Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Panduan Lengkap GPT-3 dan Cara Menggunakannya Untuk Bisnis Anda

OpenAI dengan produk GPT-3 menjadi salah satu topik yang sangat berkembang dalam beberapa waktu belakangan. Viralnya layanan GPT-3 text generator dari OpenAI Tersebut disebabkan kemampuannya menghasilkan respon yang sangat humanis. Dalam pemanfaatannya, GPT-3 Dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai bidang. Namun terdapat beberapa hal yang juga perlu dipahami secara menyeluruh tentang GPT-3 dan OpenAI. Adapun ulasannya adalah sebagai berikut.

Apa itu GPT-3?

GPT-3 adalah generasi ketiga dari platform mesin pembelajaran (machine learning) Generative Pre-trained Transformer. Layanan ini dikembangkan sebagai model dasar untuk membuat kecerdasan buatan oleh OpenAI. GPT-3 dapat dapat berinteraksi melalui teks secara natural menyerupai manusia.

GPT-3 dikembangkan OpenAI untuk membantu memberi respon informasi dengan cakupan pembahasan yang luas. Namun respon yang diberikan GPT-3 juga akurat dan cukup sesuai ekspektasi pengguna.

GPT-3 memberi interaksi yang fleksibel dan memiliki konteks layaknya komunikasi manusia. Pemanfaatannya dapat menghasikan AI dengan interaksi yang terasa nyata, halus, dan konsisten. 

Secara sederhana, GPT-3 membantu membangun interaksi manusia dan sistem AI yang lebih tajam, intuitif, dan informatif. Pengembangannya menjadi salah satu terobosan terbesar dalam sejarah AI.

Sejarah dan Perkembangan GPT-3

GPT-3 berkembang dari arsitektur data OpenAI. Platform ini dikembangkan pada tahun 2020 sebagai generasi ketiga dalam seri mesin GPT. Programnya mempertahankan pendekatan seri lawas yang dikombinasikan dengan teknologi terkini.

Hasil pengembangan tersebut menjadikan GPT-3 bisa memproduksi teks lebih akurat dan memiliki konteks. GPT-3 juga memungkinkan model yang lebih baik untuk berbagai kebutuhan, semisal produksi konten, pencarian web, penerjemah, pemahaman bahasa, dan sistem dialog. 

Penggunaan Chat GPT-3 untuk mencari ide konten Social Media

GPT-3 dapat diintegrasikan pada produk seperti Google Cloud Platform, Microsoft Azure, dan Slack. Platform GPT-3 mendorong pengembangan industri AI ke tingkat yang berbeda. Secara tidak langsung, GPT-3 juga membantu bisnis dan organisasi meningkatkan produktivitas serta kualitas layanan.

Bagaimana cara kerja GPT-3?

GPT-3 dikembangkan dengan model RLHF (Reinforcement Learning from Human Feedback). Model pengembangan tersebut mendorong GPT-3 terus tumbuh dengan mempelajari respon yang diberikan pengguna.

Model awal GPT-3 dikembangkan dengan penyelarasan respon humanis. Pengembangan tersebut memungkinkan trainer yang terlibat untuk dapat memasukkan langsung respon yang logis pada berbagai kondisi komunikasi. Seluruh data tersebut dirangkum untuk membentuk format dialog dalam GPT-3.

Contoh Penggunaan Teknologi GPT-3 di Berbagai Sektor

GPT-3 hadir sebagai model dasar yang sangat terbuka untuk berbagai pengembangan dan aplikasi. Hal Tersebut membuka berbagai peluang di bidang yang berbeda terhadap adopsi GPT-3 sebagai bagian dari revolusi teknologinya.

Dalam perkembangan terdekat, GPT-3 sudah diaplikasikan secara baik di berbagai bidang yang berinteraksi secara langsung dengan teks dan data. Bahkan GPT-3 juga sudah dapat diadopsi pada sektor penulisan kreatif. Beberapa aplikasi umum dari GPT-3 antara lain sebagai berikut.

1. Pengelolaan Data

Pengembangan lanjutan dari GPT-3 memungkinkan pengguna mengerjakan pengelolaan data dengan alur yang lebih singkat dan efisien. GPT-3 dapat dimanfaatkan untuk melakukan berbagai operasi data dalam jumlah besar dengan durasi kerja yang jauh lebih singkat.

Dengan pengembangan berbagai API, pemanfaatan GPT-3 dapat berjalan berdampingan dengan aplikasi seperti Google Docs, SPSS, Google Analytics, dan berbagai layanan pengelolaan data lainnya.

