Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

17 CMS Ecommerce Terbaik untuk Membuat Situs Toko Online Anda!

Toko online menjadi sebuah tren yang semakin berkembang di sektor bisnis. Pertumbuhannya mendorong kehadiran berbagai alternatif CMS ecommerce yang menawarkan sejumlah kemudahan dan keunggulan. Namun layanan CMS ecommerce memiliki spesifikasi yang berbeda pada tiap skala dan jenis usaha. Beberapa layanan bisa digunakan gratis tetapi perlu pemahaman teknis mendalam. Sementara terdapat juga opsi layanan berbayar dengan penggunaan yang sangat mudah.

Apa itu CMS Ecommerce?

CMS merupakan singkatan dari Content Management System atau program yang berkembang untuk mengelola konten pada web tertentu. 

Program CMS ecommerce merupakan aplikasi yang berkembang secara khusus untuk kebutuhan penjualan elektronik. CMS ecommerce berkembang dengan beberapa fitur dan fungsi spesifik kebutuhan bisnis atau layanan dalam berhubungan dengan audiensnya.

Manfaat CMS Ecommerce

Terdapat beberapa manfaat dan keunggulan layanan CMS ecommerce. Terutama apabila Anda bandingkan dengan proses mengembangkan web secara mandiri tanpa CMS. Adapun beberapa ulasannya adalah sebagai berikut;

Mudah Mengelola Konten

CMS membantu pengguna agar lebih mudah mengelola konten di dalam sebuah toko online. Hal tersebut termasuk pada menambah, mengubah, sampai dengan menghapus konten.

CMS menempatkan konten sebagai sebuah entitas data yang memiliki pengulangan kode program. Dengan begitu, pengguna tidak harus mengetikkan baris kode pemrograman setiap kali akan mengelola sebuah konten.

Tidak Bergantung ke Web Developer

CMS ecommerce menempatkan pemilik toko untuk tidak selalu tergantung pada layanan web developer. Adanya program CMS memungkinkan pemiliki toko online untuk mengembangkan web secara mandiri. 

Di sisi lain, hal ini juga berlaku pada pengembangan minor saat web toko online telah eksis. Dengan begitu, pemilik toko tidak harus selalu mengeluarkan biaya update pada item sederhana yang dapat ditangani secara mandiri.

CMS pada umumnya hadir dengan integrasi menyeluruh ke berbagai layanan pendukung seperti periklanan dan email pelanggan. Hal ini menjadi salah satu keunggulan dibanding Anda mengembangkan web mandiri yang tidak memiliki dukungan integrasi.

Mendukung Aktivitas Penulis Konten

Aktivitas penulisan dan optimasi mesin pencari merupakan salah satu penunjang sebuah web toko online. Dengan CMS ecommerce, aktivitas tersebut dapat langsung berjalan tanpa kendala. Hal tersebut cukup sulit tercapai pada pengembangan web tanpa CMS ecommerce.

Jenis CMS Ecommerce Sesuai Kategori

Secara umum, terdapat tiga pengelompokkan CMS ecommerce yang berkembang saat ini. Pengelompokkan berikut didasarkan pada model pembiayaan yang dikenakan pada pengguna. Adapun ulasannya adalah sebagai berikut.

Open Source CMS

Jenis open source CMS adalah program yang memiliki kebijakan untuk bebas dimodifikasi, dikembangkan, dan disebarluaskan. Dengan begitu, tipe open source CMS umumnya dapat Anda gunakan secara gratis.

Beberapa open source CMS hanya memiliki fungsi-fungsi dasar yang terbatas. Sejalan dengan perkembangan, open source CMS umumnya akan tumbuh dengan komunitas pendukung. Basis komunitas tersebut yang umumnya membantu mengembangkan fitur-fitur pendukung.

Proprietary CMS

Tipe proprietary CMS adalah paket program yang dikembangkan secara khusus oleh perusahaan atau lembaga tertentu. CMS ini biasanya dibuat untuk mendukung kebutuhan perusahaan atau mencari keuntungan finansial.

Pada umumnya, tipe proprietary CMS akan memiliki fitur yang lebih menyeluruh. Namun hal tersebut akan diikuti dengan biaya lisensi yang dikenakan oleh pengembang aplikasi.

