Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Dampak Virus Zika Bagi Ibu Hamil dan Janin

Dampak Virus Zika Bagi Ibu Hamil dan Janin

Virus Zika adalah virus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk jenis Aedes. Dapat menular melalui hubungan seksual dan membahayakan janin yang dikandung oleh ibu hamil.

Belakangan ini virus Zika begitu santer terdengar beritanya.

Virus Zika ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk jenis Aedes ( Aedes aegypti dan Aedes albopictus) dari penderita yang terlebih dahulu terinfeksi Virus Zika.  Nyamuk penyebar virus Zika banyak hidup digenangan air, didalam mau pun luar ruangan, aktif siang dan malam hari. Virus Zika masih satu keluarga nyamuk Demam Berdarah (Dengue).


Dampak Virus Zika Bagi Ibu Hamil dan Janin



Virus Zika sendiri pertama sekali ditemukan pada seekor monyet di Uganda. Pada tahun 2015 lalu kasus virus Zika ditemukan di Jambi, Indonesia.

Virus Zika dapat menyebar dan menjangkiti manusia melalui :
- gigitan nyamuk aedes
- hubungan seksual
- transfusi darah (masih dalam penelitian )
- ibu hamil yang terinfeksi virus Zika akan spontan menulari pada janin yang dikandungnya


Gejala yang timbul akibat virus Zika
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri sendi dan otot
- Mata merah, nyeri dibelakang mata
- Ruam

Gejala dapat berlangsung selama seminggu dan biasanya penderita hanya menganggapnya sebagai demam biasa terlebih lagi tidak melakukan pengobatan atau pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit. Seseorang  yang telah terinfeksi virus Zika akan cenderung terlindungi dari infeksi virus yang sama di masa depan. Demikian seperti yang dirilis oleh Centers for Disease Control and Prevention

Resiko virus Zika bagi ibu hamil

Yang membuat saya bergidik setelah membaca resiko jika virus ini terinfeksi pada ibu hamil. 

Seorang ibu yang terinfeksi virus zika dapat menularkan virus ini pada janinnya yang dapat berdampak terjadi kerusakan otak pada janin dan Mikrosefalus/ Microcephaly  juga dapat menjadi penyebab bayi cacat lahir jika telah terinfeksi saat hamil.

Baca juga : Awas! Kekurangan Vitamin ini bisa sebabkan gangguan pada Janin

Mikrosefalus adalah kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil dari ukuran kepala rata-rata berdasarkan umur dan jenis kelamin. Kepala dikatakan lebih kecil jika ukuran lingkar kepala kurang dari 42 cm atau lebih kecil dari standar deviasi 3 di bawah angka rata-rata.

Mikrosefalus seringkali terjadi akibat kegagalan pertumbuhan otak pada kecepatan yang normal. Beberapa penyakit yang memengaruhi pertumbuhan otak dapat menyebabkan mikrosefalus. Mikrosefalus seringkali berhubungan dengan keterbelakangan mental. Mikrosefalus dapat terjadi setelah infeksi yang menyebabkan kerusakan pada otak pada bayi yang sangat muda (misalnya meningitis dan meningoensefalitis) - wikipedia.

Berdasarkan hal ini, disarankan kepada ibu hamil untuk TIDAK :
- melakukan traveling ke daerah atau negara rawan adanya kasus Virus Zika .
- melakukan hubungan seksual tanpa pelindung  (kondom) dengan pasangan yang terinfeksi Zika atau baru saja pulang dari daerah atau negara rawan Zika. Walau pun pada saat itu pasangan sedang tidak mengalami gejala Zika atau pun sama sekali tidak pernah mengalami gejala Zika.
- Lebih disarankan lagi, sama sekali tidak melakukan hubungan seksual saat kehamilan

Bagi wanita yang kemungkinan terpapar virus Zika dan sedang merencanakan kehamilan lebih baik konsultasikan pada dokter terlebih dahulu kapan sebaiknya anda hamil setelah kemungkinan terpapar virus Zika.

Jika traveling ke daerah atau negara yang rawan virus Zika.
  1. Disarankan kepada ibu hamil untuk TIDAK melakukan traveling ke daerah atau negara rawan Zika.
  2. Segera konsultasi dan lakukan pemeriksaan sepulang dari daerah atau negara yang beresiko banyak terdapat kasus virus Zika.
  3. Bagi pria yang baru saja melakukan perjalanan atau pulang dari daerah rawan virus Zika disarankan untuk menggunakan pelindung (kondom) saat melakukan hubungan seksual minimal 6 bulan walau pun tidak mengalami gejala dan jika mengalami gejala minimal 6 bulan terhitung sejak gejala awal.
  4. Bagi wanita yang baru melakukan perjalanan di daerah rawan Zika disarankan untuk menggunakan pelindung (kondom) saat melakukan hubungan dengan pasangan minimal 8 minggu jika tidak ada gejala dan 8 minggu sejak anda dinyatakan gejala Zika.

