Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Sertifikasi Operator Crane

crane-krakatau steel

Dalam operasi produksi Besi Baja di PT. Krakatau Steel banyak digunakan dandioperasikan sejumlah Overhead Crane dari berbagai jenis ukuran dan kapasitas, dan kapasitas tertinggi ada yang mencapai 250 Ton. Operator Overhead Crane di PT. Krakatau Steel telah melalui tahapan Pelatihan, Praktek Kerja/Pengoperasian Crane, dan Uji Kompetensi, serta Sertifikasi dan Lisensi K3 sesuai persyaratan regulalsi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Berdasarkan regulasi pemerintah melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. NOMOR PER.09/MEN/VII/2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkatdan Angkut telah ditetapkan bahwa Pesawat Angkat dan angkut (termasuk didalamnya Overhead Crane) harus dioperasikan oleh Operator yang telah memilki Lisensi K3 dan Buku Kerja dan sesuai dengan jenis dan kualifikasinya. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER.09/MEN/VII/2010 merupakan pengganti dan penyempurnaan dari regulasi sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.Per.01/MEN/1989 tentang Kualifikasi dan Syarat Syarat Operator Crane.

Pengoperasian Overhead Crane mengandung potensi dan resiko kecelakaan kerja yang dapat disebabkan oleh faktor human error, sehingga sangat tepat jika pemerintah memberlakukan regulasi seperti Permenaker RI No. PER.09/MEN/VII/2010. Disisi lain perusahaan yang mematuhi regulasi tersebut artinya telah berupaya untuk mencegah dan menghindari terjadinya kecelakan kerja dalam pengoperasian crane. Dan baik secara langsung ataupun tidak langsung telah berupaya untuk melindungi dan memberikan perhatian yang seharusnya terhadap Profesi Operator Crane dan Petugasnya [Rigger, dan Petugas Lainnya]. Kecelakan kerja dalam pengoperasian Crane dapat mengakibatkan kerugian harta benda yang tidak sedikit dan bahkan mungkin dapat mengakibatkan cacat atau kematian bagi karyawan.

Operator Crane di PT. Krakatau Steel pada umumnya telah di Sertifikasi dan memegang Lisensi K3 sebagai Operator Crane Kelas I karena pengalaman mereka rata rata diatas 5 tahun. Operator Crane Kelas I memilki kewenangan untuk pengoperasian Crane dengan kapasitas diatas 100 Ton. Proses Sertifikasi melalui beberapa tahapan dari mulai persyaratan keikut sertaan baik persyaratan fisik maupun administrasi, pelatihan, uji kompetensi, Sertifikasi dan memperoleh Lisensi K3. Sertifikasi dan Lisensi K3 ini umumnya berlaku 5 tahun, dimana pada regulasi sebelumnya berlaku hanya 2,5 tahun.
Materi Pelatihan yang diberikan hampir serupa dengan regulasi sebelumnya; hanya ada beberapa penambahan antara lain tentang pemahaman SOP [Standard Operating Prosedur] dan Uji Kompetensi mengikuti pola BNSP; materi pelatihan a.l. :

1. Permenaker No. 05/Men/1985, Permenaker No. 01/Men/1989, Permenaker PER.09/MEN/VII/2010, Undang Undang No. 1 Tahun 1970.
2. Dasar-dasar K3 dan P3K.
3. Prinsip-prinsip Pesawat Angkat dan Angkut beserta hubungannya dengan Kese- hatan &  Keselamatan Kerja (K3) .
4. Pengetahuan Dasar Crane : OTC dan motor penggerak
5. Perangkat keselamatan kerja (safety devices)
6. Penggerak Mula (motor bakar)
7. Dasar-dasar hidrolik
8. Sebab-sebab kecelakaan pada pengoperasian Crane
9. Menghitung berat beban
10. Pengoperasian aman
11. Dasar pengukuran kapasitas & signal (aba-aba)
12. Tali kawat baja & alat bantu angkat
13. Menghitung berat beban
14. Perawatan dan pemeriksaan harian
15. Praktek Pengoperasian Crane.
16. Praktek Membawa Beban pada Rintangan.

The post Sertifikasi Operator Crane appeared first on LSP Krakatau Steel.



This post first appeared on LSP Krakatau Steel, please read the originial post: here

Share the post

Sertifikasi Operator Crane

×

Subscribe to Lsp Krakatau Steel

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×