Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Bahaya bahan pengawet makanan bagi ginjal

Makanan kemasan kaleng atau kertas selalu disajikan karena praktis. Tapi apakah pernah terpikir bahaya Bahan Pengawet makanan bagi ginjal?. Seberapa sering anda konsumsi makanan instan dalam sehari?. Pernahkah anda atau anak anda merasakan sakit perut setelah makan makanan kemasan?. Apa sebabnya?. Adakah bahan pengawet makanan dapat meracuni lambung?. Bahan pengawet berurusan dengan masa layak dikonsumsi oleh kita, tentu ada sisi negatif jangka panjang yang perlu anda perhatikan jika selama ini anda dan keluarga konsumsi makanan kemasan, yaitu kesehatan ginjal. Ginjal berfungsi menyaring makanan dan menetralkan racun dalam tubuh yang berbahaya. Dan didalam ginjal, bahan pengawet akan menumpuk dan bisa membahayakan fungsi ginjal bila pola hidup kurang sehat ini terus dilakukan. Bagaimana bahaya bahan pengawet makanan bagi kesehatan ginjal?. Mari kita bahas dalam artikel hidup sehat berikut ini.

Apa dampak jangka pendek bahan makanan bagi kesehatan kita?

Dampak atau efek yang bisa ditimbulkan oleh bahan pengawet pada makanan bisa sangat bervariasi tergantung usia serta riwayat kesehatan seseorang. Mengetahui berbagai bahaya dari bahan pengawet dapat membantu anda mencegah dampak merugikan tersebut, agar tidak terjadi pada diri anda. Berikut ini bahaya-bahaya bahan pengawet yang bisa ditimbulkan baik jangka pendek dan jangka panjang :

1. Kesulitan Bernafas
Bahaya dari bahan pengawet adalah dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan bernafas. Menurut mayoclinic.com, mengurangi konsumsi makanan berbahan pengawet bisa menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan resiko terhadap penyebab asma.

Dari salah satu artikel pada laman website tentang kesehatan tersebut juga menyebutkan, beberapa bahan pengawet seperti aspartame, benzoate dan sulfit merupakan 3 bahan pengawet yang banyak ditemukan pada makanan yang sering dikonsumsi. Dampak kesehatan dari ketiga bahan pengawet tersebut adalah bisa mengakibatkan keulitan untuk bernafas seperti asma dan masalah kesulitan pernafasan lainnya.

2. Iritasi Kulit
Bahan pengawet yang terdapat di dalam makanan olahan memang sangat beragam jumlahnya. Bahan pengawet seperti sulfit yang terdapat pada makanan, jika dikonsumsi oleh mereka yang memiliki alergi terhadap sulfit bisa menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit. Bahkan kondisi alergi yang parah bisa menyebabkan seseorang mengalami kesulitan bernafas, bahkan diare.

3. Infeksi Sistem Pernafasan
Bahan pengawet juga sering kita jumpai pada komposisi bahan makanan, yang digemari oleh anak-anak. Bahan pengawet seperti nitrate dan nitrite ditemukan pada produk olahan daging seperti sosis, daging pada hamburger, hot dog, dan juga kornet daging sapi. Bahaya makanan cepat saji melalui bahan pengawetnya ini, biasanya banyak dikonsumsi oleh anak-anak. Jika bahan pengawet sudah menumpuk di dalam tubuh anak dan menyebar, bisa mengakibatkan terjadinya infeksi pada sistem pernafasan (Baca : Bahaya Junk Food).

4. Diare
Kandungan bahan pengawet pada makan misalnya nitrite atau nitrate juga bisa menimbulkan efek jangka pendek yang tidak kalah merugikan. Efek dari kedua jenis bahan pengawet ini bisa membuat seseorang mengalami diare setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet tersebut.

5. Rasa Terbakar di Tenggorokan
Saking banyaknya berbagai macam makanan yang bebas dijual dipasaran saat ini, banyak produsen – produsen makanan nakal yang mencari keuntungan dengan tidak memikirkan dampaknya bagi kesehatan pelanggan. Mereka tak jarang mencampurkan bahan pengawet berbahaya yang penggunaannya saja dilarang oleh pemerintah, misalnya penggunaan botaks dan formalin.

Padahal penggunaan kedua bahan kimia tersebut sangat dilarang keras untuk mengawetkan makanan. Jika kita mengkonsumsi makanan dengan kandungan boraks atau formalin yang tinggi maka efeknya dapat secara langsung menyebabkan tenggorokan terasa terbakar dan panas.

