Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Pompa Spiral dan Cara Pembuatannya

Warta IPTEK - Apa itu Pompa spiral? Walau terdengar gagah, ia sebenamya alat sederhana untuk menaikkan air dengan memanfaatkan tenaga arus sungai. Ia bukan pula sesuatu yang baru, sudah dikembangkan di negara lain, seperti misalnya, oleh sekelompok pemuda dari DGSA (Danish Guide and Scot Association), Denmark. Mereka telah pula mencoba memanfaatkan energi arus sungai Nil dengan pompa ini, untuk mengairi areal perkebunan buah dan sayur-mayur di Rejaf, Sudan Utara. Di Indonesia, PPT-ITB (Pusat Penelitian Teknologi Institut Teknologi Bandung) itulah yang pernah mencoba Pompa Spiral disain DGSA ini, dengan sedikit modifikasi di sana-sini. Lalu diuji coba di sungai Citarik, Kabupaten Sukabumi.

Konstruksi pompa spiral ini sangat sederhana. Drum oli bekas, yang bertindak sebagai pelampung, dirangkaikan satu dengan lain sehingga membentuk semacam rakit untuk meletakkan kincir yang dililit dengan pipa plastik. Dalam uji coba di sungai Citarik itu, debit pemompaan yang dihasilkan sekitar enam meter kubik per jam, dengan kecepatan arus sungai yang rata-rata 1,6 sampai 1,8 meter per detik; ketinggian angkatnya 7,5 meter. Pompa spiral ini sebenarnya masih mampu memompakan air sampai 10 meter, tapi tentu dengan debit pemompaan yang kurang dari enam meter kubik sejamnya.

Prinsip kerja pompa ini, sekali lagi, tidaklah terlalu rumit. Air yang masuk dalam selang plastik, pada saat proses penyidukan oleh moncong selang, akan bergerak sepanjang selang spiral. Sedangkan udara yang terperangkap, pada saat moncong selang plastik berada di atas permukaan air, akan membentuk ruang-ruang udara dalam selang plastik yang terisi air itu. Air yang diselingi udara inilah yang menghasilkan tekanan kuat hingga mampu memompakan air tujuh sampai 10 meter. Bahasa kerennya, prinsip kerja pompa spiral ini disebut hydrostatic coil pump atau pompa koil hidrostatik.

Jadi, sekali lagi, cara kerja pompa spiral? Begini: Arus air yang berkecepatan rata-rata 1,5 sampai 2,5 meter per detik dimanfaatkan untuk memutar kincir pompa itu. Moncong selang plastik yang sudah diatur sedemikian itu akan bergantian menciduk air dan menangkap udara, hingga dalam lilitan selang plastik itu, akan terisi air dan udara secara berselang-seling. Kondisi inilah yang memungkinkan dihasilkannya tekanan kuat untuk memompakan air ke atas. Sederhana saja, bukan?



Bagaimana Membuatnya
Tertarik untuk membuatnya? Mudah saja. Bahan-bahan untuk membuat pompa spiral ini, sebagai berikut:
1. Drum bekas, isi 200 liter, sebanyak tujuh buah.
2. Pipa ledeng dua inci (sekitar lima sentimeter) sepanjang kurang lebih 20 meter.
3. Besi siku yang tebal, sekitar satu Lengte.
4. Papan, disesuaikan dengan kondisi setempat.
5. Cat meni besi, isi empat kilogram.
6. Bantalan peluru, dua buah.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat pompa spiral ini, sebenarnya, tidak terbatas yang disebut di atas. Bisa disesuaikan dengan bahan setempat. Cuma, ingat, yang sangat dibutuhkan adalah selang plastik; sedangkan untuk kincir bisa dibuat dari bahan bambu.

Bila kincir tidak dibuat dalam kondisi terapung, drum tadi tentu tidak perlu. Kayu, yang ditanam pada dasar sungai, sudah cukup sebagai penopang kincirnya. Yang harus diingat lagi: pompa spiral ini tidak akan berfungsi bila prinsip pompa koil hidrostatik tadi tidak terpenuhi. Karenanya, jelas kreativitas anda tidak dibatasi untuk memodifikasinya. Sedangkan konstruksi dan disain kincir bisa saja disesuaikan dengan bahan-bahan yang tersedia di tempat Anda.

Langkah konstruksi pembuatannya adalah sebagai berikut:
1. Membuat pelampung atau penopang kincir.
2. Membuat kincir.
3. Melilit selang plastik pada kincir.
4. Meletakkan kincir pada pelampung atau penopang.
5. Mengoperasikan kincir.

Perawatan utama yang harus dilakukan, memetik pengalaman uji coba PPT-ITB, adalah membersihkan berbagai sampah sungai yang selalu menyangkut pada kincir pompa itu.

Kalau Anda telah mencobanya dan selalu gagal, cobalah minta nasihat PPT-ITB. Mereka, dengan senang hati, pasti akan membantu kesulitan Anda.


This post first appeared on Warta IPTEK, please read the originial post: here

Share the post

Pompa Spiral dan Cara Pembuatannya

×

Subscribe to Warta Iptek

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×