2. Penulisan Kreatif

Bidang penulisan kreatif menjadi salah satu ruang yang sangat terbantu dengan adanya GPT-3. Dengan optimasi beberapa prompt, pengguna dapat menghasilkan tagline, copywriting, sampai dengan draft konten kreatif.

Potensi tersebut membuka jalan yang lebih besar dan ideal bagi pengusaha, terutama di kelas bisnis kecil dan mikro. Pasalnya, pelaku usaha dapat menghasilkan berbagai produk penulisan kreatif dengan biaya serta proses yang lebih efisien.

3. Produksi Konten

Sektor produksi konten menjadi salah satu bidang yang paling banyak diperbincangkan dengan hadirnya GPT-3. Pasalnya, GPT-3 dapat menghasilkan konten orisinal, unik, dan berbobot dengan waktu dan biaya yang lebih efisien.

Perkembangan tersebut menjadi kesempatan utamanya untuk industri media dan bisnis mikro. Kehadiran GPT-3 diperkirakan menjadi pemicu dari revolusi di sektor pemasaran dan konten digital.

4. Layanan Pelanggan

Pengembangan API GPT-3 memungkinkan platform tersebut dimanfaatkan sebagai aplikasi layanan informasi dan pemesanan pelanggan secara otomatis. Prosesnya memerlukan beberapa langkah pre-training agar GPT-3 dapat memahami alur penjualan dan pelayanan konsumen.

Namun dalam pemanfaatan lanjutan, investasi akan pre-training GPT-3 sangatlah layak. Pasalnya sebuah bisnis dapat memiliki customer service yang dapat melayani konsumen 24 jam dalam sehari.

5. Analisis Data

Beberapa pengembang memanfaatkan GPT-3 untuk analisa data. Dengan kemampuannya, GPT-3 dapat dioptimalkan dalam analisa data penjualan, konsumen potensial, riset ilmiah, dan berbagai data lainnya.

GPT-3 dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan proses otomasi penjualan. Dalam tingkat lanjut, GPT-3 juga dapat membantu meningkatkan jumlah transaksi dengan proses analisa data yang diberikan.

6. Pengembangan Otomasi

GPT-3 hadir dengan potensi mengembangkan otomasi dalam penjualan, proses kreatif, dan layanan pelanggan. Pada titik tertentu, hal tersebut menjadi kekhawatiran akan ketersediaan lapangan kerja.

Namun di saat yang sama perkembangannya menjadi solusi cemerlang bagi berbagai pelaku bisnis. Hal tersebut utamanya di sektor bisnis mikro yang belum memiliki kapasitas ideal untuk akuisisi tenaga kerja.

Keuntungan Pemanfaatan GPT-3

Pemanfaatan fitur dasar dan optimasi lanjutan secara sadar mendatangkan beberapa benefit. Hal tersebut utamanya dirasakan oleh pelaku bisnis dan pengelola organisasi. Berbagai entitas kelembagaan telah mendapatkan beberapa benefit dari pemanfaatan GPT-3, antara lain:

1. Efisiensi Waktu, Tenaga, dan Biaya

GPT-3 dapat dimanfaatkan sebagai subtitusi di beberapa sektor untuk kebutuhan bisnis. Dalam optimasi yang tepat, GPT-3 dapat membantu bisnis berkembang dengan jumlah tim yang cenderung lebih kecil.

Di saat bersamaan, beberapa pekerjaan juga dapat berjalan dalam waktu yang lebih singkat. Pelaku usaha dapat berkonsentrasi di sisi strategis dan layanan pelanggan yang menyeluruh.

2. Optimasi Komunikasi dan Instruksi

Berbagai layanan kecerdasan buatan dengan landasan GPT-3 menempatkan penggunanya dapat memprediksi respon yang dihasilkan. Hal tersebut tentu memangkas banyak celah yang terjadi saat pengguna berinteraksi dengan tenaga profesional untuk mendapatkan layanan kreatif atau analisa data.

Resiko dan Batasan Pemanfaatan GPT-3 

Meski hadir sebagai teknologi yang tampak visioner, nyatanya GPT-3 memiliki beberapa faktor keterbatasan dan risiko yang cukup jelas dapat ditemukan. Hal tersebut menjadi catatan pengembangan yang serius bagi OpenAI.

