Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Mengenal Sakit Batuk dan Cara Mengatasinya

Tags: batuk

Sakit Batuk dan Cara Mengatasinya

Menurut beberapa referensi yang Bang-Is baca, sakit Batuk ternyata bukan termasuk jenis penyakit murni, hampir sama seperti insomnia yang lebih disebut sebagai gangguan sulit tidur.

Batuk lebih tepat disebut sebagai reaksi normal tubuh kita atas kelainan yang mempengaruhi tubuh kita. Tubuh memberikan respons alami sebagai sistem pertahanan untuk melawan gangguan yang terjadi pada sistem saluran pernafasan kita.

Baca : Mengenal insomnia, gangguan sulit tidur

Secara alami batuk akan terjadi karena tubuh berusaha membersihkan partikel asing pada sistem pernafasan kita. Batuk yang terjadi bisa juga sebagai sinyal tubuh kita memberikan tanda akan adanya faktor lain penyebab iritasi atau terjadi peradangan pada saluran pernafasan.

Jenis Penyakit Batuk

Dunia kesehatan mengenal 2 (dua) jenis penyakit batuk, yaitu batuk kering dan batuk berdahak.

Pada umumnya, indikasi awal batuk kering dimulai dengan rasa gatal di tenggorokan yang kemudian memicu terjadinya batuk. Batuk jenis ini biasa terjadi saat tenggorokan dan saluran pernafasan mengalami peradangan.

Batuk berdahak ditandai dengan terdapatnya lendir pada tenggorokan kita, hal ini sebenarnya dianggap bagus karena lendir yang ikut keluar disaat batuk, bisa membantu mengeluarkan partikel asing pada saluran pernafasan kita. Terutama, lendir yang berasal dari saluran paru-paru.

Karena itu, penderita sakit flu atau pilek rata-rata akan mengalami sakit batuk. Dan ini adalah hal alami, karena tubuh juga ikut meningkatkan daya imunitas (pertahanan tubuh) terhadap virus penyebab sakit flu.

Penyebab Batuk

Penyebab utama batuk adalah :

  • Masuknya benda asing pada saluran pernafasan seperti debu, asap dan lain-lainnya.
  • Terjadinya infeksi pada saluran pernafasan bagian atas (ISPA), karena bakteri atau virus yang bisa menyebabkan peradangan saluran pernafasan.
  • Alergi, misalnya alergi terhadap suhu, tungau debu, serbuk sari (hay fever) dan sebagainya.
  • Gejala penyakit jangka panjang yang kambuh, misalnya Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik / PPOK (sakit paru-paru) ataupun bronkitis kronis.
  • Respon tubuh terhadap penyakit refluks gastroesofagus yang disebabkan adanya iritasi dan luka akibat asam lambung. Yang kemudian mendorong asam lambung naik dan mengganggu sistem pencernaan dan pernafasan.
  • Masalah emosi dan psikologis, terutama pada batuk psikogenik.

3 Tahap Masa Sakit Batuk Yang Perlu Diwaspadai

Infeksi virus yang menyebabkan sakit batuk, pada umumnya bisa mereda seiring tubuh kita membentuk sistem kekebalan melawan virus pada tubuh.

Berdasarkan masa berlangsungnya, sakit batuk di bagi 3 tahap, antara lain :

1. Batuk Akut. Batuk terjadi dalam jangka waktu pendek, kurang dari 3 minggu.
2. Batuk Sub Akut. Batuk yang berlangsung kurang lebih selama 3 hingga 8 minggu
3. Batuk Kronis (jangka panjang). Batuk diderita lebih dari 8 minggu

Untuk batuk yang sudah masuk dalam 3 tahap tersebut, langkah terbaik adalah melakukan konsultasi kepada dokter.

Sedangkan pada batuk sebelum memasuki masa 3 minggu, masih bisa dilakukan pengobatan baik secara alami / tradisional maupun obat biasa.

Kapan Anda Perlu ke Dokter ?

Yang pertama, batuk terjadi selama 3 minggu dan bertambah parah. Tidak ada tanda-tanda mereda.

Yang kedua, sakit batuk diikuti gejala lain seperti sakit dada, kesulitan bernafas ataupun batuk berdarah.

Maka dari itu, hampir setiap dokter tidak menyarankan kita mengkonsumsi antibiotik apabila batuk yang kita idap kurang dari 3 minggu. Dan, penyebab pasti gejala batuk pada kita belum jelas.

Yang patut juga kita ketahui, pada beberapa kondisi, sakit batuk bisa menjadi penyebab munculnya gejala penyakit yang lebih berat.