SaaS CMS

SaaS merupakan singkatan dari Software as a Service. Tipe SaaS CMS adalah program serupa dengan proprietary CMS. Namun SaaS tidak mengenakan biaya pembelian dalam layanannya. SaaS justru menetapkan biaya langganan untuk dapat menikmati fungsi layanan.

Sebuah SaaS CMS umumnya akan memberikan pembaruan dan peningkatan berkala pada penggunanya. Fasilitas tersebut biasanya dapat dinikmati tanpa biaya tambahan dan sudah diperhitungkan ke dalam biaya langganan utama.

Kriteria Pemilihan CMS Ecommerce

Setiap produk CMS ecommerce tentu memiliki keunggulan dan penawaran tersendiri. Namun tidak semua layanan cocok dengan kemampuan teknis yang berbeda. Beberapa layanan juga menetapkan biaya yang cukup tinggi bagi sebagian pelaku usaha.

Berikut beberapa faktor yang harus Anda perhatikan dalam memiliki layanan Cms Ecommerce. Pemilihan ini dapat menjamin penggunaan yang nyaman dan anggaran biaya yang cocok dengan skala bisnis Anda.

Desain UX Mudah Digunakan

UX merupakan aspek desain program yang membantu memberikan pengalaman mudah dan menarik dalam menggunakan sebuah aplikasi. CMS ecommerce perlu mementingkan UX yang baik untuk kenyamanan pengguna.

Desain UX termasuk pada penempatan tombol, penekanan fungsi, alur kerja aplikasi, dan berbagai elemen lain. CMS dengan UX yang baik akan membuat pengguna nyaman untuk tetap berada dalam layanan tersebut.

Desain UI Toko Online

Utamakan memilih CMS ecommerce yang menawarkan alternatif desain toko online yang beragam. Hal tersebut membuat dapat mengembangkan karakter dan keunikan yang khas untuk web toko online.

Pengembangan desain UI yang terbatas dapat mengakibatkan toko online memiliki tampilan yang serupa dengan kompetitor. Hal tersebut tentu akan tampak sebagai sesuatu yang kurang meyakinkan di sisi pelanggan Anda.

Mudah Digunakan

CMS ecommerce pilihan sebaiknya berkembang dengan fitur-fitur sesuai kapasitas teknis pengguna. Bagi pengguna awam, sebaiknya hindari CMS ecommerce dengan fitur yang terlalu kompleks dan bervariasi.

Fitur yang terlalu bervariasi dapat mengakibatkan Anda membeli layanan yang tidak benar-benar diperlukan. Hal tersebut akan berdampak pada kerugian finansial untuk aset digital yang tidak dapat dioptimalkan.

Memiliki Panduan Pengguna

Setiap CMS tentu dapat menjadi produk yang asing bagi pengguna berbeda. Hal tersebut melahirkan kebutuhan akan panduan yang jelas dan lengkap. 

Pengembang CMS tidak dapat hanya berasumsi pada pengembangan fitur yang mutakhir dan menarik saja. Namun setiap fungsi CMS harus dapat dipahami pengguna dengan baik.

SEO Friendly

SEO merupakan singkatan dari Search Engine Optimization. Istilah SEO merujuk pada rangkaian metode optimasi sebuah web atau halaman untuk lebih mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google.

Semakin mudah ditemukan pengguna di mesin pencari, maka sebuah bisnis atau web akan lebih berpotensi mendapatkan transaksi. Pilihan CMS ecommerce harus memperhatikan faktor pengelolaan aktivitas SEO.

Layanan CMS harus mengakomodasi kebutuhan SEO seperti performa web yang ringan dan mudah dimuat. Beberapa hal teknis seperti distribusi heading atau meta data halaman juga harus tersedia dalam sebuah CMS ecommerce.

Memiliki Fitur Integrasi

Umumnya terdapat batasan layanan yang difasilitasi sebuah brand CMS. Hal tersebut memungkinkan adanya kebutuhan layanan pihak ketiga. Layanan tersebut termasuk fitur pembayaran, pengelolaan data konsumen, periklanan, dan berbagai pekerjaan lain.

