Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Penyakit Herpes Zoster

            Herpes Zoster atau yang disebut shingles (Cacar ular / cacar api), merupakan inflamasi unilateral dan segmental akut di ganglia akar dorsal yang disebabkan oleh infeksi herpesvirus varisela-zoster yang juga menyebabkan cacar air. Infeksi Herpes Zoster biasanya muncul pada orang dewasa. Herpes Zoster menyebabkan lesi kulit vesikular setempat yang terbatas pada dermatom dan nyeri neuralgis berat di area periferal yang terinervasi oleh saraf yang muncul di ganglia akar yang mengalami inflamasi. Diagnosis Herpes Zoster positip biasanya tidak bisa di dapat sampai timbul lesi kulit yang khas. Sebelum itu nyeri bisa menyerupai nyeri apendisitis, pleuritis, atau kondisi lain.
Prognosis Herpes Zoster bagus, kecuali jika infeksi menyebar ke otak. Pada akhirnya sebagian besar pasien sembuh total, tetapi bisa menderita parut dan kerusakan penglihatan (korneal)
Herpes Zoster lebih sering menyerang orang dewasa terutama yang berusia lebih dari 50 tahun. Infeksi jarang muncul kembali.

Penyebab Penyakit Herpes Zoster
- Pengaktifan kembali virus varisela dorman

Tanda dan Gejala
Serangan Penyakit
- Demam dan tidak enak badan
- Nyeri mendalam dan parah, pruritus dan parestesia atau hiperparestesia, biasanya di batang tubuh dan kadang-kadang di lengan dan kaki pada distribusi dermatomal (serangan dalam waktu 2 sampai 4 hari; durasi 1 sampai 4 minggu).

Lesi Kulit
- Sampai 2 minggu setelah gejala pertama; kemungkinan erupsi lesi kulit kecil, merah, dan nodular di area yang menyakitkan, menyebar secara unilateral di sekitar toraks atau secara vertikal ke lengan atau kaki yang di ikuti munculnya vesikel cair atau berisi pus
- Sekitar 10 hari setelah bermunculan; vesikel mengering dan mengeropeng
- Saat lesi mengalami ruptur; lesi bisa terinfeksi yang menyebabkan pembesaran nodus limfa regional dan gangren bisa muncul.

Keterlibatan Saraf Kranial
- Keterlibatan okulomotor; konjungtivitis, pelemahan ekstraokular, ptosis dan midriasis paralitik
- Keterlibatan ganglion trigeminal, nyeri mata dan kerusakan korneal dan skleral serta gangguan penglihatan bisa terjadi
- Pembentukan vesikel di kanal auditorik eksternal, palsy fasial ipsilateral, kehilangan pendengaran, pusing dan kehilangan indra pengecap.

Uji Diagnostik
- Pemeriksaan cairan vesikular dan jaringan yang terinfeksi menunjukkan inklusi intra nuklear eosinofilik dan virus varisela
- Pungsi lumbar menunjukkan kenaikan tekanan cairan serebrospinal (Cerebrospinal fluid-CSF), pemeriksaan CSF menunjukkan kenaikan kadar protein dan juga pleositosis
- Pewarnaan antibodi dari cairan vesikular dan identifikasi di bawah cahaya fluoresen bisa membedakan herpes zoster dengan herpes simplex setempat.

Tindakan Penanganan
- Losion kalamin atau antipuritik lain meringankan gatal
- Nyeri neuralgis di redakan dengan analgesik (misalnya aspirin, aseteminofen atau kodein)
- Antibiotik sistemik diperlukan untuk infeksi bakteri akibat ruptur vesikel
- Salep idoxuridine atau agens antivirus lainnya bisa diperlukan untuk zoster trigeminal yang melibatkan kornea
- Kortikosteroid sistemik misalnya kortison atau kortikotropin, Membantu Meringankan Nyeri yang sulit sembuh akibat neuralgia postherpetik. Antidepresan trisiklik juga bisa digunakan untuk membantu meringankan nyeri neuritik.

Info artikel menarik lain silahkan baca Penyebab Penyakit HIV.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang bisnis masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari infonya DISINI.



This post first appeared on Dunia Alat Kedokteran, please read the originial post: here

Share the post

Penyakit Herpes Zoster

×

Subscribe to Dunia Alat Kedokteran

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×