Misalnya :
– Kanker paru-paru
– Gagal jantung
– Tuberkulosis dan
– Penyumbatan paru-paru (Emboli pulmonalis)

Segeralah ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi secara langsung guna mendapatkan perawatan yang tepat.

Pengobatan pada sakit batuk

Tidak ada cara cepat untuk menyembuhkan batuk akibat infeksi virus. Seperti yang telah disebutkan diatas, batuk akan sembuh dengan sendirinya disaat tubuh sudah membentuk sistem kekebalan tubuh yang sudah memusnahkan virus tersebut.

Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana mengkondisikan tubuh tetap kuat dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh kita, untuk itu seringkali dianjurkan memperbanyak makan buah-buah yang banyak mengandung vitamin. Terutama yang mengandung omega 3, vitamin C dan D.

Memperbanyak konsumsi harian air minum juga sangat dianjurkan, karena bisa menjaga tubuh dari dehidrasi dan panas tubuh berlebih.

Cara sederhana yang efektif meringankan sakit batuk adalah dengan menggunakan air madu dicampur buah lemon dan kemudian diminum. Air madu dapat meringankan iritasi yang menyebabkan batuk dan zat pada lemon membantu melembabkan tenggorokan.

Obat Batuk

Keampuhan obat batuk sebenarnya belum terbukti sepenuhnya. Namun, komposisi yang dikandungnya dapat mengurangi gejala yang terkait dengan batuk, seperti demam dan hidung tersumbat. Obat batuk yang mengandung parasetamol bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

Sebagian besar obat batuk yang dijual dipasaran aman untuk dikonsumsi. Namun khusus penderita diabetes dianjurkan waspada, karena obat batuk mengandung kadar gula yang bisa berpengaruh besar terhadap tubuhnya. Untuk itu, mereka disarankan tidak minum obat batuk untuk masa lebih dari 2 minggu.

Pereda Batuk

Obat batuk jenis ini seperti anti histamin, folkodin dan dekstrometorfan hanya berkhasiat untuk obat batuk kering. Komposisi obat jenis ini akan membantu menekan pusat refleks batuk di otak kita.

Untuk obat batuk jenis ini disarankan menggunakan resep dokter ataupun konsultasi dengan apoteker, karena memiliki beberapa efek samping dan juga bereaksi terhadap obat lain.

Efek samping obat jenis seperti ini bisa menyebabkan rasa kantuk, mulut kering, sembelit, sulit buang air kecil hingga kaburnya penglihatan. Ikuti aturan pemakaian sebelum anda mengkonsumsi jenis obat ini.

Obat Ekspektoran

Obat Ekspektoran berfungsi untuk melancarkan proses mengeluarkan dahak pada saluran pernafasan. Obat ekspektoran digunakan untuk batuk berdahak karena dapat mengeluarkan dahak sehingga batuk akan menjadi lebih ringan.

Efek samping obat jenis ekspetoran lebih rendah daripada obat batuk anti histamin, sehingga pada umumnya tidak mengalami gejala lain berarti pada tubuh.

Antibiotik

Antibiotik hanya dianjurkan dokter, jika dianggap kita mengalami infeksi bakteri sekunder (pneumonia). Antibiotik tidak bisa membunuh virus, dan hanya berguna membasmi bakteri pada tubuh.

Berhenti Merokok

Berhenti merokok adalah solusi sehat yang bisa diterapkan, terutama bagi anda perokok aktif. Dengan berhenti merokok akan menyehatkan paru-paru dan tubuh, sehingga bisa memperpanjang usia kita.

Menurut ahli kesehatan, sistem pernafasan tubuh kita akan membaik dan gejala penyakit yang berhubungan dengan saluran pernafasan akan menghilang perlahan dalam waktu 3 hingga 9 bulan ketika kita berhenti merokok.

Berhenti merokok, juga membuat kulit lebih cerah, sehat dan tubuh lebih segar. Sisi positif lainnya dapat menurunkan risiko akan penyakit jantung dan serangan jantung hingga 50 % dibanding perokok aktif lainnya.

Semoga artikel ini bisa membantu kita mengenal sakit batuk dan memberikan informasi yang tepat dalam memutuskan cara efektif menangani sakit batuk.

Salam sehat…

Baca juga : Waspada Terhadap Penyakit di Musim Hujan

Referensi :

  • alodokter.com/batuk-batuk
  • wikipedia.org
  • dan beberapa sumber lainnya


This post first appeared on Isnaidi.com | Share Informasi Online, please read the originial post: here

Share the post

Mengenal Sakit Batuk dan Cara Mengatasinya

×

Subscribe to Isnaidi.com | Share Informasi Online

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×