Sebuah CMS harus memiliki integrasi yang baik dengan layanan-layanan pendukung tersebut. Tujuan utamanya tentu menyediakan pengalaman berbelanja dan berinteraksi terbaik bagi konsumen toko online.

Keamanan

Website toko online harus mementingkan aspek keamanan, terutama pada pengelolaan data pengguna dan transaksi bisnis. CMS dengan keamanan yang buruk berisiko menimbulkan kerugian finansial besar pada pemilik toko online.

Dukungan Tim

CMS juga harus memiliki dukungan tim pengembang yang jelas dan mudah dihubungi. Hal tersebut berhubungan dengan kebutuhan bantuan teknis dan berbagai tujuan lainnya. Aspek ini menjadi sesuatu yang krusial khususnya pada tipe proprietary CMS dan SaaS.

Rekomendasi dan Ulasan 17 CMS Ecommerce Terbaik

Berbagai layanan CMS ecommerce hadir dengan variasi fitur dan optimasi yang berbeda. Mengenal setiap karakter CMS ecommerce membantu Anda menemukan layanan yang sesuai kebutuhan.

Sebab setiap bisnis dan kapasitas menghasilkan spesifikasi kebutuhan yang berbeda. Hal tersebut harus difasilitasi dengan pilihan yang sesuai. Ketidaksesuaian pilihan fitur CMS ecommerce dapat menjadi penghambat pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Adapun ulasan beberapa CMS ecommerce beserta detail biaya langganannya adalah sebagai berikut.

1. WordPress

WordPress merupakan CMS terpopuler untuk berbagai kebutuhan website. Hal tersebut juga berlaku untuk kategori website ecommerce. WordPress masuk pada kategori open source CMS yang memiliki komunitas pengguna dengan dukungan sangat baik untuk berbagai kebutuhan.

Tipe: Open Source CMS

Harga:

WordPress dapat digunakan secara gratis. Pengguna hanya perlu menyediakan biaya domain dan hosting untuk dapat mengoperasikan website ecommerce.

Kelebihan:

  • Layanan gratis;
  • Mudah digunakan;
  • Memiliki komunitas pengguna aktif dan suportif;
  • Banyak literatur berbahasa Indonesia.

Kekurangan:

  • Fungsi web toko online baru tersedia dengan memasang plugin tambahan;
  • Kebutuhan integrasi dan layanan khusus berpotensi membutuhkan biaya tersendiri;
  • Terlalu banyak plugin alternatif yang berpotensi membuat kebingungan pengguna amatir.

Cocok untuk: Bisnis UMKM dan startup.

2. Wix

Wix pada dasarnya merupakan CMS untuk berbagai kebutuhan, termasuk toko online. Layanan Wix memiliki fitur utama kostumisasi desain dengan drag and drop builder. Anda dapat membangun toko online dengan menggeser elemen-elemen grafis secara mudah.

Tipe: SaaS

Harga: 

Wix dapat digunakan secara gratis untuk layanan dasarnya. Paket CMS ecommerce dibanderol mulai dari USD17 per bulan.

Kelebihan:

  • Memiliki fitur drag and drop builder;
  • Memiliki template instan sangat banyak;
  • Dapat diintegrasikan dengan berbagai layanan pendukung.

Kekurangan:

  • Biaya langganan cukup tinggi;
  • Keterbatasan opsi pembayaran dan mata uang;
  • Sulit dimigrasikan saat berganti layanan.

Cocok untuk: Bisnis menengah dan startup.

3. Shopify

Shopify merupakan layanan CMS ecommerce yang secara khusus berkembang untuk kebutuhan toko online. Layanan ini sejak awal telah menerapkan sistem katalog, keranjang belanja, hingga integrasi pembayaran.

Tipe: SaaS

Harga: 

Shopify dapat digunakan mulai dari USD1 per bulan dengan opsi uji coba selama tiga bulan. 

Kelebihan:

  • Dioptimalkan untuk kebutuhan toko online;
  • Dukungan tim pengembangan aktif dan responsif;
  • Dashboard dan fitur khusus untuk penjualan.

