Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Panduan Lengkap No-Code Development

Tanpa kita sadari, begitu banyak aktivitas yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari ditopang oleh kode. Contohnya, memeriksa rekening bank, belanja di minimarket ataupun online, membeli tiket pesawat atau bahkan sekadar mengirim email. Bagi kita yang tidak memiliki pengetahuan dalam menulis kode (coding), membuat sebuah aplikasi atau perangkat lunak tentu terasa mustahil. Namun, kini telah tersedia berbagai platform yang disebut dengan ‘no-code’ yang memungkinkan kita untuk dapat membangun aplikasi layaknya programmer handal.

Apa Itu No-Code?

No-code merupakan jenis pengembangan web yang menggunakan interface grafis dan memungkinkan pembuatan aplikasi web tanpa kode. Sederhananya, implementasi platform no-code sama sekali tidak menggunakan proses coding konvensional dan semuanya dilakukan melalui suatu user interface (UI) yang umumnya berupa sebuah web.

Namun, perlu diingat bahwa no-code merupakan lapisan abstrak yang menutupi proses coding sesungguhnya di balik layar. Artinya, secara tidak langsung no-code menyembunyikan kompleksitas proses coding konvensional serta menggantinya dengan kemampuan grafis atau visual sederhana seperti drag-and-drop.

Dengan menggunakan program no-code, Anda tidak memerlukan skill bahasa pemrograman untuk membangun sebuah aplikasi. Hal ini juga memungkinkan suatu bisnis untuk berkembang tanpa harus membayar biaya pelatihan programming tingkat lanjut bagi sumber daya IT-nya. 

No-Code VS Low-Code

Platform no-code dan low-code sama-sama memisahkan sintaksis dan bahasa pemrograman dari logika program. Keduanya juga mengambil pendekatan visual untuk mempercepat realisasi (launching) program. No-code dan low-code mengandalkan API (Application Programming Interface) eksternal yang biasanya berupa widget.

Namun, platform low-code menggunakan lebih sedikit abstraksi grafis. Artinya, pengguna low-code tetap memerlukan pengetahuan tentang bahasa pemrograman. Platform low-code umum digunakan oleh developer profesional yang membutuhkan kecepatan realisasi programnya. Kecepatan tersebut difasilitasi oleh kemampuannya yang juga dapat menghubungkan database secara visual.

Gerakan No-Code (No-Code Movement)

Gerakan no-code muncul dari keyakinan mendasar bahwa teknologi seharusnya memfasilitasi kreasi, bukan menjadi penghalang. Dengan kata lain, gerakan no-code berupaya untuk membuka pintu-pintu kreativitas bagi mereka yang tertarik dengan dunia web development, namun terhambat oleh batasan-batasan formal seperti ilmu komputer dan pemrograman. Lebih dari itu, gerakan no-code bukan hanya diukur dari ketertarikan dan kegemaran mengembangkan produk web, namun juga antusiasme untuk menciptakan ruang diskusi dan bertukar ide.

Siapa yang Dapat Menggunakan No-Code Tool?

Jawabannya adalah siapa saja. Terobosan terbesar platform no-code dalam ranah IT adalah menciptakan pangsa baru yang dalam istilah trendinya disebut citizen user dan citizen developer. Bahkan, berbagai lini perusahaan kini mulai merekrut pengembang program no-code berdasarkan rekam jejak karya (portofolio), bukan gelar akademis.

Tren penggunaan platform no-code mengubah pola bisnis sumber daya IT. Kini pengembang konvensional (pemrogram ahli) cenderung bekerja sebagai konsultan bagi pengguna dan vendor no-code. Di sisi yang lain, pengusaha memanfaatkan efisiensi waktu dan biaya yang ditawarkan vendor no-code sebagai penunjang atau alat untuk mengakselerasi proyek yang sedang berjalan. Artinya, batasan antara seorang professional developer dan citizen developer semakin bias di ranah bisnis no-code.

Keuntungan Menggunakan No-Code Platform

Berikut ini beberapa manfaat dan keuntungan menggunakan platform no-code:

Efisiensi Waktu 

Programmer ‘tradisional’ cenderung mengorbankan fungsi demi mencapai target launching aplikasinya. Platform no-code yang lebih modern dapat mengeliminasi kendala tersebut. Interface visual platform no-code dapat mempersingkat waktu proses kreasi, implementasi dan realisasi dalam membangun suatu fitur atau aplikasi web.

Inovasi

No-code memungkinkan terciptanya inovasi dalam skema korporasi besar maupun usaha kecil. Proses brainstorming dan implementasi pembangunan program web berbasis visual tentu memiliki output yang berbeda dengan proses olah ide dalam pembangunan program berbasis sintaksis dan coding.

Kapasitas

Kemampuan no-code tidak terbatas pada membangun situs web. No-code juga dapat digunakan untuk membangun aplikasi web, aplikasi seluler, program perkantoran (back office, akunting, HR), otomatisasi proses bisnis dan lain-lain.

Skalabilitas

Perdebatan umum penggunaan platform no-code di dunia bisnis adalah apakah platform tersebut mampu mendatangkan keuntungan berkali-kali lipat? Jawabannya tentu saja relatif. Namun, satu hal yang tidak dapat diperdebatkan adalah bahwa no-code telah meningkatkan persaingan sumber daya dan kreasi di segmen web development. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa platform no-code dapat mengurangi biaya produksi dan secara bersamaan meningkatkan produktivitas tanpa mengesampingkan kualitas.

Akankah No-Code Menggantikan Peran Developer Tradisional?