Dalam waktu dekat, pengguna belum dapat berekspektasi agara OpenAI secara impulsif mengatasi aspek-aspek batasan dan risiko tersebut. Dengan begitu, pemahaman dan antisipasi harus datang dari pengguan GPT-3. Adapun beberapa ulasannya adalah sebagai berikut.

5 Batasan Kerja Utama Dalam GPT-3

GPT-3 memiliki beberapa batasan kerja yang timbul sebagai efek samping dari pengembangan utama platform tersebut. Keterbatasan tersebut eksis utamanya dalam ruang lingkup input pengguna yang akan diolah GPT-3. Adapun ulasan beberapa faktornya adalah berikut ini.

1. Pre-training

GPT-3 dikembangkan dengan basis data berupa teks yang cukup luas dari berbagai bidang dan konteks komunikasi. Hal tersebut menjadikan GPT-3 memerlukan “pemanasan” atas konteks yang diharapkan dalam jawaban interaksinya.

Dalam penggunaan publik, proses pre-training akan dibutuhkan setiap kali pengguna berinteraksi dengan GPT-3. Hal tersebut menjadikan alur interaksi yang terlalu panjang dan memakan waktu.

Proses pre-training akan membutuhkan investasi cukup besar bagi pengembang. Namun tanpa proses tersebut, GPT-3 akan selalu memerlukan konteks awal dalam interaksi. Hal ini juga berhubungan dengan keterbatasan lain dari sisi ukuran input data.

2. Keterbatasan Ukuran Input

GPT-3 secara umum memiliki ukuran input maksimum sekitar 4096 karakter. Namun dalam prosesnya, terkadang layanan tersebut bahkan gagal mengolah input yang kurang dari jumlah di atas.

Situasi demikian menempatkan input yang diberikan harus dipetakan dalam beberapa bagian dan membentuk struktur algoritma. Adaptasi tersebut membantu GPT-3 lebih mudah mengolah perintah dalam format input yang lebih sederhana.

Ukuran input yang dibatasi menyulitkan pengguna untuk mengeksplorasi potensi GPT-3. Oleh karena itu, OpenAI meluncurkan beberapa fitur yang membuat modelnya lebih fleksibel dan dapat menangani input lebih banyak dan kompleks.

3. Waktu Inferensi Data yang Lambat

GPT-3 didukung dengan basis data yang cukup besar namun dikembangkan untuk memberi respon yang akurat, spesifik, dan memiliki konteks. Akibatnya, terdapat rentang waktu cukup panjang untuk GPT-3 saat memberikan respon sesuai harapan.

Kondisinya cukup kontras apabila dihadapkan dengan mesin pencari seperti Google yang bahkan memiliki basis data lebih besar. OpenAI mengatasi hal tersebut dengan alternatif model untuk spesifikasi teknis dan kebutuhan alur logika yang berbeda.

4. Keterbatasan Alternatif Penjelasan Konteks

GPT-3 memiliki kelemahan dalam menjelaskan gagasan dan pandangan terhadap sebuah konteks dengan cara yang berbeda. Hal tersebut disebabkan GPT-3 memberikan informasi berdasar pada referensi data yang dimiliki.

Dengan kondisi tersebut, GPT-3 masih belum memungkinkan untuk memberikan respon dengan sudut pandang yang khas dan berkarakter. Kekurangan tersebut menjadi konsekuensi dari perkembangan GPT-3 sebagai modul umum.

5. Database 2021

GPT-3 yang dipublikasi saat ini berkembang dengan data dan basis informasi pada tahun 2021. Batasan tersebut menempatkan GPT-3 tidak mampu memberi referensi teks yang relevan untuk isu dan momen yang terjadi setelah tahun 2021.

Batasan tersebut berpotensi diatasi di generasi mendatang, namun tetap menjadi isu yang cukup besar dalam penggunaan GPT-3. Saat ini, hal tersebut dapat diatasi dengan peningkatan basis data mandiri dan pengembangan prompt lanjutan sesuai kebutuhan.

5 Risiko Penggunaan GPT-3 yang Perlu Diantisipasi

Terdapat beberapa risiko yang harus dipahami pengguna dalam pemanfaatan GPT-3. Utamanya diwaspadai dalam otomasi pekerjaan.

Pemahaman risiko tidak menjadikan GPT-3 sebagai produk yang kurang relevan. Justru menjadi alarm tentang kebutuhan penyesuaian agar fungsi tetap sesuai dengan ekspektasi awal.