Kekurangan:

  • Opsi desain toko kurang dinamis;
  • Terdapat beberapa biaya tersembunyi;
  • Biaya total langganan tergolong tinggi.

Cocok untuk: Bisnis menengah, self employed, dan startup.

4. HubSpot CMS 

HubSpot merupakan CMS web umum yang optimasinya dapat disesuaikan untuk kebutuhan ecommerce. Brand ini memiliki dukungan SEO yang sangat baik dan dilengkapi dengan layanan menyeluruh untuk berbagai kebutuhan.

Tipe: Proprietary CMS

Harga:

CMS HubSpot dapat digunakan secara gratis. Layanan berbayar dengan berbagai dukungan dikenakan biaya USD23 per bulan.

Kelebihan:

  • Dukungan SEO sangat baik;
  • Menyediakan berbagai template toko online;
  • Layanan menyeluruh untuk kebutuhan penjualan daring.

Kekurangan:

  • Fitur terpisah dikenakan biaya khusus;
  • Biaya total untuk layanan penjualan tergolong sangat tinggi;
  • Komunitas pendukung yang belum banyak berkembang.

Cocok untuk: Bisnis menengah, startup, dan korporasi.

5. Joomla

Joomla merupakan CMS umum yang dapat dimodifikasi untuk berbagai kebutuhan, termasuk toko online. Layanan Joomla dan komunitasnya cukup populer di era tahun 2000-an. Namun layanan tersebut masih eksis berkompetisi hingga saat ini.

Tipe: Open Source CMS

Harga: Joomla dapat digunakan secara gratis.

Kelebihan:

  • Layanan gratis;
  • Dapat dimodifikasi untuk berbagai kebutuhan;
  • Komunitas pendukung aktif dan suportif.

Kekurangan:

  • Sulit digunakan kalangan awam;
  • Membutuhkan penanganan teknis yang cukup sulit;
  • Opsi tampilan toko online masih minim;
  • Komunitas tumbuh kurang seimbang dengan perkembangan tren pemasaran.

Cocok untuk: Startup dan korporasi profesional.

6. Squarespace

Layanan SquareSpace menawarkan fitur drag and drop builder. Fitur tersebut memungkinkan Anda membuat dan mengelola tampilan web hanya dengan menggeser elemen-elemen grafis. SquareSpace juga memiliki dukungan SEO dan integrasi layanan yang sangat baik.

Tipe: Proprietary CMS

Harga: SquareSpace dibanderol mulai dari USD23 per bulan dengan opsi uji coba 14 hari.

Kelebihan:

  • Ratusan template instan unik dan menarik;
  • Ringan dan mendukung SEO dengan baik;
  • Dukungan pelanggan aktif dan solutif.

Kekurangan:

  • Harga langganan tergolong tinggi;
  • Terdapat banyak biaya tersembunyi;
  • Sulit digunakan untuk pengguna pemula.

Cocok untuk: Bisnis menengah, startup, dan koorporasi.

7. WooCommerce

WooCommerce merupakan layanan pengelolaan konten toko online yang berada di ekosistem WordPress. Layanan ini berkembang sebagai plugin yang dapat dikostumisasi untuk berbagai kebutuhan perdagangan online.

Tipe: Open Source CMS

Harga: 

WooCommerce dapat digunakan secara gratis di CMS WordPress. Terdapat berbagai layanan integrasi yang dikenakan biaya sesuai kebutuhan pengguna.

Kelebihan:

  • Layanan gratis;
  • Komunitas berkembang aktif;
  • Literatur dan pendukung tersedia dalam bahasa Indonesia;
  • Instalasi singkat kurang dari 10 menit.

Kekurangan:

  • Biaya integrasi layanan tergolong tinggi;
  • Terlalu banyak variasi program pendukung;
  • Terlalu banyak layanan pendukung dengan fungsi minor.

Cocok untuk: Bisnis UMKM dan startup.

8. Adobe Commerce (Magento)

Magento merupakan alternatif CMS berbasis open source lain yang tersedia di internet. Layanan ini diakuisisi oleh Adobe pada tahun 2018 sebagai salah satu lini aplikasinya. Salah satu layanan unggulan Adobe Commerce adalah fitur Page Builder.

