Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Bukti Keturunan Rasulullah SAW Masih Ada (2)

Sebagian orang ada juga yang berpendapat bahwa Keturunan Rasulullah SAW terputus, mereka beranggapan bahwa keturunan yang sekarang ini bukanlah keturunan dari anak laki-laki melainkan dari anak perempuan Rasulullah SAW yaitu Sayidah Fatimah. Sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah :

Bila seseorang mempunyai seorang putri (anak perempuan), dan ketika beranjak dewasa dinikahkan, kemudian dari pernikahan tersebut mempunyai keturunan (anak), apakah anak yang lahir tersebut bukan cucunya?

ذَ لِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْ تِيْهِ مَن ْ يَشَآءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ (المـــائدة : )

“ Itu adalah Anugrah dari Allah, Ia memberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (pemberiannya), lagi Maha Mengetahui”. Q.S. Al Maidah : 54

Kalaupun hal tersebut tidak berlaku, maka sesungguhnya hal tersebut adalah khususiah (anugrah semata) dari Allah yang tidak berlaku untuk umum melainkan khususiah untuk Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Beliau mendapat banyak khususiah lain yang tidak berlaku kecuali untuk beliau, seperti beristri lebih dari 4 (empat) wanita sekaligus. Khususiah ini disampaikan oleh lisan Baginda Rasululloh dalam sabdanya : “setiap anak bernisbah kepada ayahnya kecuali anak-anak Fathimah, akulah wali dan nisbahnya” (H.R. Hakim).

Al Imam Musa Al Kadzim bin Ja’far Ashshodiq bin Muhammad Al Baghir bin Ali Assajjad bin Al Husen putra Imam Ali dan Sayidah Fatimah binti Muhammad Rasulullah SAW, pernah ditanya oleh Harun Ar Rasyid “Kalian mengaku keturunan Nabi Muhammad, bukankah seseorang bernisbah kepada kakek dari ayah bukan kakek dari ibu?” Al Imam Musa membaca Surat Al An’am, ayat 84-85 yang berbunyi Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya’qub kepadanya. kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) Yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. - Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. semuanya Termasuk orang-orang yang shaleh”. Lalu Beliau berkata “Bukankah Nabi Isa tidak mempunyai ayah?” tetapi dalam ayat ini Nabi Isa dikelompokan dalam cucu keturunan Nabi Nuh AS, begitu pula yang terjadi pada kami”.

Di dalam Shohih Bukhori diriwayatkan ketika seseorang bertanya cara bersholawat, maka Rasulullah SAW mengajarkan :

اللهم صل على محمد وازواجه وذريته

Ya Allah Bersholawatlah atas Muhammad dan Istri-istrinya dan keturunannya” 

Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW bersabda “Akan datang seseorang dengan membawa keadilan, namanya seperti namaku, nama ayahnya seperti nama ayahku (dialah) Al Mahdi keturunanku dari Fathimah”. HR. Aththobaroni

Dalam Shohih Muslim dimana Beliau berwasiat kepada umat dalam sebuah khutbahnya untuk berpegang teguh pada dua hal, Al Qur’an dan (ulama) dari keturunan beliau (tidak akan sesat). Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berpegang teguh pada keduanya maka ia tidak akan sesat dan keduanya tidak akan hilang hingga kiamat”. HR. Muslim, Hadits ke 4425.

Bahkan Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Mufti resmi kerajaan Saudi Arabia dari kalangan Mazhab Al Wahabiyah (yang penganutnya tidak percaya ada keturunan rasul) memberi keterangan yang dimuat dalam Majalah “Al Madinah”, Hal 9, No: 5692, tanggal 7 Muharram 1402 H (24 oktober 1982 M), bahwa : Keturunan atau Ahlul bait Rasulullah SAW memang ada, yang silsilahnya berasal dari Al Hasan RA, dan ada pula yang berasal dari Al Husen RA.

Bila ada keturunan Rasulullah SAW yang melanggar syariat (bermasksiat) maka tidak boleh ditiru dan tetap bersalah, begitu pula bila ada seseorang yang mengaku keturunan Rasulullah (Habib/Sayyid), kemudian bertingkah laku yang meresahkan atau kurang baik, maka hal tersebut terjadi kemungkinan karena salah satu dari tiga hal yaitu :

a. Boleh jadi orang tersebut hanyalah mengaku-ngaku saja untuk mencari keuntungan atau manfaat dunia semata, bahkanpula sengaja ingin mencemarkan nama baik keturunan Rasulullah SAW, dan itu sudah banyak terjadi. Hal ini biasanya didasari oleh rasa hasud.

b. Bisa jadi orang tersebut hanya orang arab biasa yang mengaku-ngaku keturunan Rasulullah SAW yang bertujuan sama. Setiap keturunan Rasulullah SAW (sayid atau Habib) adalah orang Arab, tetapi tidak semua orang Arab itu keturunan Rasulullah SAW.

c. Bisa jadi orang tersebut benar-benar keturunan Rasulullah SAW yang berakhlaq tidak baik dan mempunyai kebiasaan yang kurang baik, namun satu hal yang perlu diingat bahwa mereka manusia juga, bukan malaikat yang tidak punya nafsu dan tidak tergoda oleh syetan. 

Allah SWT berfirman dalam Surat Al Ahzab, ayat 33 : “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

Dan ulama berkata : tidak disebut pensucian bila tidak ada kotoran, sesuatu yang disucikan adalah karena sebelumnya ada kotoran. Oleh karena itu kita jangan diam bahkan dianjurkan untuk menasehati atau menegurnya, dan itu merupakan salah satu bentuk cinta dan perhatian kita. Bukankah Rasulullah SAW akan merasa senang jika ada yang memperhatikan keturunannya?



Habib Muhammad Bin Alwy Al Haddad


This post first appeared on Musholla RAPI Online, please read the originial post: here

Share the post

Bukti Keturunan Rasulullah SAW Masih Ada (2)

×

Subscribe to Musholla Rapi Online

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×