1. Mimicry

GPT-3 berkembang dengan kemampuan untuk menyerupai teks yang diberikan dalam input. Hal tersebut bertujuan untuk membentuk pola dialog yang lebih personal dan memiliki gaya bahasa. Pola demikian juga menempatkan hasil teks yang lebih natural.

Meski tampak sebagai pengembangan yang ideal, alur tersebut berpotensi melahirkan nada, gaya bahasa, dan struktur penulisan dengan referensi sumber yang diberikan.

2. Accuracy

GPT-3 memiliki efektivitas respon dan akurasi pada pembahasan umum di berbagai bidang. Namun untuk pengembangan dan hasil yang lebih spesifik, GPT-3 masih terbilang sangat lemah.

Hal tersebut menempatkan GPT-3 hanya dapat beroperasi pada sektor umum apabila tidak mendapatkan pengembangan lanjutan. Sayangnya, proses pre-training yang masif membutuhkan investasi yang juga sebanding dengan ekspektasi hasil kerja.

3. Bias Informasi

Terdapat sangat banyak istilah dan bahasa yang serupa pada lintas bidang. Hal tersebut masih cukup sering keliru untuk diproses oleh GPT-3 tanpa struktur input yang rapi.

Dengan situasi tersebut, pengguna secara tidak langsung dituntut memahami alur logika GPT-3. Sebab kekeliruan sintaks atau input terlalu umum hanya akan menelurkan produk akhir dengan spesifikasi yang juga sangat biasa.

4. Risiko Plagiasi

Dengan alur logika yang seragam, GPT-3 berpotensi memberikan respon yang sepenuhnya sama pada input yang mirip. 

Pemanfaatan tanpa pengkondisian yang spesifik berpotensi mengarahkan produk akhir serupa antara pengguna satu dengan lainnya. Dalam beberapa penerapan, hal tersebut tentu sangat tidak ideal untuk brand dan konten.

13 Contoh Aplikasi yang Menggunakan GPT-3

Terdapat setidaknya 13 brand kecerdasan buatan yang berkembang menggunakan GPT-3. Pemanfaatan GPT-3 tersebut tersebar di berbagai bidang dan spesifikasi yang beragam. Hal tersebut menjadi bagian positif dari pengembangan AI di berbagai industri.

Mayoritas pemanfaatan GPT-3 berada pada sektor pengembangan konten dan teks kreatif. Beberapa layanan juga mengembangkan aplikasi yang jauh lebih kompleks seperti manajemen kerja dan komunikasi pelanggan. Adapun ulasannya adalah sebagai berikut.

1. Jasper

Jasper merupakan layanan kecerdasan buatan yang fokus pada bidang penulisan kreatif, khususnya dalam membuat copywriing. Layanan Jasper dapat digunakan untuk menulis email, konten,sampai dengan blog perusahaan.

Pemanfaatan Jasper utamanya untuk menghasilkan penulisan kreatif yang memicu inisiasi pembelian atau aksi tertentu dari target pembaca. Hal tersebut dapat pengguna lakukan dengan Jasper tanpa harus memiliki kemampuan penulisan kreatif dan pemasaran.

Jasper berkembang sebagai salah satu pendamping dan subitusi layanan agensi kreatif digital. Terdapat cukup banyak proses kreatif, biaya tenaga profesional, dan waktu yang dihemat dengan penggunaan Jasper. Namun dengan fokusnya di copywriting, Jasper belum cukup baik dalam menunjang aspek SEO.

Kelebihan:

  • Menghemat waktu dan proses kreatif;
  • Dapat digunakan tenaga amatir;
  • Hasil copywriting unik dan berkualitas.

Kekurangan:

  • Tidak menunjang aspek SEO;
  • Belum teroptimasi dalam bahasa Indonesia.

2. Viable

Viable AI berkembang sebagai solusi kecerdasan buatan dan machine learning yang membantu meningkatkan otomatisasi serta kinerja. Fungsi Viable utamanya dialokasikan pada bidang penjualan. Viable memiliki kemampuan analisa minat dan kecenderungan pelanggan untuk bertransaksi.

Dengan Viable, pemilik usaha dapat berkonsentrasi pada pelanggan potensial. Selain itu, setiap pelanggan dapat menerima pesan yang dipersonalisasi. Viable sangat ideal dalam memberikan respon yang spesifik untuk pelanggan yang berbeda dan mendorong lebih banyak transaksi dari sebuah bisnis.

