Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Panduan Lengkap Google PageRank: Apakah Masih Relevan?

Algoritma perhitungan dan penetapan ranking oleh Google semakin hari semakin mutakhir. Banyak pembaruan yang diluncurkan agar hasil pencarian yang ditampilkan semakin relevan dengan search intent pengguna. Dengan banyaknya pengembangan yang dilakukan, apakah Google PageRank masih mempengaruhi algoritma ranking Google? Apakah Google PageRank masih relevan dan layak menjadi fokus utama dalam praktik SEO sekarang? 

Salah satu algoritma perhitungan dan penetapan ranking (ranking factor) yang paling awal diperkenalkan oleh Google adalah Google PageRank. Kendati demikian, algoritma tersebut telah mengalami perubahan agar hasil pencarian semakin relevan dengan search intent pengguna. Selain itu, Google juga sudah menambahkan lebih dari 200 faktor lain yang dipertimbangkan dalam penentuan ranking. Lalu, apakah Google PageRank masih mempengaruhi ranking dan relevan dengan praktik SEO sekarang ini?

Apa itu Google PageRank?

Google PageRank adalah algoritma penentuan ranking yang dikembangkan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada tahun 1990-an. Algoritma ini menggunakan perhitungan matematis untuk menentukan nilai (value) suatu halaman website berdasarkan jumlah dan kualitas link yang diterima. 

Formula penilaian PageRank memperhitungkan inbound link, external link, dan nilai PageRank semua tautan yang ada dalam suatu halaman. Perhitungan tersebut kemudian akan menghasilkan skor dengan rentang 0 sampai 10, dengan 10 sebagai nilai tertinggi. Nilai PageRank yang tinggi mengindikasikan bahwa suatu halaman semakin kredibel dan otoritatif, sehingga Google akan memberikan peringkat yang lebih tinggi di SERP.

Apa itu Google PageRank Toolbar?

Di awal tahun 2000, Google meluncurkan Google PageRank Toolbar untuk membantu mengecek skor PageRank halaman-halaman yang ada di dalam suatu website. Namun, penentuan ranking  di SERP Google kala itu masih sangat sederhana, dengan hanya memprioritaskan nilai PageRank yang tinggi dan keyword density yang baik. Sebagai akibatnya, banyak praktik-praktik black hat yang berkembang untuk memanipulasi posisi website di SERP. Banyak pemilik website yang melakukan trik-trik seperti membuat link farms dan menjual backlinks untuk memanipulasi PageRank dengan membuat backlink yang malah mengandung spam. Akibatnya, kualitas hasil pencarian yang diterima oleh pengguna seringkali tidak relevan dan tidak menjawab search intent pengguna.

Sebagai salah satu untuk menghadapi serangan spam ini, Google bahkan meluncurkan meta tag nofollow”. Sayangnya, lagi-lagi hal ini disalahgunakan untuk memanipulasi SERP. Banyak pihak yang kemudian melakukan taktik “PageRank sculpting”, yaitu praktik menggunakan tag nofollow” untuk mengarahkan PageRank hanya ke halaman-halaman yang mereka inginkan. Untuk menghadapi hal ini, Google kembali memperbarui cara kerja penilaian PageRank dengan membagi rata nilai PageRank ke semua link yang mengandung tag dofollow” pada suatu halaman.

Karena banyaknya trik-trik manipulasi ini, Google memutuskan bahwa visibilitas skor PageRank tidak lagi memberi nilai tambah bagi pengguna. Oleh karena itu Google memutuskan untuk menonaktifkan Google PageRank Toolbar sama sekali, sehingga kita tidak bisa lagi mengecek dan mengetahui skor PageRank website secara pasti. 

Bagaimana cara kerja Google PageRank?

Di awal pengembangannya, cara kerja PageRank relatif sederhana. Keseluruhan algoritma tersebut didasarkan pada links yang diperhitungkan sebagai vote seberapa kredibel suatu website. Dengan sistem perhitungan tersebut, semakin banyak backlink yang diterima suatu halaman, semakin kredibel dan bermanfaat isi kontennya untuk pengguna. Namun, banyaknya usaha manipulasi skor PageRank membuat Google mengubah cara kerja dan perhitungannya. Yang pasti adalah PageRank memperhitungkan tiga faktor utama, yaitu backlinks, internal links, dan external links.

