Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

FSC® Terus Lakukan Kampanye Pelestarian Hutan dan Penggunaan Produk Ramah Lingkungan

(ki-ka) : Hartono Prabowo - FSC Indonesia Representative, Mignonne Maramis Akiyama - Communications Senior Advisor Tetra Pak Indonesia, Reza Andreanto - Environment Manager Tetra Pak Indonesia

(ki-ka) : Hartono Prabowo – FSC Indonesia Representative, Mignonne Maramis Akiyama – Communications Senior Advisor Tetra Pak Indonesia, Reza Andreanto – Environment Manager Tetra Pak Indonesia

BusinessReview- Kesadaran konsumen di Indonesia mengenai dan untuk mengkonsumsi produk-produk Ramah Lingkungan masih minim sehingga perlu ditingkatkan.

Poduksi yang ramah lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab konsumen sebagai pengguna tetapi juga produsen, Termasuk untuk produk konsumen berbasis hasil Hutan.

Dalam kurun waktu dua dekade, luas hutan produksi yang produktif  di Indonesia menurun secara signifikan. Pada tahun 1993, terdapat 575 konsesi Hak Pengusahaan Hutan (alam) atau HPH dengan luas areal konsesi seluruhnya mencapai 60,1 juta ha. Namun pada tahun 2013, ada 274 konsesi HPH dengan luas hanya 20,89 juta ha, ditambah 10,1 juta ha Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan jumlah konsesi 254 HTI .

Kondisi ini menjadikan indikasi kesenjangan antara kebutuhan industri pengolahan kayu dan kayu yang dihasilkan oleh HPH dan HTI. HPH diklaim hanya mampu menghasilkan 2,5 juta m3/tahun dari target 9,1 jt m3/tahun, sedangkan pada HTI targetnya 25 juta m3/tahun hanya mencapai 6,9 juta m3/tahun (APHI, 2012).

Kecenderungan ketidak lestarian pasokan bahan baku industri berbasis kayu di Indonesia menunjukkan terjadinya degradasi hutan da ndeforestasi yang cukup besar.  Dengan kata lain, laju kehilangan hutan alam di Indonesia tinggi dan target produksi tidak tercapai.

Skema Sertifikasi FSC telah digunakan di 190 juta hektar hutan di seluruh dunia, dan lebih dari 30.000 industri telah menggunakan Sertifikasi FSC dan angkanya meningkat terus dimana peningkatannya mencapai 81% dihitung sejak tahun 2010 dan 26% pengguna Sertifikasi FSC adalah industri di Asia, sedangkan Eropa 52% (Market Info Pack, 2015).

Hartono Prabowo, FSC Indonesia Representative, mengungkapkan “Dalam hal ini FSC Indonesia perlu secara aktif memperkenalkan skema sertifikasiFSC bagi industri yang berkaitan dengan penggunaan hasil hutan, untuk memastikan bahwa pengelolaan hutandan proses produksi ramah lingkungan, bertanggung jawab, berkelanjutan dan dapat ditelusuri asal-usulnya,” ujarnya.

Lanjut Hartono, target pengenalan sertifiksi FSC tidak hanya menyasar kepada produsen, tetapi perlu juga dilakukan edukasi kepada konsumen agar menggunakan produk-produk yang baik serta ramah lingkungan. Apalagi bila mengingat bahwa pnduduk Indonesia yang telah mencapai 250 juta jiwa merupakan pasar yang besar dan berpotens imenjadi penyebab tidak langsung kerusakan dan kehilangan hutan yang pada akhirnya mengganggu kelestarian hutan dan hasil hutan.

“Dalam skema sertifikasi, konsumen diberikan kemudahan dalam mengenali produk yang dimaksud, karena setiap produk yang di produksi oleh produsen yang telah mengantongi sertifikasi FSC maka dapat memberikan label FSC disetiap kemasanproduknya,” imbuhnya.

Global Market Survey FSC 2014 mengungkapkan bahwa 82% pemegang sertifikat FSC menyatakan mengaku nila iproduknya bertambah dengan adanya sertifikat FSC, 85% menyatakan label FSC membantu mengkomunikasikan strategi CSR mereka kepada public, sedangkan 90% mendapatkan image yang positif dengan menggunakan label FSC.

Menurut survey yang dilakukan oleh Paper Impact pada tahun 2007, 9 dari 10 konsumen di Eropa lebih memilih kemasan dari kertas karena dipandang lebih ramah lingkungan.  Saat ini supermarket besar di Eropa sudah melarang penggunaan kantong plastik belanja bahkan mengenakan pajak penggunaan plastik.  Di Indonesia sejak 2015 Pemerintah dan supermarket besar sudah menerapkan kebijakan untuk mengurangi penggunaan kantong plastic belanja.

Momentum FSC Friday yang merupakan bentuk perayaan produk ramah lingkungan dan bertanggung jawab setiap tahun yang diselenggarakan secara serentak di seluruh dunia, menjadisalahsatu program bagi FSC Indonesia untuk melakukan kampanye dan edukasi kepada konsumen secara lebih luas

Di Indonesia acara FSC Friday 2016 diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti pameran dari produk-produk ramah lingkungan, lomba mewarnai bagi anak-anak, story telling, talk show terkait hutan dan pohon, penampilan Musik dari Musisi PASTO dan masih banyak lagi. Dewi



This post first appeared on Rekomendasi Bisnis Internet : Rekomendasi Bisnis Online Yang Menguntungkan, please read the originial post: here

Share the post

FSC® Terus Lakukan Kampanye Pelestarian Hutan dan Penggunaan Produk Ramah Lingkungan

×

Subscribe to Rekomendasi Bisnis Internet : Rekomendasi Bisnis Online Yang Menguntungkan

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×