapatkan proyek tersebut karena kemungkinan besar calon klien tidak akan membaca proposal tersebut.

Pengalaman Kerja

Calon klien biasanya cenderung akan memilih freelancer yang sudah berpengalaman. Itu sebabnya sangat susah bagi freelancer baru untuk mendapatkan proyek pertama mereka. Oleh karena itu pengalaman kerja itu sangat penting bagi freelancer.

Bagaimana kalau belum mempunyai pengalaman kerja sama sekali?

Caranya dengan mengerjakan proyek-proyek non-profit untuk memperbanyak pengalaman. Kalau tidak ada, kita juga bisa membuat proyek pribadi.

Sebagai contoh, kalau kita ingin menjadi freelance desainer grafis di Upwork maka kita bisa membuat logo-logo keren hasil karya kita sendiri dan menguploadnya di blog atau akun media sosial kita.

Bagaimana kalau ingin menjadi penulis artikel? Mudah saja, tinggal buat saja contoh-contoh artikel dalam bahasa Inggris dan posting di blog pribadi kita. Yang terpenting adalah bagaimana caranya agar calon klien merasa yakin dengan kemampuan kita.

Bagi Anda yang ingin menjadi WordPress developer seperti saya, buat saja WordPress theme gratisan lalu kirimkan ke situs WordPress Theme Directory. Itu bisa menjadi portfolio yang bisa ditunjukkan kepada calon klien.

Profile Tidak Lengkap

Calon klien tidak akan mau mempercayakan proyeknya kepada kita kalau profile kita di Upwork tidak menarik.

Jadi sebelum mengirim proposal penawaran pastikan bahwa profile kita di Upwork sudah lengkap. Kalau belum maka lengkapi dulu dan buatlah semenarik mungkin agar calon klien merasa terkesan dengan kita. Pilih foto yang paling menarik untuk ditampilkan di profile kita.

Profile freelancer bisa diibaratkan sebagai halaman depan rumah kita. Kalau terawat dan tertata dengan baik maka bisa dipastikan tamu yang berkunjung ke rumah tersebut akan merasa betah dan senang berada di sana.

Begitu pula dengan profile freelancer. Kalau isinya cukup menarik, meyakinkan dan bikin penasaran maka calon klien akan merasa bahwa kita cukup pantas untuk mengerjakan proyek yang mereka miliki.

Keahlian Tidak Sesuai

Apakah mungkin mengirimkan proposal penawaran sementara keahlian yang kita miliki tidak sesuai dengan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut?

Ya, mungkin saja. Tetapi itu hanya buang-buang waktu saja. Pada akhirnya calon klien akan mengetahuinya juga dengan mengecek hasil tes keahlian yang pernah kita ikuti. Bahkan kalau ternyata kita terpilih sebagai pemenang proyek tersebut kita akan pusing sendiri karena tidak bisa menyelesaikannya.

Oleh karena itu pastikan bahwa kita mengirim proposal hanya jika merasa mampu untuk menyelesaikan proyek tersebut. Kalau memang keahlian kita tidak sesuai, walaupun nilai proyeknya cukup besar tinggalkan saja. Tidak perlu mengirimkan proposal penawaran.

Bagaimana cara meyakinkan calon klien bahwa keahlian kita sesuai dengan kebutuhan proyek mereka?

Caranya dengan mengikuti tes keahlian (Skill Test). Di situs Upwork telah disediakan berbagai macam tes keahlian yang bisa dikuti secara gratis. Manfaatkan itu untuk meyakinkan calon klien bahwa kita memiliki keahlian. Bagi freelancer baru tes keahlian itu sifatnya wajib karena belum mempunyai jam terbang sama sekali di Upwork.

Manajemen Waktu

Bekerja sebagai freelancer itu harus pintar mengatur waktu. Kita harus bisa menentukan kapan waktu yang efektif untuk mengirim proposal penawaran, waktu untuk mengerjakan proyek yang berhasil kita dapatkan, waktu untuk istirahat dan waktu untuk keluarga.

Freelancer baru biasanya susah untuk mengatur waktu karena belum terbiasa. Sebagai freelancer kita harus selalu siap seandainya klien mengajak chatting pada jam kerja mereka. Bahkan ada juga proyek yang terang-terangan mensyaratkan freelancer untuk bekerja sesuai dengan zona waktu klien.

Kendala Cash Flow

Penghasilan seorang freelancer itu tidak bisa dipastikan seperti halnya pegawai kantoran. Ada kalanya besar, ada kalanya kecil. Kondisi tersebut harus diterima dengan senang hati dan kita tidak perlu galau karenanya.

Hal penting yang perlu kita lakukan adalah mengelola keuangan dengan baik. Kita harus menyisihkan sebagian penghasilan yang kita terima sebagai cadangan kalau sewaktu-waktu kita tidak mendapatkan proyek sama sekali. Jangan sampai kita tidak mempunyai dana cadangan sama sekali karena itu bisa bikin kita tertekan.

Itulah tujuh masalah utama yang sering dihadapi oleh freelancer baru. Kalau sudah terbiasa, seiring berjalannya waktu masalah tersebut tidak akan berarti apa-apa bagi kita.

The post Tujuh Masalah Utama Yang Sering Dihadapi Freelancer Baru appeared first on Wahyu Wibowo.



This post first appeared on Blog Wahyu Wibowo, please read the originial post: here

Share the post

Tujuh Masalah Utama Yang Sering Dihadapi Freelancer Baru

×

Subscribe to Blog Wahyu Wibowo

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×