6. Mual dan Muntah
Mual dan muntah setelah mengkonsumsi makanan bisa jadi merupakan gejala atau tanda seseorang mengalami keracunan makanan. Keracunan makanan ini bisa juga diakibatkan oleh bahan pengawet seperti yang terdapat pada bahaya boraks atau formalin yang terkandung di dalam makanan yang dikonsumsi.

7. Sakit Kepala
Sakit kepala atau pusing setelah memakan makanan bisa disebabkan oleh adanya kandungan bahan pengawet berbahaya pada makanan tersebut. Contohnya pada bahaya formalin misalnya, jika dikonsumsi dalam jumlah sedikit dan masuk ke dalam tubuh, efek langsungnya bisa membuat seseorang mengalami pusing atau sakit di kepala.

Apa akibat jangka panjang bahan pengawet makanan bagi kesehatan tubuh?

Selain efek jangka pendek, sebenarnya beberapa penyakit yang cukup mematikan dapat dipicu karena kondisi serta kecenderungan konsumsi makanan dengan kadar serta frekuensi konsumsi makanan kemasan dengan bahan pengawet. Apa saja akibatnya secara jangka panjang?. Berikut ulasanya :

1. Kerusakan Jantung
Banyak penelitian yang membuktikan bahaya bahan pengawet pada makanan yang masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan jaringan-jaringan pada jantung melemah fungsinya. Bahkan sebuah penelitian yang melakukan percobaan pada tikus, yang terus menerus diberi makanan yang mengandung bahan pengawet menunjukan bahwa kerusakan terjadi pada jantung tikus tersebut secara terus menerus dan semakin buruk kondisinya.

2. Kerusakan Ginjal
Bahan pengawet makanan seperti sodium benzoate memang diijinkan penggunaannya oleh pemerintah. Sodium Benzoate digunakan untuk mencegah tumbuhnya bakteri pada makanan sehingga makanan bisa tetap awet dan bertahan cukup lama agar dapat terus dikonsumsi. Tetapi, konsumsi makanan dengan pengawet jenis ini ternyata bisa meningkatkan resiko terhadap terjadinya kerusakan pada ginjal.

3. Penyakit Leukimia
Salah satu efek kesehatan fatal dari konsumsi bahan pengawet adalah leukemia atau kanker darah. Kandungna bahan pengawet seperti nitrate yang ada pada panganan olahan, bisa meningkatkan resiko kesehatan terhadap terbentuknya kanker darah ini.

4. Penyakit Diabetes
Penyakit diabetes memang bisa dikatakan tidak terlepas dari riwayat keluarga yang menjadi salah satu faktor penyebab diabetes terbanyak. Namun, penyebab lain juga bisa menyebabkan diabetes jika sangat sering mengkonsumsi produk makanan olahan yang mengandung banyak bahan pengawet.

5. Kanker Otak
Nitrate dan nitrite adalah dua dari sekian bahan pengawet yang banyak digunakan oleh produsen makanan olahan. Bahaya bahan pengawet pada makanan ini, jika digunakan dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan seseorang menderita penyakit kanker otak. Bahaya dari kanker otak sendiri yang terburuk adalah kematian.

6. Tumor pada Perut dan Liver
BHT merupakan salah satu jenis bahan pengawet yang sering digunakan pada makanan. Penggunaan BHT ini memang diatur sangat ketat dari segi takarannya. Hanya penggunaan BHT dalam takaran sangat rendah saja yang diperbolehkan oleh pemerintah. Meskipun demikian, konsumsi makanan dengan bahan pengawet jenis ini juga bisa berdampak tidak baik pada kesehatan.

Pada beberapa penelitian yang menggunakan tikus sebagai media percobaan, ditemukan bahwa tikus yang terus menerus diberi makan makanan dengan BHT sebagai bahan pengawet terbentuk tumor di dalam perut dan livernya. Penelitian lanjutan kemudian juga menemukan jika kondisi yang demikian bisa terjadi pula pada manusia.


© Penulis for Tips bermanfaat, 2017. | Permalink | No comment | Add to del.icio.us
Post tags: bahan pengawet makanan, bahaya bahan pengawet makanan, Bahaya bahan pengawet makanan bagi ginjal, ginjal, pengawet makanan

Feed enhanced by Better Feed from Ozh

The post Bahaya bahan pengawet makanan bagi ginjal appeared first on Tips bermanfaat.



This post first appeared on Hidup Sehat, please read the originial post: here

Share the post

Bahaya bahan pengawet makanan bagi ginjal

×

Subscribe to Hidup Sehat

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×