Kelebihan:

  • Pengelolaan dan analisa data akurat;
  • Mendukung otomasi dan potensi penjualan.

Kekurangan:

  • Kurang sesuai untuk aplikasi bisnis non-korporasi dan UMKM;
  • Bekerja optimal hanya pada sektor bisnis digital.

3. Grok

Grok secara khusus berkembang sebagai AI yang menargetkan perusahaan teknologi. Layanannya berfungsi melakukan otomasi dan optimasi pada sistem pengelolaan teknologi perusahaan. Hal tersebut termasuk pada manajemen perangkat, infrastruktur, sampai dengan efisiensi biaya.

Berbeda dengan mayoritas AI yang sedang berkembang lainnya, layanan Grok secara umum tidak bersentuhan langsung dengan pengguna akhir. Grok tumbuh dan berkembang di kalangan spesifik seperti engineering, infrastruktur IT, dan sekitarnya.

Kelebihan:

  • Menurunkan biaya operasional dan manajemen;
  • Akurasi manajemen berdasarkan data dan tidak mendapat interupsi perorangan.

Kekurangan:

  • Hanya fokus pada layanan perusahaan teknologi;
  • Informasi dan literatur pendukung masih sangat minim.

4. Algolia

Algolia merupakan platform serupa mesin pencari yang berkembang dengan kecerdasan buatan. Layanan Algolia membantu pengguna untuk menemukan informasi dan produk target dengan lebih cepat dan efisien.

Namun berbeda dengan mesin pencari umum, Algolia lebih banyak diterapkan untuk layanan seperti ecommerce. Penerapan Algolia membantu calon pelanggan menemukan produk tujuan dengan lebih cepat dan meningkatkan potensi transaksi.

Kelebihan:

  • Meningkatkan kecepatan pencarian pelanggan;
  • Mendukung peningkatan potensi transaksi;

Kekurangan:

  • Biaya layanan tergolong tinggi;
  • Terdapat banyak produk non-AI yang lebih terjangkau.

5. CopyAI

CopyAI merupakan alternatif layanan yang memungkinkan pengguna memproduksi copywriting dengan bantuan kecerdasan buatan. Layanannya meningkatkan efisiensi waktu, biaya, dan koordinasi dengan tenaga profesional.

CopyAI membanntu pengguna dari berbagai kalangan dalam menulis copywriting strategis dan potensial. Pemanfaatannya cocok untuk berbagai level bisnis, terutama bisnis perorangan dan mikro.

Kelebihan:

  • Dapat digunakan berbagai kalangan, termasuk non-profesional;
  • Terdapat layanan free trial sampai dengan 2.000 kata per bulan.

Kekurangan:

  • Terdapat banya error dalam memberikan respon yang diharapkan;
  • Manajemen data pekerjaan yang masih belum terlalu rapi.

6. Tabulate

Tabulate adalah platform digital untuk manajemen operasional yang berkembang dengan kecerdasan buatan. Layanan Tabulate dapat memfasilitasi kebutuhan pengelolaan pemesanan sampai dengan gaji karyawan.

Tabulate menjadi solusi menyeluruh bagi berbagai bisnis, terutama pada kategori resto dan produk fisik. Layanan ini cocok untuk bisnis kuliner profesional mulai dari kelas menengah.

Kelebihan:

  • Akuntansi menyeluruh di dalam perusahaan;
  • Analisa otomatis dari data berkala untuk pemilik bisnis.

Kekurangan:

  • Biaya layanan tergolong tinggi dengan $375 per bulan;
  • Kurang cocok diterapkan pada UMKM dan berbagai model bisnis mikro lainnya.

7. Writesonic

Writesonic memberikan alternatif layanan untuk penulisan berbasis kecerdasan buatan. Namun Writesonic juga didukung fitur untuk menghasilkan gambar dan ilustrasi dari input yang diberikan.

Layanan ini dapat digunakan untuk menghasilkan konten artikel berbasis SEO. Selain itu, Writesonic juga telah berkembang dengan lebih dari 25 bahasa di dalamnya.

Kelebihan:

  • Strategis untuk mengembangkan gambar konten;
  • Memiliki layanan pendukung yang menyeluruh, termasuk chatbot dan forum.

Kekurangan:

  • Tidak tersedia model penulisan untuk bahasa Indonesia;
  • Sistem pembiayaan yang tergolong memberatkan pengguna.

8. MessageBird

MessageBird tumbuh sebagai platform otomatisi pesan dengan dukungan kecerdasan buatan. Layanan MessageBird mampu mengelola berbagai platform komunikasi dalam satu ruang.

