Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Gejala TBC (Tuberculosis) Pada Anak

             Ada beberapa gejala Penyakit Tbc (Tuberculosis) pada anak, salah satunya adalah batuk yang lama dan berulang-ulang. Karena itu, waspadalah jika anak Anda batuk dan tidak sembuh-sembuh. Sebab itu merupakan salah satu gejala penyakit TBC pada anak.

Penyakit Tuberkulosis (TB atau TBC) pada anak memang berbeda dengan penyakit TBC pada orang dewasa. Penyakit TBC pada anak menginfeksi primer di parenkim paru yang tidak menyebabkan refleks batuk, sehingga jarang ditemukan gejala penyakit TBC yang khas seperti batuk berdahak.

Pada parenkim paru ini juga kuman cenderung lebih sedikit, maka penyakit TBC tidak menular antara sesama anak. Penyakit TBC sangat mudah menular dari orangtua ke anak, tapi penyakit TBC tidak menular dari anak ke anak.

Penyakit TBC adalah penyakit serius yang gampang menular secara langsung melalui udara. Anak-anak dengan kekebalan tubuh buruk paling rentan tertular penyakit TBC dari orang dewasa yang positif TBC. Tapi penyakit TBC tidak menular antara sesama anak.

Gejala penyakit TBC pada anak lebih susah didiagnosis karena bukan merupakan gejala khas TBC. Pada anak jarang ditemukan gejala TBC seperti batuk berdahak seperti yang diderita pada orang dewasa. Dan seringkali terjadi salah diagnosa, karena gejala yang dialami bisa juga merupakan gejala penyakit lain.

Gejala penyakit TBC (Tuberculosis) pada anak bisa ditandai dengan tanda-tanda berikut :
- Demam lama atau berulang, tapi tidak terlalu tinggi
- Tidak ada nafsu makan (anoreksia)
- Berat badan tidak naik-naik
- Malnutrisi atau gangguan gizi
- Multi L (lemah, letih, lesu, lelah, lemas letoy, loyo, lambat)
- Batuk lama atau berulang, tetapi tidak berdahak (tapi seringkali ini merupakan gejala asma)
- Diare berulang

Gejala penyakit TBC di atas merupakan gejala khas yang biasa terjadi pada penderita penyakit TBC. Namun tidak bisa dijadikan patokan, sebab gejala yang sama kadang mengindikasikan penyakit lain.

Diagnosis penyakit TBC pada anak tidak bisa dilakukan dengan uji dahak (sputum test), karena memang jarang pasien TBC anak mengalami batuk berdahak. Selain itu, foto rontgen pada anak juga tidak bisa memberikan diagnosa yang tepat. Maka diperlukan uji Tuberkulin atau uji Mantoux.

Uji Tuberkulin dilakukan dengan menyuntikkan tuberkulin PPD intrakutan di volar lengan bawah. Reaksi obat dapat dilihat 48 sampai 72 jam setelah penyuntikan. Uji Tuberkulin positif menunjukkan adanya infeksi TBC.

Ketika seorang anak sudah menderita penyakit TBC aktif yang awalnya berupa Gejala TBC saja, maka seluruh anggota keluarga dan orang dewasa lain yang kontak dekat dengan si anak harus diperiksa untuk mencari sumber penularan dan segera diobati, agar rantai penularan dapat dihentikan. (detikhealth)

Info artikel menarik lain silahkan baca Mengenal Lebih Dekat Penyakit Asma Pada Anak.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang bisnis masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari infonya DISINI.



This post first appeared on Dunia Alat Kedokteran, please read the originial post: here

Share the post

Gejala TBC (Tuberculosis) Pada Anak

×

Subscribe to Dunia Alat Kedokteran

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×