Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Arti HTTP Codes yang Muncul Pada Browser dan Penting Untuk SEO

Setiap pemilik website, website developer, SEO spesialis, dan profesi apapun yang berkaitan dengan website, pasti pernah menemukan kasus error pada sebuah situs. Saat error inilah biasanya terdapat Kode-kode tertentu sesuai dengan letak kerusakannya. kode-kode inilah yang dinamakan dengan http codes.

Bagi yang sudah lama berkecimpung sebagi blogger dan sejenisnya, pasti sudah sangat memahami berbagai kode yang sering ditemukan ini. Namun yang baru menjadi pemain baru dalam dunia website dan blogger, mungkin akan menemukan kesulitan sekaligus bingung dengan beberapa kode tersebut.

Tapi anda tidak perlu khawatir. Di sini pada artikel ini akan kita bahas lengkap mengenai apa itu http codes sekaligus penjelasan tiap code yang sering diberikan.

Apa Itu HTTP Code?

Gambaran sederhananya, yang dinamakan dengan http codes adalah code jawaban dari server dari data yang diminta oleh browser. User tidak akan menyadari pertukaran ini selama prosesnya berjalan dengan lancar. Berbentuk 3 angka yang memiliki makna berbeda pada tiap gabungannya.

Kode hanya akan terlihat pada ketika terjadi sesuatu yang tidak lancar. Tapi jika lancar-lancar saja, kode ini sengaja tidak ditampilkan dan pertukaran tetap terjadi tanpa pemberitahuan dari server.

Mungkin selama ini anda hanya melihat link langsung terbuka setelah mengetikkan kata kunci dan membuka link yang anda pilih. Dan semua itu terjadi dalam hitungan detik saja. Padahal, dalam hitungan detik itu terjadi sebuah proses yang bisa dikatakan sedikit rumit.

Ketika audiens membuka sebuah link website dari browser, saat itu juga browser akan mengirimkan permintaan pada server website. Dalam hitungan detik setelah permintaan diterima, server langsung mengirim beberapa kode. 

Kode 200 akan dikirimkan jika tidak terjadi kendala. Lalu diikuti dengan konten yang segera ditampilkan. Namun jika terjadi kendala, biasanya akan menampilkan kode 400 dan 500.

Pernah melihat kode 404 pada hasil pencarian? Kode 404 not found merupakan salah satu kode 400. Dimana kode ini memberi penjelasan bahwa terjadi kesalahan pada pihak website. Yang artinya tidak ditemukan halaman sesuai dengan alamat URL yang diketikkan. Bisa jadi salah menulis kalimat URL atau memang karena konten tersebut sudah tidak ada.

Arti Beberapa Http Codes

Secara kode dasar, kode http dibagi menjadi beberapa jenis. Antara lain :

  1. Kode 100 = Berisi informasi
  2. Kode 200 = Permintaan telah sukses dilakukan
  3. Kode 300 = Terjadi pengalihan atau redirection
  4. Kode 400 = Terjadi kesalahan pada client
  5. Kode 500 = Terjadi kesalahan pada server

Kode-kode di atas masih berupa kode yang bersifat umum. Diantara beberapa kode di atas, ada beberapa kode khusus yang berhubungan dengan SEO. Berikut beberapa http status kode yang penting bagi SEO. Antara lain :

1. Kode 200

Ini merupakan kode yang menandakan bahwa server telah berhasil menampilkan konten yang diminta oleh klien. Dengan adanya kode 200 ini menandakan bahwa konten dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada masalah yang menghambat tampilannya.

2. Kode 301

Kode 301 biasa disebut dengan kode moved permanently. Kode ini biasa digunakan ketika ada pengalihan alamat URL. Biasa disebut dengan istilah redirection 301.  Contoh sederhana. Misalkan halaman awal diletakkan pada www.aaa.com. Lalu dipindahkan ke www.bbb.com. Ketika blogger tidak mengaktifkan redirection 301, maka akan terlihat error 404 not found pada halaman. 

Tapi jika mengaktifkannya, maka halaman akan langsung dialihkan pada www.bbb.com. Dan halaman konten akan terlihat di sana.