Platform yang dapat terintegrasi antara lain SMS, WhatsApp, Instagram, dan berbagai layanan lain. Keseluruhan data tersebut dapat dikelola untuk kebutuhan pemasaran, operasional, hingga produksi.

Kelebihan:

  • Integrasi layanan menyeluruh di semua brand komunikasi terkenal;
  • Memungkinkan pengembangan lanjutan untuk kebutuhan personalisasi.

Kekurangan:

  • Memerlukan keterampilan pemrgoraman dalam aplikasinya;
  • Tidak dioptimasi untuk komunikasi berbahasa Indonesia.

9. Debuild

Debuild menjadi salah satu transformasi dalam penerapan GPT-3 di layanan kecerdasan buatan. Layanannya memungkinkan pengguna untuk mengembangkan web berdasarkan beberapa deskripsi sederhana.

Dengan Debuild, pengguna dapat menghasilkan web siap pakai tanpa kemampuan pemrograman dan desain. Selain itu, layanan ini memberikan script utama dari web yang dihasilkan. Hal tersebut mempermudah kebutuhan pengembangan lanjutan.

Kelebihan:

  • Memiliki opsi layanan uji coba gratis;
  • Dapat digunakan tenaga amatir tanpa kemampuan pemrograman.

Kekurangan:

  • Hanya optimal untuk kebutuhan web statis;
  • Tidak tersedia informasi dan dukungan komunitas yang cukup.

10. Snazzy AI

Snazzy AI menawarkan layanan penulisan kreatif di bidang copywriting dengan bantuan AI. Layanan Snazzy AI dapat digunakan untuk menulis iklan digital, tagline, landing page, dan deskripsi produk yang menarik.

Snazzy AI juga memiliki fitur untuk optimasi SEO yang sangat menjual pada kategori AI untuk kebutuhan penulisan. Selain itu, tersedia opsi untuk uji coba yang cukup fleksibel bagi pengguna.

Kelebihan:

  • Tersedia opsi uji coba yang fleksibel;
  • Biaya langganan untuk pengguna profesional yang sangat terjangkau.

Kekurangan:

  • Hanya tersedia dalam bahasa Inggris;
  • Mayoritas dukungan penggunaan tidak datang dari pengembang resmi.

11. Fable Studio 

Fable Studio merupakan layanan berbasis GPT-3 yang berkembang dengan fokus pada kreasi karakter. Dengan layanan Fable Studio, pengguna dapat mengembangkan karakter virtual beserta beberapa properti utamanya.

Karakter yang pengguna ciptakan dapat memiliki ilustrasi, nama, latar belakang, dan berbagai spesifikasi lainnya. Hal tersebut sangat ideal dalam kebutuhan penulisan fiksi, penciptaan properti intelektual, dan bidang serupa.

Kelebihan:

  • Karakter unik dan menarik untuk kategori tokoh virtual;
  • Memangkas banyak proses kreatif dan biaya.

Kekurangan:

  • Membutuhkan gambaran perencanaan yang utuh;
  • Produk akhir tidak bermanfaat tanpa rencana jangka panjang.

12. OthersideAI

OthersideAI adalah platform kecerdasan buatan yang membantu pengguna mengembangkan konten email dan manajemen interaksi dengan pelanggan. Layanan ini menjadi salah satu revolusi baru dalam bidang email marketing.

Layanan OthersideAI juga memungkinkan pengguna mengkonversi berbagai dokumen dan konten ke dalam format pesan yang diharapkan dengan cepat dan akurat. OthersideAI menjadi salah satu solusi penulisan kreatif tanpa potensi writers block. 

Kelebihan:

  • Dapat digunakan dengan mudah di luar platform;
  • Terintegrasi dengan berbagai layanan umum seperti Chrome;
  • Efisiensi tenaga, waktu, dan biaya tenaga profesional.

Kekurangan:

  • Hanya tersedia dalam bahasa Inggris;
  • Biaya layanan tergolong cukup tinggi.

13. AI Channel

AI Channel merupakan platform yang menyerupai media sosial dengan eksistensi kecerdasan buatan di setiap aktivitasnya. Di dalam AI Channel pengguna diproyeksikan dapat berinteraksi dalam bentuk tulisan antar pengguna dan AI.

Proyek AI Channel saat ini masih berada dalam tahap pengembangan dan belum dapat digunakan oleh publik sama sekali. Hal tersebut menempatkan informasinya masih terbatas hanya pada publikasi yang diberikan pengembang.