Konsep lain yang menarik untuk diketahui mengenai PageRank adalah seed pages atau seed websites. Seed pages adalah halaman-halaman yang dianggap berkualitas karena mengandung informasi mengenai berbagai topik yang kredibel dan mendapat banyak traffic, biasanya memiliki Domain Authority atau Page Authority yang tinggi. Hasilnya, halaman atau website yang dikutip dalam seed websites dianggap memiliki kredibilitas dan otoritas yang tinggi. Nilai PageRank halaman-halaman yang menerima backlinks dari seed websites pun cenderung lebih tinggi.

Apa saja faktor yang mempengaruhi Google PageRank?

1. Backlinks

Backlinks berperan penting dalam menghasilkan link juice untuk website. Luangkan waktu merancang strategi mendapatkan backlinks berkualitas dari website yang dinilai high authority. Dengan bertambahnya jumlah backlinks dari website berotoritas tinggi (high authority), kita juga berpotensi mendapatkan skor PageRank yang lebih tinggi. Kita dapat membangun backlinks yang berkualitas dan efektif dengan terlibat dan bekerja sama dengan influencer atau key opinion leader di topik yang kita bahas. Membuat konten yang baik dan mudah dibagikan di media sosial juga berpotensi menghasilkan backlinks berkualitas.

2. Internal linking

Internal linking dapat membantu “meneruskan” skor PageRank dari satu halaman ke halaman lain yang ditujunya. Umumnya, homepage suatu website memiliki skor PageRank yang paling tinggi karena sebagian besar website pihak ketiga memberikan backlink ke halaman tersebut. Karenanya, semua link yang mendapat internal link dari homepage berpotensi mendapat skor PageRank yang lebih tinggi dan dianggap lebih otoritatif. 

Kita dapat memaksimalkan potensi internal linking dengan menggunakan Google Search Console. Identifikasi halaman-halaman yang tidak mengandung link (biasanya disebut orphan pages) dan review apakah ada internal link yang dapat ditambahkan.

3. External linking

Seperti yang kita ketahui sejauh ini, links adalah faktor utama dalam PageRank dan bahkan performa SEO termasuk external links. Menambahkan external link secukupnya dapat meningkatkan kredibilitas konten dan web page untuk Google dan pengguna. Selain itu, penempatan external links juga dapat membantu Google memahami koneksi dan relevansi antar halaman.

Apakah Google PageRank masih relevan?

Meskipun kita tidak lagi mengetahui secara pasti skor PageRank website, berbagai narasumber yang bekerja dengan Google dan ahli SEO memastikan bahwa algoritma ini masih digunakan. Namun, PageRank bukan lagi penentu tunggal dalam memperhitungkan tingkat otoritatif website dan peringkatnya di SERP. Google sekarang memperhitungkan lebih dari 200 faktor lainnya dalam menentukan relevansi dan otoritas suatu halaman website

Apakah ada metrik alternatif untuk PageRank?

PageRank adalah metrik pertama yang memperhitungkan tingkat otoritas dalam website dan praktik SEO. Namun, karena kita tidak bisa mengakses skor PageRank, beberapa tool SEO mengembangkan metrik-metrik lain dengan mekanisme penilaian link yang hampir menyerupai. Metrik-metrik ini juga mengevaluasi jumlah dan kualitas link yang tercantum dalam suatu website.

Ahrefs, misalnya, mengembangkan metrik yang disebut “URL Rating (UR)”. URL Rating adalah metrik yang menilai profil backlink dari suatu target URL dengan skala 1 sampai 100. Selain itu, ada juga metrik “Domain Authority” yang dikembangkan oleh Moz yang menilai tingkat otoritas suatu website berdasarkan beberapa faktor, seperti umur link dan jumlah inbound link yang merujuk ke halaman tersebut. Metrik lainnya yang juga layak dpertimbangkan adalah “Citation Flow” dan “Trust Flow” yang dikembangkan oleh Majestic.

Penulis: Septi Liberty
Editor: Yoan Letsoin

The post Panduan Lengkap Google PageRank: Apakah Masih Relevan? appeared first on Marketing Online Indonesia.



This post first appeared on Marketing Online Indonesia, please read the originial post: here

Share the post

Panduan Lengkap Google PageRank: Apakah Masih Relevan?

×

Subscribe to Marketing Online Indonesia

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×