Fitur tersebut memungkinkan Anda untuk membuat halaman web dengan siste drag and drop. Layanan Adobe Commerce juga mendukung integrasi yang sangat baik dengan produk kreatif Adobe lainnya.

Tipe: Open Source CMS

Harga: 

Magento dapat digunakan secara gratis dan dimodifikasi sesuai kebutuhan. Namun tersedia juga paket Adobe Commerce yang dibanderol sekitar USD22.000 per tahun untuk korporasi.

Kelebihan:

  • Layanan gratis;
  • Basis kode ringan dan mendukung SEO;
  • Modifikasi fleksibel.

Kekurangan:

  • Modifikasi dan pemasangan membutuhkan layanan profesional;
  • Dukungan pengembang tidak dioptimalkan pada Magento open source.

Cocok untuk: Korporasi dan startup teknologi.

9. Drupal

Drupal merupakan open source CMS yang dapat dimodifikasi untuk pembuatan toko online. Layanan Drupal bahkan mengembangkan lini basis kode tersendiri untuk kebutuhan toko online yang dikenal dengan Drupal Commerce.

Drupal memiliki opsi tampilan toko online yang sangat beragam. Namun di saat bersamaan terdapat optimasi SEO yang juga dapat berjalan dengan baik. Khususnya pada Drupal Commerce, terdapat berbagai fitur yang dikembangkan secara khusus untuk penjualan.

Tipe: Open Source CMS

Harga: Drupal dapat digunakan secara gratis.

Kelebihan:

  • Tampilan dinamis;
  • Performa ringan dan mendukung SEO;
  • Layanan gratis;
  • Integrasi layanan pendukung cukup baik.

Kekurangan:

  • Mayoritas literatur tersedia hanya dalam bahasa Inggris;
  • Membutuhkan layanan profesional pada beberapa fungsi;
  • Tidak memiliki cukup integrasi dengan layanan yang berbasis di Indonesia;
  • Kurang cocok untuk kebutuhan UMKM.

Cocok untuk: Bisnis startup dan korporasi dengan tenaga engineer profesional.

10. PrestaShop

PrestaShop merupakan CMS yang secara khusus berkembang untuk kebutuhan penjualan dan toko online. Layanan ini dapat diaplikasikan untuk berbagai produk, termasuk item fisik dan digital.

PrestaShop di Indonesia memiliki dukungan dan pemanfaatan yang cukup masif. Meski tergolong open source CMS, namun pengembang PrestaShop juga memiliki beberapa produk pendamping berbayar.

Tipe: Proprietary CMS

Harga: 

PrestaShop dapat digunakan secara gratis. Terdapat berbagai layanan pendukung yang dibanderol dengan variasi harga berbeda sesuai kebutuhan.

Kelebihan:

  • Layanan dasar gratis;
  • Dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan;
  • Basis kode dasar sangat ringan dan mendukung SEO dengan baik;
  • Memiliki jurnal dan literatur pendukung yang cukup lengkap.

Kekurangan:

  • Tampilan toko online kurang interaktif;
  • Opsi pengembangan membutuhkan layanan semi-profesional;
  • Modifikasi membutuhkan kemampuan teknis cukup detail.
  • Harga layanan pendukung bervariasi, namun terkadang hanya memiliki fungsi minor.

Cocok untuk: Perusahaan startup dan korporasi dengan tenaga teknis menengah.

11. OpenCart

OpenCart merupakan CMS ecommerce yang dikembangkan secara khusus untuk transaksi penjualan sebagai fungsi utama. Program OpenCart merupakan layanan berbasis open source yang dapat dimodifikasi untuk beragam kebutuhan.

OpenCart dapat dimodifikasi untuk produk fisik, jasa, hingga item digital. Terdapat berbagai kostumisasi yang juga tersedia dalam forum dan komunitas pendukung OpenCart.

Tipe: Open Source CMS

Harga: OpenCart dapat diunduh dan digunakan dengan gratis.

