Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

3 Keteladanan Nabi Ibrahim (Bag. 1)

Sesungguhnya taqwa itu pesan Allah kepada seluruh ummat manusia sepanjang zaman, dari waktu ke waktu, umat berganti umat, kurun berganti kurun  sejak manusia  diciptakan. Karenanya, Allah mengutus para rasul sebagai contoh dan tauladan ketaqwaan dan kesalehan.

Allah juga memberi meraka ke-ma`ashum-an, dan sifat shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Dan Allah turunkan kitab-kitab kepada mereka sebagai panduan hidup dan kehidupan ummatnya yang bertaqwa. Di dalam tafsir Ibnu Katsir diterangkan bahwa Allah menurunkan 313 rasul dan 124 000  ribu nabi.

Diantara para rasul yang djadikan teladan adalah Nabi Ibrahim As, dalam kesempatan Idul Adlha ini sangat penting kita ingat kita sebut dan kita renungkan kembali kemudian kita teladani.Ibrahim AS. selain beliau nabi pilihan yang mendapat gelar kholilullah (kekasih Allah) juga disebut Abul anbiya (bapak dari para Nabi) karena Nabi-nabi sesudah beliau adalah dari zduriyahnya (keturunannya) nabi-nabi bani Israil Nabi Ishaq, Ya`qub Yusuf Syuaib Harun, Musa sampai nabi Isa As. Dan demikian juga junjungan Nabi kita Muhammad SAW, bin Abdullah, bin Abdil Mutholib, bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushoy bin Kilab, bin Murroh bin Ka`ab, bin Luay, bin Gholib, bin Fihir, (Fihri dilaqobi Quroisy) bin Malik bin Nadlor, bin Kinanah bin Khuzaimah, bin Mudrikah bin Ilyas, bin Mudlor bin Nizar bin Ma`ad bin `Adnan bin Nabi Isma`il bin Ibrahim AS.

Ibrahim As oleh Yahudi diklaim sebagai Yahudi, oleh kaum Nasrani diklaim sebagai pengikiut Nasran, dan kaum musyrikin mengklaim bahwa mereka mengikuti millah Ibrahim.

Untuk menolak anggapan mereka Allah turunkan ayat kepada Nabi Muhammad SAW:

ما كان إبراهيم ييهوديا ولانصرنييا  ولكن كان حنييفا مسلما وما كان من المشركين  

“Ibrahim bukanlah Yahudi dan bukanlah Nasrani akan tetapi dia adalah yang bersih dan muslim dan dia bukan orang yang mensekutukan Allah” (QS. Ali Imran: 67)

Selanjutnya dalam ayat yang lain Allah tunjukkan, dan Allah perintahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, agar menyampaikan :

1. Keteladanan dan keberaniannya ketika ingin mengubah masyarakatnya dan penguasanya dari penyembahan kepada materi, benda dan berhala-berhala kepada mengesakan Allah SWT.

Kalimat tauhid/kalimatul ikhlas laa ilaaha illallahbahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Terlebih dahulu Ibrahim As. Menyampaikannya kepada ayahnya, dengan bahasa yang santun beliau sampaikan pemahaman. Sebagaimana telah dikisahkan dalam Al-Quran :  

واذكرفي الكتاب إبراهيم إنه كان صد يقا نبيا- إذ قال لأبيه يا أبت لم تعبد مالايسمع ولايبصر ولايغنى عنك شيئا – ياأبت إني قد جاءني من العلم ما لم يأ تك فاتبعني أهدك صراطا سويا – يا أبت لا تعبد الشيطان إن الشيطان كان للرحمن عصيا – يا أبت إني أخاف أن يمسك عذاب من الرحمن فتكون للشيطان وليا – قال أراغب انت عن ألهتي يا ابراهيم لئن لم تنته  لأرجمنك واهجرني مليا -  قال سلام عليك سأستغفرلك ربي انه كان بي حفيا .

Dan ingalah dalam kitab Ibrahim sesungguhnya dia adalah orang yang benar lg seorang nabi, ingatlah ketika ia berkata kepada ayhnya wahai ayahku kenapa engkau meyembah apa-apa yang tidak bisa mendengar dan tidak bisa melihat? wahai ayahku sesungguhnya telah sampai kepadaku whyu, apa-apa yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku aku tunjukkan jalan yag lurus, wahai ayahku janganlah engkau menyembah setan sesungguhnya setan itu bermaksiat kepada Allah. Wahai ayahku sesungguhnya aku takut azdab Allah akan mnimpamu sehingga setan menjadi temanmu. Lalu ayah Ibrahim berkata kepada Ibrahim, Hai Ibrahim apakah engkau membenci tuhan- tuhabku? Sungguh jika  engkau tidak berhenti membencituhan-tuhanku sungguh aku akan merajammu dan pergilah segera dariku. Ibrahim berkata semoga engkau selamat dan aku akan mendoakan untukmu agar Allah Tuhanku mengampunimu sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.(Q.S. Maryam 41-47).

Ajakan ibrahim kepada ayahnya mendapat penentangan yang keras sehingga ibrahim diusir ayahnya.sekalipun demikian ibrahim tetap baik dengan ayahnya dan tetap mendoakannya, Lalu Ibrahim AS. membuktikan kepada masyarakatnya bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbuat apa-apa dengan menghancurkan berhala-berhala sembahan penguasa namrud dan kaumnya, sehingga Ibrahim dimasukkan ke dalam api sebagai penyiksaan terhadapnya, kemudian Allah menolongnya dengan menjadikan apinya namrud dingin dan Ibrahim selamat tanpa ada bekas luka sedikitpun.
        
قل يا نار كو ني بردا وسلاما على إبراهيم



KH Abdul Manan


This post first appeared on Musholla RAPI Online, please read the originial post: here

Share the post

3 Keteladanan Nabi Ibrahim (Bag. 1)

×

Subscribe to Musholla Rapi Online

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×