Pandemi COVID-19 dan ditetapkannya peraturan pembatasan mobilitas pada tahun 2020 menjadi momentum bermunculannya pengembang no-code dari kalangan citizen developer karena meningkatnya permintaan sumber daya IT yang bekerja secara remote. Dalam perkembangannya, pasar no-code menjadi gamang karena sebagian besar vendor turut menyediakan layanan low-code apabila diperlukan.

Berbagai survei menyatakan bahwa korporasi besar dan menengah cenderung tidak ingin beralih ke platform no-code karena mereka sudah memiliki dan mengoperasikan sistem konvensional secara paten. Di sisi yang lain, mereka menyatakan bahwa no-code dapat menjadi masa depan pengembangan program dan aplikasi web berkualitas.

Keterbatasan No-Code Tool

Sebagai tren yang cukup baru, platform no-code memiliki keterbatasan, antara lain adalah:

Integrasi Aplikasi

Terdapat banyak program no-code yang menyediakan fungsi integrasi dengan berbagai platform. Tetapi untuk mengintegrasikannya dengan platform skala besar, Anda perlu mengetahui bahasa pemrograman dasar. Hal ini umum terjadi ketika program no-code ingin diintegrasikan dengan cloud atau server yang beroperasi sebagai infrastruktur IT perusahaan. 

Keterbatasan Fungsi

Atas keterbatasan realisasi fungsi yang dimiliki platform no-code, beberapa pengembang dan vendornya menyediakan fitur ‘pelarian’. Fitur tersebut ditujukan bagi pengguna yang memahami coding untuk merancang fungsi beserta personalisasi tingkat lanjut. Sebagai contoh, program Betty Blocks menyediakan fitur split-view, di mana tersedia modul drag-and-drop di layar kiri dan modul coding di layar kanan. Beberapa platform no-code memang menyediakan fitur personalisasi berbasis JavaScript dan bahasa pemrograman umum lainnya.

Security Issues

Pengguna platform no-code umumnya tidak bergerak di bisnis yang mengelola data sensitif sehingga isu keamanan tidak menjadi prioritas. Kontrol data no-code juga sangat terbatas dan rentan terhadap gangguan hacker. Biasanya pengguna perlu menggunakan layanan pihak ketiga untuk menangani isu keamanan platform no-code.

Vendor Lock

Pengembang atau vendor no-code umumnya memiliki skema vendor lock. Artinya, apabila Anda ingin meninggalkannya atau beralih ke vendor lain, biasanya Anda perlu mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan data atau komponen penting lain yang telah menjadi basis operasi bisnis Anda.

Ragam No-Code Tool

Berikut ini beberapa jenis platform no-code beserta pengembang atau penyedia layanannya:

1. App Builder

Platform no-code yang populer di segmen ini adalah Thunkable, Adalo dan Stackler.

2. Website Builder

Bubble, Webflow dan Carrd merupakan pengembang no-code yang cukup terkenal di segmen ini. Jika Anda ingin membangun website dengan no-code tools, sebaiknya pertimbangkan panduan memilih web builder yang tepat untuk situs bisnis Anda.

Jika Anda masih membutuhkan bantuan untuk membangun website toko online (website e-commerce) atau website profesional bisnis Anda, Anda bisa langsung menghubungi Jasa Pembuatan Website Profesional kami untuk mendapatkan harga paket sesuai kebutuhan Anda.

3. CRM

Ragam no-code tool di segmen customer relation management antara lain adalah HubSpot, Zendesk, dan Salesforce.

4. Marketing

Beberapa contoh software digital marketing yang tergolong no-code tool adalah GetResponse, HubSpot Marketing Hub, MailChimp dan Drift.

5. Automation

Juphy, Zapier, Automate.io dan Make merupakan rekomendasi no-code tool teratas pada segmen automation.

6. Analytics

No-code tool yang populer di segmen ini adalah Obviously.ai, Mixpanel, Google Analytics dan alternatifnya.

7. Onboarding/ Interactive Guide

Tiga no-code tool yang populer di segmen ini adalah Memberstack, UserGuiding dan Navattic.

8. Voice

Voiceflow dan Otter.ai sangat direkomendasikan di segmen voice tech.

9. Project Management

Rekomendasi pilihan no-code tool di segmen ini adalah Airtable, monday.com, Notion, Workiom, Coda dan ClickUp.

10. Customer Service/ Support/ Ticketing

No-code tool yang direkomendasikan di segmen ini adalah Zendesk, Intercom dan Helpjuice.

Penutup

No-code mengubah pandangan kita terhadap proses kerja teknologi. Kini pasar software developer terbuka bagi berbagai kalangan. Kalangan web entrepreneur tidak harus mahir coding untuk menjalankan bisnisnya. Mereka dapat memilih no-code tool untuk memulai usaha atau bisnis online mereka. Selain itu, tersedia banyak freemium resource yang bisa dimanfaatkan saat memulai usaha.

No-code mengurangi beban kerja developer konvensional dan mempersingkat target launching suatu software. Akan tetapi, bukan berarti skillset bahasa pemrograman atau coding menjadi tidak penting. Hingga saat tulisan ini diturunkan, korporasi besar masih menggantungkan lini web development-nya kepada programmer konvensional. Namun, sebagian dari mereka telah melibatkan pengembang no-code dalam berbagai proyek jangka pendeknya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa peluang no-code untuk menembus pangsa large market masih terbuka lebar.

Penulis: Muchamad Sidik Roostandi

The post Panduan Lengkap No-Code Development appeared first on Marketing Online Indonesia.



This post first appeared on Marketing Online Indonesia, please read the originial post: here

Share the post

Panduan Lengkap No-Code Development

×

Subscribe to Marketing Online Indonesia

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×