Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Larangan Memuji Pacar Atau Cewek Orang Lain

Bismillahirahmaanirrahiim

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia lebih sempurna di bandingkan makhluq-makhluq lainya, Allah juga menciptakan kelebihan manusia dari segi akal dan pikiran namun kadang manusia tidak menyadari bahwa kelebihan itu bukan untuk kebangaan, kesombongan, atau suka di puji orang.

Namun manusia kadang suka dipuji karna kelebihan yang dia miliki bahkan dia tidak memilikipun merasa bangga karna telah di puji, hingga dirinya merasa orang yang paling gagah, cantik, pandai, dan merasa orang yang paling sempurna. Padahal tidak semuanya pujian orang itu baik kadang kalanya pujian itu hanya membakar amal kebaikan bahkan bisa menenggelamkan kedalam kehinaan.

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam mendengar seseorang memuji temannya dan berlebihan dalam memujinya maka beliau bersabda:

لَقَدْ أَهْلَكْتُمْ – أَوْ قَطَعْتُمْ ظَهْرَ – الرَّجُلِ

“Sungguh kamu telah mencelakakan -atau mematahkan punggung- lelaki itu.” (HR. Muslim no. 3001)
Kalimat ‘mematahkan punggung’ adalah kiasan dari mencelakakan.


Memuji orang bukanlah perkataan yang benar jika pujian itu tidak sesuwai dengan karakter orangnya bahkan pujian itu bisa haram jika menimbulkan fitnah pujian- pujian yang terlarang adalah:

1. Pujian yang berlebihan.

Suatu contoh seorang pemuda yang sedang merayu gadis dengan berkata “kau bagaikan bidadari, aku tak bisa tidur karna senyum manismu , kaulah segala-galanya untuku dan dll“ perkataan yang berlebihan seperti itu supaya seorang gadis merasa di kagumi hingga senang akan dirinya ahirnya tenggelam kedalam lautan asmara hingga terperosok dalam dosa.


2. Pujian yang mengandung sifat yang tidak melekat pada diri orang yang dipuji.

Memuji seorang yang sifatnya tidak ada pada dirinya seperti “kaulah orang yang paling jujur, kaulah orang yang paling adil, kaulah orang yang berbuat selalu ihklas " padahal orang itu ahli korupsi suka bohong apa yang ia kerjakan selalu mengharap imbalan bahkan ia berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Orang seperti itu sangat di larang untuk di puji

3. Pujian yang menimbulkan fitnah (timbul ujub, menyombongkan diri) pada orang yang dipuji.
Pujian yang akan membuat dirinya sombong janganlah di katakan apalagi karna pujian orang dia memarasa melebihi dari segala-galanya Seperti perkataan “kau paling cantik dan pandai di sekolah ini“ karna pujian orang dia merasa sombong tidak bisa menghargai dengan teman lain hingga ahirnya saling benci membenci dan terjadilah fitnah. Biarpun dia memang orang yang paling cantik dan pintar karna jiwanya tidak mampu di puji maka janganlah di puji

Apakah kamu masih suka merayu cewek cara dengan memuji ..??

Awas hati-hati..!! lihat di tanggan dia siapa tahu dia sudah membawa pasir untuk menaburkan ke mukamu yang ganteng..! Karna dia akan menjalankan perintah Rosulullah

Dari Al-Miqdad bin Al-Aswad radhiallahu anhu dia berkata:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ نَحْثِىَ فِى وُجُوهِ الْمَدَّاحِينَ التُّرَابَ

“Kami diperintahkan oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk menghamburkan pasir ke wajah orang-orang yang memuji". (HR. Muslim no. 3002).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang berlebihan dan kelewat batas dalam memuji karena hal itu akan menimbulkan fitnah dan membahayakan orang yang dipuji. Dia akan merasa tersanjung yang kemudian akan melahirkan ‘ujub (berbangga diri), lalu akan melahirkan kesombongan, lalu akan melahirkan sikap memandang rendah orang lain, dan pada akhirnya akan menganggap semua tindakannya adalah kebenaran, wal ‘iyadzu billah, dosa besar yang melahirkan dosa besar berikutnya. Karenanya, selain melarang orang yang memuji untuk memuji berlebihan, Nabi shallallahu alaihi wasallam juga memerintahkan kepada yang dipuji untuk melindungi dirinya dari semua bahaya tersebut, yaitu dengan cara melemparkan tanah kepada orang yang berlebihan dalam memujinya agar dia berhenti dan tidak mengulanginya.

Imam Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan perkataan Ibnu Baththal rahimahullah: Yang dimaksud hadits tersebut adalah bagi siapa yang memuji orang lain dan pujian itu tidak ada pada orang yang dipuji. Pujian ini juga terlarang jika tidak aman dari ujub (menyombongkan diri) bahwa kedudukan orang yang dipuji memang seperti pujian itu. Maka pujian ini hanyalah menyia-nyiakan amalan dan terlalu membebani diri dengan sifat pujian yang diucapkan. Umar berkata: “Pujian bagaikan sembelihan”.
Adapun jika memuji orang yang benar-benar pujian ada pada dirinya maka seperti itu tidak terlarang. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah dipuji dalam hal sya’ir dan khutbah beliau, namun beliau tidak menghamburkan pasir di hadapan orang yang memuji. Fathul Bari li Ibni Hajar

Rosulullah sholallahu 'alaihiwasam juga pernah memuji para shahabatnya hadits riwayat dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نِعْمَ الرَّجُلُ أَبُو بَكْرٍ نِعْمَ الرَّجُلُ عُمَرُ نِعْمَ الرَّجُلُ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ نِعْمَ الرَّجُلُ أُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ نِعْمَ الرَّجُلُ ثَابِتُ بْنُ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ نِعْمَ الرَّجُلُ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ نِعْمَ الرَّجُلُ مُعَاذُ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْجَمُوحِ

“Sebaik-baik pria adalah Abu Bakar, Umar, Abu Ubaidah, Usaid bin Hudhair, Tsabit bin Qais bin Syammas, Mu’adz bin Jabal dan Mu’adz bin Amru ibnul Jamuh" . (HR. Tirmidzi no. 3795 dan Ahmad 2/419).

Bukanya islam melarang untuk memuji orang, namun Rosulullah SAW memberikan contoh berkata kepada seseorang yang pantas pada dirinya tidak mengada-ngada atau memuji orang lain yang tidak sesuai pada dirinya dan pujian yang hanya membuatnya dirinya sombong. Wallahu a'lam

Refrensi
1-Fathul Bari li Ibni Hajar


. قال ابن بطال : حاصل النهي أن من أفرط في مدح آخر بما ليس فيه لم يأمن على الممدوح العجب لظنه أنه بتلك المنزلة ، فربما ضيع العمل والازدياد من الخير اتكالا على ما وصف به ، ولذلك تأول العلماء في الحديث الآخر احثوا في وجوه المداحين التراب أن المراد من يمدح الناس في وجوههم بالباطل ، وقال عمر : المدح هو الذبح . قال : وأما من مدح بما فيه فلا يدخل في النهي ، فقد مدح - صلى الله عليه وسلم - في الشعر والخطب والمخاطبة ولم يحث في وجه مادحه ترابا



This post first appeared on Munirul Khikam, please read the originial post: here

Share the post

Larangan Memuji Pacar Atau Cewek Orang Lain

×

Subscribe to Munirul Khikam

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×