Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Peresmian Masjid Baitul Adhim Ngaringan, Dari Jalan Sehat Hingga Santri Bersholawat


Masjid Jami’ Baitul Adhim yang terletak di Dukuh Ngaringan, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog Kudus telah selesai direnovasi. Dalam rangka tasyakuran atas renovasi masjid, panitia Pembangunan beserta Pengurus masjid mengadakan serangkaian acara untuk masyarakat umum yang puncak acaranya berupa pengajian bertajuk Santri Bersholawat.

Kegiatan acara tasyakuran telah diawali dengan khataman al qur’an sehari semalam yang dimulai pada malam Jumat tanggal 18 Oktober 2018 dan selesai sebelum jumatan di Masjid Jami’ Baitul Adhim. Kegiatan yang diikuti warga sekitar bersama para santri tersebut mengkhatamkan 30 Juz al Qur’an secara bersama-sama. Hari sabtu 20 Oktober 2018 dilanjutkan dengan khataman alqur’an bil ghoib dan malam ahadnya dilanjutkan dengan acara selamatan yang diisi dengan doa dan makan bersama.

Foto: Saiful Anas
Hari Ahad 21 Oktober 2018 telah berlangsung jalan sehat yang diiringi dengan parade drum band dan diikiuti oleh warga masyarakat Klumpit dan juga dari luar Klumpit. Dalam jalan sehat yang dimulai pukul 06.00 WIB juga memperebutkan door prize yang hadiah utamanya adalah dua buah sepeda bernialai jutaan Rupiah. Malam harinya, acara dilanjutkan dengan istighosah kubro. Para peserta secara bersama-sama berdoa untuk kemaslahatan renovasi Masjid Baitul Adhim serta berdoa untuk kebaikan bangsa dan Negara Indonesia.

Pagelaran seni rebana juga tak lepas dari rangkaian acara yang berlangsung pada malam 22 Oktober 2018, apalagi malam tersebut merupakan malam Hari Santri Nasional yang diperingati secara khusus di Kabupaten Kudus setiap tahunnya. Penampilan Rebana Al Mubarrok Qudsiyyah beserta Gus Apank memberikan suasana tersendiri di Ngaringan Klumpit malam itu. Sementara itu, keesokan malamnya, pagelaran seni rebana dilanjutkan dengan Festival Terbang Papat yang khas Kudus itu, terutama di kalangan warga Kecamatan Gebog.

Foto: Al Mubarrok Qudsiyyah
Rabu 24 Oktober 2018, panitia kegiatan juga akan melibatkan kesenian teater dari desa Ngaringan Klumpit. Teater Sentono akan tampil dalam pentas berjudul Dalang dan Wayang. Pentas ini disutradarai oleh Maulana Syafi’i. Berlangsung pada malam Kamis ba’da sholat isya, pagelaran seni teater tersebut akan digelar di Halaman Masjid Baitul Adhim.

Puncak acara peresmian Renovasi Masjid Baitul Adhim akan diselenggarakan pada hari Jumat 26 Oktober 2018 ba’da isya dengan tajuk Santri Bersholawat. Santri Bersholawat akan engundang Majelis Az Zahir Pekalongan dan Habib Ali Zainal Abidin. Acara yang sejatinya dijadwalkan pada 6 Oktober 2018 tersebut diundur mengikuti rilis jadwal Majelis Az Zahir bulan Oktober 2018. Sementara itu, mauidhoh hasanah akan disampaikan oleh Romo KH. Ulil Albab Arwani dan Gus Nadhif.

Dari informasi yang kami peroleh dan spanduk yang dipasang di Pertigaan Jalan Bae Besito, acaraini juga direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi.


This post first appeared on Musholla RAPI Online, please read the originial post: here

Share the post

Peresmian Masjid Baitul Adhim Ngaringan, Dari Jalan Sehat Hingga Santri Bersholawat

×

Subscribe to Musholla Rapi Online

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×