Negara - negara rawan virus Zika dan telah dikenakan travel notice :
Africa:  Angola, Guinea-Bissau
Asia:  Maldives, Singapore

The Caribbean:  Anguilla; Antigua and Barbuda; Aruba; The Bahamas; Barbados; Bonaire; British Virgin Islands; Cayman Islands; Cuba; Curaçao; Dominica; Dominican Republic; Grenada; Guadeloupe; Haiti; Jamaica; Martinique; Montserrat; the Commonwealth of Puerto Rico, a US territory; Saba; Saint Barthelemy; Saint Kitts and Nevis; Saint Lucia; Saint Martin; Saint Vincent and the Grenadines; Sint Eustatius; Sint Maarten; Trinidad and Tobago; Turks and Caicos Islands; US Virgin Islands

Central America:  Belize, Costa Rica, El Salvador, Guatemala, Honduras, Nicaragua, Panama

The Pacific Islands:  American Samoa, Fiji, Marshall Islands, Micronesia, Palau, Papua New Guinea, Samoa, Solomon Islands, Tonga

South America:  Currently includes: Argentina, Bolivia, Brazil, Colombia, Ecuador, French Guiana, Guyana, Paraguay, Peru, Suriname, Venezuela


Negara Beresiko Virus Zika


Negara-negara lain dengan resiko virus Zika :
Africa: Benin, Burkina-Faso, Burundi, Cameroon, Central African Republic, Chad, Congo (Congo-Brazzaville), Côte d’Ivoire, Democratic Republic of the Congo (Congo-Kinshasa), Equatorial Guinea, Gabon, Gambia, Ghana, Guinea, Kenya, Liberia, Mali, Niger, Nigeria, Rwanda, Senegal, Sierra Leone, South Sudan, Sudan, Tanzania, Togo, Uganda

Asia: Bangladesh, Burma (Myanmar), Cambodia, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Philippines, Thailand, Vietnam.

Bagaimana cara mengobati akibat Virus Zika?
Untuk saat ini belum ada obat secara spesifik khusus untuk menyembuhkan virus Zika. Konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Bagaimana cara mencegah virus Zika?
  • Dengan menggunakan obat Anti Nyamuk
  • Kemungkinan pencegahan terpapar virus Zika dari gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang yang cukup tebal hingga terhindar dari gigitan nyamuk.
  • Jangan gunakan anti nyamuk oles pada bayi dibawah 2 bulan dan hindari menggunakan produk yang mengandung minyak lemon eucalyptus atau para mentane Diol  (khususnya yang mengandung p-menthane-3,8-diol (PMD) yang sering digunakan dalam produk oles anti nyamuk) pada anak usia dibawah 3 tahun.

Pencegahan di rumah
Gunakan pendingin ruangan (AC) ,  gunakan kelambu saat tidur, tutup rapat pintu dan jendela, gunakan alat yang dapat mengusir nyamuk (atau mengendalikan nyamuk agar tidak dapat masuk ke dalam rumah).
Bagi yang memiliki bayi sangat disarankan menggunakan kelambu bayi.

Pencegahan penularan dari hubungan seksual :
Gunakanlah pelindung (kondom) atau tidak melakukan hubungan seksual sama sekali.

Pulang bepergian dari daerah/ negara rawan Virus Zika :
Segera konsultasi pada dokter dan lakukan medical check up.

Jika diduga terpapar virus Zika sebaiknya segera cek ke dokter atau rumah sakit, istirahat yang cukup , minum cairan yang mencegah dehidrasi,  minum obat yang mengandung asetaminofen untuk mengurangi demam dan rasa sakit, jangan meminum obat yang mengandung aspirin.


Kesimpulan :
  • Yang perlu diwaspadai adalah virus Zika terkadang tidak menimbulkan gejala yang sangat akut sehingga seseorang yang telah tertular tidak menyadari adanya virus Zika di dalam tubuh.
  • Ibu hamil yang tertular virus Zika dapat membahayakan janin berupa cacat lahir.
  • Wanita yang pernah terkena virus Zika dan merencanakan kehamilan sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum hamil.
  • Cari tau tentang daerah atau negara yang akan anda kunjungi apakah terdapat kasus virus Zika.
  • Waspada dengan melakukan medical check up setelah anda pulang bepergian dari suatu tempat yang rawan virus Zika.
  • Gunakan kelambu pada bayi untuk melindungi gigitan nyamuk.

Demikianlah semoga para bunda dan para calon ibu dapat lebih hati-hati dan waspada jika melakukan travelling , lebih baik mencegah daripada mengobati.  Terutama bagi ibu hamil, janganlah menganggap sepele suatu penyakit atau virus yang dapat berdampak pada janin atau bayi yang sedang dikandung. Bukankah kita harus menjaga secara maksimal titipan anugerah terbesar dari Tuhan tersebut?

Semoga bermanfaat,

Salam, Mama Keizha


This post first appeared on Mama Keizha, please read the originial post: here

Share the post

Dampak Virus Zika Bagi Ibu Hamil dan Janin

×

Subscribe to Mama Keizha

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×