5 Peningkatan Pengembangan Platform GPT-3

GPT-3 mengalami berbagai peningkatan dari model machine learning generasi sebelumnya. Peningkatan yang terjadi berada pada beberapa aspek, terutama dalam kecepatan pengolahan data untuk menemukan konteks.

Dalam aspek lain, GPT-3 juga memiliki beberapa perhatian dari sisi kreatif dan keamanan pemanfaatan. Hal tersebut tentu menjadi salah satu perhatian besar dengan kapasitas kerja GPT-3 yang sangat eksponensial. Beberapa faktor peningkatan utama GPT-3 yang menjadi perhatian adalah sebagai berikut.

1. Answers endpoint

Istilah answers endpoint merupakan kumpulan data yang digunakan untuk membantu pencarian jawaban sesuai kebutuhan. Adanya answers endpoint yang lebih berkembang membuat GPT-3 merespon secara lebih spesifik, akurat, dan cepat.

Hal ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan jawaban yang lebih personal, khusus, dan berkarakter. Peningkatannya juga membantuk GPT-3 untuk memberikan informasi sesuai konteks.

2. Klasifikasi endpoint

GPT-3 juga mendapat peningkatan dari klasifikasi berbasis teks yang menggunakan model prediksi AI. Dengan model klasifikasi tersebut, GPT-3 dapat mengerucutkan referensi topik sebelum memulai proses perangkaian respon kepada pengguna.

Dengan classification endpoint, GPT-3 juga dapa mempertahankan konsistensi pembahasan pada ruang yang sesuai dengan konteks. Dukungan ini sangat meningkatkan performa GPT-3 dalam hal kecepatan dan ketepatan.

3. Enhanced search endpoint

GPT-3 menambahkan konteks query untuk menyaring hasil dan memberi respon yang lebih relevan. Pencarian endpoint ini menyediakan kemudahan untuk menemukan daftar informasi dengan lebih banyak data berupa teks, gambar, dan model teks.

Dengan endpoint tersebut, pengguna dapat menyediakan pencarian yang lebih baik dibanding pada model tradisional. Pemanfaatannya menempatkan lebih banyak opsi dalam pencarian data dan informasi yang cepat, akurat, serta spesifik.

4. Keamanan

Dalam pengembangan lawas, OpenAI menemukan pemanfaatan sistem bahasa GPT-2 yang digunakan untuk pengumpulan data secara ilegal. Hal tersebut secara otomatis menjadi perhatian besar dalam pengembangan GPT-3.

Dengan situasi tersebut, GPT-3 dikembangkan dengan keamanan yang lebih matang. OpenAI juga bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memantau pemanfaatan GPT-3 pada konteks yang ilegal. Hal tersebut ditujukan untuk mencegah situasi serupa berkembang kembali.

5. Prompt library

Dalam perkembangan GPT-3, terdapat dokumentasi prompt yang semakin berkembang. Adanya prompt library membantu memetakan input dan kesesuaiannya dengan ekspektasi respon.

Dengan begitu, pengguna dapat memaksimalkan proses interaksi untuk menghasilkan jawaban terbaik. Hal ini sangat ideal utamanya dalam proses penulisan kreatif dan membangun aspek diferensiasi meski masih berada pada batasan minimal.

Masa Depan Pengembangan GPT-3 : GPT-4

GPT-3 diproyeksikan semakin menegaskan diri sebagai teknologi yang fleksibel dan bisa beradaptasi untuk berbagai keperluan. Pemanfaatan yang umum saat ini seperti menyusun teks, menjawab pertanyaan, dan bahkan mengidentifikasi wajah akan diperkuat di generasi berikutnya.

GPT-3 berpotensi mendapatkan peningkatan dari sisi kecepatan pengorganisasian data dan penambahan basis informasi. Di sisi pengembang, GPT tentu akan mendorong lebih banyak pihak mengaplikasikan platformnya untuk berbagai tujuan yang lebih luas.

Dengan pengembagan lanjutan, GPT-3 berpotensi mendorong model AI yang lebih cepat, kuat, dan responsif untuk berbagai kebutuhan. Meski masih membutuhkan banyak pengembangan, masa depan GPT-3 diproyeksikan akan semakin baik. 

Apakah Chat GPT-3 Tersedia dalam Bahasa Indonesia?