3. Kode 302

Kode 302 hampir sama dengan 301. Fungsinya untuk melakukan redirection. Bedanya, jika http codes 301 untuk pengalihan permanen, sedangkan untuk 302 digunakan saat pengalihan sementara. Misalnya ketika website sedang dalam maintenance.

4. Kode 403

Atau yang biasa disebut sebagai kode forbidden. Saat menemukan kode ini pada link, berarti permintaan anda tidak bisa dilayani atau ditolak. Website yang biasa menggunakan kode ini adalah website yang hanya bisa diakses oleh user-user tertentu.  Seperti website yang berisi konten dewasa. Dimana perlu verifikasi usia terlebih dahulu. Karena biasanya hanya usia di atas 21 tahun yang boleh mengaksesnya.

Tapi tidak selamanya kode 403 digunakan untuk mengamankan website dari akses user yang tidak seharusnya. Tapi juga bisa sebagai tanda terjadinya salah pengaturan server.  Jadi anda harus memastikan apakah website bisa diakses publik atau hanya user tertentu saja. Agar kode 403 yang ditampilkan sesuai dengan settingan server.

5. Kode 404

Sudah dijelaskan di atas bahwa kode 404 atau yang biasa disebut sebagai not found adalah kode untuk halaman yang tidak ditemukan. Penyebab tidak ditemukannya halaman karena konten telah rusak, expired, hingga dihapus oleh pemilik website.

Kode 404 akan sangat tidak menguntungkan jika anda melakukan optimasi dengan SEO. Karena semakin banyak halaman error 404 not found yang ditemukan, maka ranking website akan turun. Karena robot indexing akan menganggap bahwa website tersebut adalah website yang tidak terurus.

Segera perbaiki jika anda pemilih website yang memiliki halaman 404 ini. Atau minimal berikan penjelasan pada visitors dimana mereka bisa menemukan halaman yang relevan. Jika tidak, pengunjung akan mengira bukan halamannya yang bermasalah. Tapi website secara keseluruhan. Sehingga mereka enggan untuk kembali lagi ke website tersebut. Anda juga harus melakukan redireksi jika diperlukan.

6. Kode 410

Hampir sama dengan 404. Http codes 410 juga menandakan bahwa halaman memang sudah tidak ada. Bedanya, kalau 404 visitor tidak tahu alasan sebenarnya apa yang sebenarnya terjadi dengan link sehingga rusak. Sedangkan kode 410 memiliki alasan yang sudah jelas. Halaman memang sengaja dihapus.

Awalnya konten itu memang ada pada link tersebut. Tapi karena terjadi sesuatu, owner sengaja menghapus link. Sehingga memunculkan kode 410 atau yang biasa disebut sebagai gone. Kode ini juga akan memerintahkan robot indexing untuk menghapus halaman tersebut pada mesin pencarian.

7. Kode 500

Kode 500 sering disebut sebagai kode internal server error. Menandakan memang ada kesalahan dan kerusakan yang terjadi pada website. Penyebabnya beragam. Seperti tidak berfungsinya tulisan hingga kesalahan pengaturan.

Error yang terjadi pada website ini harus segera diperbaiki. Karena jika tidak, akan menurunkan ranking website di mesin pencarian. Bot mesin pencarian akan menandai website dengan kode 500 sebagai website yang tidak sehat.

8. Kode 503

Adalah kode untuk kondisi server unavailable/ service unavailable. Artinya, website tersebut sedang dalam perbaikan sehingga tidak melayani permintaan konten link. Kode ini juga menandakan server sedang down atau tidak bisa diakses.

Pastikan anda menggunakan kode ini ketika sedang melakukan maintenance website. Agar mesin pencarian tidak menandai website tersebut sebagai broken situs yang bisa menurunkan ranking.Demikian penjelasan tentang http codes. Selain kedelapan kode tersebut masih ada kode lainnya. Tapi hanya 8 kode di atas yang berpengaruh langsung pada SEO.

The post Arti HTTP Codes yang Muncul Pada Browser dan Penting Untuk SEO appeared first on Marketing Online Indonesia.



This post first appeared on Marketing Online Indonesia, please read the originial post: here

Share the post

Arti HTTP Codes yang Muncul Pada Browser dan Penting Untuk SEO

×

Subscribe to Marketing Online Indonesia

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×