Kelebihan:

  • Layanan gratis;
  • Dashboard interaktif dan suportif pada kebutuhan penjualan;
  • Dapat dimodifikasi untuk berbagai kebutuhan toko online;
  • Memiliki integrasi baik dengan berbagai layanan.

Kekurangan:

  • Integrasi dengan layanan yang berbasis di Indonesia masih minim;
  • Komunitas pendukung masih belum tumbuh maksimal;
  • Beberapa fitur memerlukan dukungan profesional untuk diterapkan.

Cocok untuk: Bisnis UMKM, startup, korporasi dengan dukungan teknisi semi-profesional.

12. BigCommerce

BigCommerce menjadi alternatif CMS ecommerce lainnya yang tersedia di internet. Layanan ini hadir untuk kategori bisnis menengah dan korporasi besar.

BigCommerce menawarkan layanan menyeluruh untuk mendukung aktivitas penjualan online. Layanan ini juga memiliki opsi yang cocok digunakan oleh agensi dalam mengembangkan web toko online milik klien.

Tipe: Proprietary CMS

Harga: BigCommerce dibanderol mulai dari USD30 per bulan.

Kelebihan:

  • Layanan menyeluruh untuk kebutuhan penjualan;
  • Variasi tampilan web beragam;
  • Aspek SEO didukung dengan baik.

Kekurangan:

  • Tidak memiliki komunitas pendukung publik;
  • Biaya langganan tergolong tinggi;
  • Tidak memiliki literatur berbahasa Indonesia.

Cocok untuk: Bisnis startup, menengah, dan korporasi besar.

13. Ecwid

Ecwid menawarkan layanan CMS ecommerce dengan fitur builder yang sangat ringan dan mudah digunakan. Layanan ini juga merupakan paket lengkap kebutuhan penjualan online dengan fitur inventori, pengelolaan pesanan, sampai dengan pembayaran.

Layanan Ecwid hadir dengan beragam template siap pakai untuk berbagai kategori produk. Ecwid dapat dioptimalkan untuk kebutuhan produk fisik, jasa, hingga layanan produk virtual.

Tipe: SaaS

Harga: 

Layanan Ecwid dapat digunakan gratis dengan opsi berbayar yang lebih mengakomodir penjualan mulai dari USD19 per bulan.

Kelebihan:

  • Layanan dasar gratis;
  • Integrasi optimal dengan media sosial;
  • Tersedia fitur drag and drop builder;
  • Pengembang aktif memproduksi literatur teknis.

Kekurangan:

  • Layanan gratis kurang mengakomodir kebutuhan penjualan;
  • Panduan teknis terlalu kompleks untuk pengguna amatir;
  • Minim integrasi dengan layanan yang berbasis di Indonesia.

Cocok untuk: Bisnis perorangan, UMKM, dan startup.

14. Sitecore

SiteCore merupakan CMS ecommerce yang mengoptimalkan pengembangan pada kebutuhan transaksi produk digital. Layanan SiteCore mengoptimalkan penggunaan cloud yang memungkinkan pemilik usaha mengelola bisnis tanpa batasan ruang dan waktu.

CMS yang dikembangkan SiteCore dioptimalkan untuk kebutuhan korporasi dan lembaga pemerintahan. Hal tersebut menjadi alternatif yang unik dari berbagai layanan CMS.

Tipe: SaaS CMS

Harga: 

SiteCore tersedia dalam paket layanan berbayar. Namun informasi biaya disampaikan dalam penawaran tertutup setelah Anda melakukan permintaan demo.

Kelebihan:

  • Dioptimalkan untuk kebutuhan organisasi;
  • Dilengkapi dengan layanan pelatihan penggunaan secara langsung;
  • Dapat digunakan untuk agensi;

Kekurangan:

  • Fitur terlalu kompleks untuk pengguna amatir;
  • Adopsi dan adaptasi membutuhkan waktu yang panjang;
  • Hanya cocok untuk penggunaan tim.

Cocok untuk: Korporasi besar dan lembaga pemerintahan.

15. Volusion

Volusion hadir sebagai CMS ecommerce dengan kostumisasi yang cukup fleksibel. Layanan ini memungkinkan Anda memiliki tampilan yang khas dan mandiri untuk mendorong karakter yang berbeda dari kompetitor.