Kemampuan Bahasa Indonesia Chat GPT-3

Ya, tentu saja Chat GPT-3 tersedia dalam Bahasa Indonesia. Namun, tentu saja konten atau jawaban yang disediakan Chat GPT-3 dengan Bahasa Indonesia akan memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan kemampuan Berbahasa Inggris-nya. Ingat, Chat GPT-3 adalah AI yang terus-menerus belajar atau menambahkan database mereka dengan machine learning. Di sini artinya, semakin banyak dan sering Anda ‘melatih’ dan ‘menambahkan’ database baru (atau pengetahuan baru), Chat GPT-3 akan semakin membaik kemampuannya.

Jadi, para pemilik bisnis kecil, menengah, atau besar bisa memanfaatkan dan menggunakan Chat GPT-3 untuk menciptakan konten Bahasa Indonesia.

Apakah Chat GPT-3 Dapat Digunakan Gratis?

Saat artikel ini ditulis, Anda dapat mendaftarkan akun Anda di OpenAI untuk menggunakan Chat GPT-3 secara gratis.

Keterbatasan untuk akun gratis Chat GPT-3 adalah Anda tidak bisa setiap saat mengakses server di jam-jam sibuk. Namun, sebenarnya server Open AI ini tidak selalu sibuk, jadi tidak perlu kuatir akan harus meng-upgrade akun premium langsung ya.

Status Uptime Chat GPT-3 Open AI : status.openai.com

Personally, karena saya bekerja dengan me-review software, dan intensitas membuat konten sangat tinggi, saya tidak bisa ‘menunggu’ sampai server bisa diakses, maka dari itu, saya memiliki akun premium untuk menghindari server yang down. Untuk Chat GPT-3 Plus, saya membayarkan USD 20 per bulannya.

Bagaimana Cara Menggunakan Chat GPT-3?

Lantas, bagaimana cara agar Anda dapat menggunakan Chat GPT-3? Jawabannya, “Anda hanya perlu membuat akun!”

Berikut langkah-langkah membuat akun untuk menggunakan Chat GPT-3:

1. Masuk ke Open AI Chat GPT-3 atau ketik URL: https://chat.openai.com/auth/login

2. Klik Sign Up dan daftarkan akun Anda.

Anda bisa menggunakan email Anda atau menggunakan email Google dan email akun Microsoft Anda.

3. Selamat! Akun Anda sudah siap dipakai.

Setelah mendaftarkan email Anda, Anda akan dihadapkan dengan tampilan Chat GPT-3. Di sini Anda bisa bertanya Chat GPT-3 mengenai hal apapun atau memberikan perintah kepada AI ini.

Simpulan: Gunakan Chat GPT-3 Secara Bijaksana!

Demikian ulasan tentang GPT-3 yang menjadi salah satu topik panas beberapa waktu terakhir. GPT-3 menjadi sebuah revolusi yang strategis di bidang kecerdasan buatan dan proses kreatif secara umum.

Pengembangan lanjutan GPT-3 di berbagai industri menjadikan lebih banyak pihak menerima manfaat dan efisiensi di berbagai aspek. Namun terdapat cukup banyak aspek yang juga masih memerlukan pengembangan lanjutan.

Celah tersebut dapat menjadi kesempatan OpenAI menelurkan produk GPT yang lebih mutakhir. Namun di saat bersamaan juga menjaga GPT tetap relevan untuk diaplikasikan ke bidang berbeda.

Mungkin sudah banyak content writer atau copy writer yang menggunakan bantuan Chat GPT-3 untuk membuat konten dan caption grafis dan social media Anda. Pesan saya, berhati-hatilah dalam menggunakan Chat GPT-3 karena jika semua orang menggunakan tools yang sama, maka hasilnya akan serupa pula.

Jika Anda menggunakan Chat GPT-3 untuk SEO, saya sarankan untuk memeriksa konten dengan cek persentase plagiasi / persentase penjiplakan konten sebelum dipublikasi agar terhindar dari masalah plagiasi. Salam sukses selalu untuk kita semua!

Penulis : Muchamad Sidik
Editor : Yoan Letsoin

The post Panduan Lengkap GPT-3 dan Cara Menggunakannya Untuk Bisnis Anda appeared first on Marketing Online Indonesia.



This post first appeared on Marketing Online Indonesia, please read the originial post: here

Share the post

Panduan Lengkap GPT-3 dan Cara Menggunakannya Untuk Bisnis Anda

×

Subscribe to Marketing Online Indonesia

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×