Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Batang Gelagah

Sebatang Gelagah di bibir sebuah telaga bening. Ia bergoyang meliuk ke sana ke mari menuruti irama hembusan angin sepoi. Ia cuman sebatang saja. Yang lain telah lama layu dan mati, sedangkan yang baru belum lagi muncul. Namun dalam kesendiriannya ia bergerak, ia meliuk tanpa keluh dan kesah.

Ketika ia menunduk, ia melihat bayangan dirinya di beningnya telaga biru, dirinya yang berada dalam hening namun tak merasa sepi. Ia melihat dirinya yang sedang menari penuh senyum bersama hembusan angin segar. Tak Ada penonton yang memberikan tepukan meriah, tak ada suara sorakan gempita. Tak ada aku dan anda yang memperhatikannya. Namun ia tetap meliuk. Ia tetap menari. Ia menari untuk mensyukuri hadiah hari ini dan hari kemarin. Ia mempersembahkan tariannya hari ini buat hari esok.

Betapa sering aku menantikan Orang Lain memberikan kata-kata peneguhan yang tak pernah muncul. Betapa Sering Aku melimpahkan semua masyalahku pada sesuatu di luar diriku. Betapa aku sering lupa, kalau aku harus mengerti Diriku Sendiri Lebih dari pada dimengerti oleh orang lain, bahwa aku harus mencintai diriku sendiri lebih dahulu sebelum aku dicintai orang lain. Aku harus belajar menari – seperti batang gelagah di bibir telaga itu – walau tak seorangpun bertepuk tangan memberikan sorakan.

Terima kasih batang gelagah yang gemulai, yang hidup da
… baca selengkapnya di Batang Gelagah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1


Filed under: Uncategorized


This post first appeared on Reza Lubis – Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan, please read the originial post: here

Share the post

Batang Gelagah

×

Subscribe to Reza Lubis – Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×