Volusion bahkan memiliki tim yang dapat mendukung konsultasi dan produksi desain toko online Anda. Hal ini menjadi salah satu layanan yang tidak banyak tersedia di CMS ecommerce lainnya.

Tipe: SaaS

Harga: Volusion mengenakan biaya mulai dari USD35 per bulan untuk layanan personal.

Kelebihan:

  • Layanan penjualan menyeluruh;
  • Proteksi web dan data sangat optimal;
  • Dukungan layanan desain dari tim pengembang;
  • Optimasi SEO sangat baik;
  • Integrasi layanan media sosial;
  • Dokumentasi penjualan sistematis.

Kekurangan:

  • Biaya langganan tergolong tinggi dengan USD420 per tahun;
  • Integrasi dengan layanan berbasis di Indonesia masih minim;
  • Literatur dan panduan berbahasa Indonesia sangat minim.

Cocok untuk: Bisnis startup dan korporasi besar.

16. Pixpa

Pixpa merupakan CMS ecommerce yang dioptimalkan untuk kebutuhan industri kreatif. Layanan ini optimal dan ideal digunakan untuk bisnis seperti fotografi, desain, dan berbagai sektor serupa.

Layanan Pixpa mengedepankan portfolio sebagai sajian utama dalam UI web toko online. Hal tersebut merupakan salah satu karakter utama dalam industri kreatif.

Tipe: Proprietary CMS

Harga: 

Pixpa dapat digunakan secara gratis. Tersedia juga pengembangan layanan mulai dari paket BASIC pada anggaran USD4 per bulan.

Kelebihan:

  • Dioptimalkan untuk industri kreatif;
  • Dukungan halaman portfolio;
  • Optimasi halaman dan konten SEO;

Kekurangan:

  • Kurang cocok pada model toko online umum;
  • Tidak banyak alternatif desain UI (dengan asumsi pengguna mampu mengembangkan mandiri);
  • Layanan dioptimalkan untuk pengguna berbasis di Amerika dan Eropa.

Cocok untuk: Bisnis perorangan, UMKM, dan startup pada industri kreatif.

17. PinnacleCart

PinnacleCart menawarkan layanan CMS dan pengelolaan bisnis dari menyeluruh dalam satu ekosistem. Tidak hanya konten dan transaksi, PinnacleCart juga memberikan dukungan modul periklanan dan pengelolaan konsumen.

Layanan PinnacleCart cocok diadopsi berbagai bisnis pada skala menengah dan besar. Dukungan periklanan menjadi kekuatan utama layanan ini untuk visi pertumbuhan bisnis yang cepat.

Tipe: Proprietary CMS

Harga: 

PinnacleCart dapat digunakan secara gratis. Layanan berbayar tersedia mulai dari USD80 per bulan.

Kelebihan:

  • Tersedia layanan dasar gratis;
  • Layanan penjualan online menyeluruh;
  • Dukungan pengembang responsif;

Kekurangan:

  • Biaya langganan berbayar sangat tinggi;
  • Beban sumber daya perangkat hosting cukup besar;
  • Minim dukungan pada layanan berbasis di Indonesia.

Cocok untuk: Korporasi dan startup teknologi.

Penutup

Nah, itulah ulasan tentang berbagai alternatif CMS ecommerce yang dapat dipilih saat ini. Berbagai layanan hadir untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari bisnis perorangan, mikro, hingga korporasi besar.

Tiap layanan memiliki harga dan dukungan teknis yang berbeda. Pastikan memahami seluruh detail layanan sebelum menetapkan pilihan. Terkhusus pada layanan berbayar, memilih tanpa mengetahui detail layanan dapat menjadi langkah yang sangat merugikan.

Penulis: Iqbal Maulana

The post 17 CMS Ecommerce Terbaik untuk Membuat Situs Toko Online Anda! appeared first on Marketing Online Indonesia.



This post first appeared on Marketing Online Indonesia, please read the originial post: here

Share the post

17 CMS Ecommerce Terbaik untuk Membuat Situs Toko Online Anda!

×

Subscribe to Marketing Online Indonesia

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×