Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Punya Dampak Sosial

Punya Dampak Sosial

Punya Dampak Sosial , Menyematkan misi sosial dalam sebuah kampanye pemasaran menjadi ciri khas Dove. Salah satunya dengan membuat konten yang mengusung gerakan antiperundungan.

Konten yang bagus tidak hanya memperhatikan keunikan dan kreativitas, namun juga nilai yang sesuai dengan perusahaan. Inilah yang dilakukan oleh Dove. Sejak tahun 2019, merek ini telah bekerja sama secara global dengan UNICEF dalam proyek Dove Self-Esteem untuk meningkatkan kepercayaan diri dan penghargaan terhadap diri bagi anak muda di seluruh dunia.

Di Indonesia, kolaborasi ini terwujud dalam modul pembelajaran Citra Tubuh yang Positif (positive body image) yang telah menjangkau lebih dari 300 ribu remaja. Riset Dove menunjukkan bahwa satu dari dua perempuan di Indonesia seringkali mengalami perundungan atau bullying karena kondisi rambut mereka. Sekitar 88% perempuan merasa kehidupan sosialnya terganggu oleh standar kecantikan rambut.

Selain itu, sebanyak 75% perempuan kehilangan rasa Percaya Diri. Bahkan, 60% perempuan tidak merasa percaya diri untuk keluar rumah. Oleh sebab itu, Dove hadir untuk membangun kepercayaan diri perempuan agar bisa bangkit bersama untuk melawan perundungan rambut.

Salah satunya dengan menghadirkan format lagu dan video klip bertajuk Rambutku Mahkotaku. Melalui video ini, Dove ingin mendobrak stigma kecantikan yang didasarkan pada bentuk dan kualitas rambut. Konten video tersebut berhasil mendapatkan penghargaan YouTube Works Awards Indonesia 2022 dalam kategori Force for Good.

“Kami percaya bahwa setiap perempuan memiliki kecantikan versi mereka sendiri, termasuk dengan jenis dan pilihan gaya rambutnya. Melalui video Rambutku Mahkotaku, kami harap semakin banyak perempuan Indonesia bangga akan mahkotanya,” kata Putri Paramita, Beauty & Wellbeing Marketing Lead Unilever Indonesia.

Dalam pembuatan konten tersebut, Dove berkolaborasi bersama Eka Gustiwana, musisi andal untuk menyampaikan pesan sarat makna bagi perempuan Indonesia. Pesan tersebut disampaikan melalui format lagu dan video musik yang merupakan karya kolaboratif antara tim Dove dan creative agency.

Selain itu, agensi media Dove turut melakukan programmatic advertising agar konten yang dibuat lebih tepat sasaran. Pemilihan YouTube sebagai channel kampanye Rambutku Mahkotaku juga sesuai dengan preferensi konsumen.

“Dalam pembuatan karya ini, kami mempertimbangkan mitra agensi yang kreatif dan memiliki nilai yang sejalan dengan kami. Selain itu, YouTube menjadi kanal pilihan kami untuk menghadirkan video musik berkualitas yang dikemas secara kreatif dan menarik,” kata Putri.

Dove percaya bahwa sebuah konten harus memiliki purpose yang kuat melalui ide kreatif, keunikan, dan relevan bagi konsumen. Oleh sebab itu, Dove selalu berupaya untuk menghidupkan purpose di setiap konten kreatifnya, yakni mendukung perempuan Indonesia agar lebih percaya diri. Hal ini selaras dengan visi Positive Beauty yang diusung Unilever untuk menciptakan standar baru bagi kecantikan yang setara, inklusif, serta berkelanjutan melalui inovasi dan teknologi kelas dunia yang perusahaan miliki.

Selain itu, relevansi ini menjadi faktor penting yang terus Dove jaga agar konten dapat memberikan nilai tambah, termasuk dalam hal penjualan. Hal tersebut diwujudkan dengan kehadiran Rambutku Mahkotaku yang memberikan dukungan bagi perempuan agar bangga dan tampil percaya diri dengan kecantikan versi mereka, termasuk dengan jenis dan pilihan gaya rambut lewat lagu dan video klip.

“Kami percaya bahwa konten storytelling akan lebih terekam dengan baik di benak konsumen. Tentunya, dengan pesan yang penuh makna, dan pemilihan medium yang tepat. Walaupun membutuhkan waktu lebih panjang dan pertimbangan matang melalui research, crafting dan finalisasi, gaya storytelling akan berdampak lebih signifikan,” ujar Putri.

Dalam video tersebut, Dove menggandeng sejumlah perempuan inspiratif yang merepresentasikan keragaman rambut perempuan Indonesia, seperti Dian Sastrowardoyo, Poppy Sovia, Marischka Prudence, Agnes Oryza, dan Natya Bestari. Berbagai macam gaya rambut, mulai dari keriting, rambut pendek, rambut berwarna, hingga berhijab mendukung konten yang inklusif dan dikemas dalam bentuk video klip dengan durasi tiga menit.

“Kami bersama creative agency secara selektif memilih talent yang beragam dan inklusif. Peran agensi ini juga penting dalam memberi pertimbangan profil talent yang sesuai dengan nilai yang Dove miliki. Di balik kesuksesan konten Dove, perempuan-perempuan ini juga memiliki kisah nyata. Sehingga, konsumen lebih terhubung, seperti halnya dalam video Rambutku Mahkotaku,” kata Putri.

Dalam video ini, para talenta bercerita mengenai pengalaman mereka mengenai gaya rambut yang dimiliki. Kelima talenta tersebut juga bernyanyi dengan percaya diri untuk menunjukkan bahwa bagaimanapun gaya rambut yang mereka miliki, mereka tetap percaya diri dan memberitahukan bahwa semua bentuk model rambut, asalkan dirawat akan tetap cantik.

baca juga

  • Punya Dampak Sosial
  • Menarik dan Autentik
  • Riset dan Relevansi
  • Ide Cerita dan Talenta
  • Content Marketing Playbook

Konten video Rambutku Mahkotaku berhasil mendapatkan 117 juta total impresi dengan 44 juta total reach sejak beriklan di YouTube Trueview pada periode April hingga Agustus. Kemudian, meningkatkan awareness Dove hingga 3%.

“Ke depannya, kami akan terus berupaya untuk membuat konten yang autentik dan asli, yang tentunya akan tetap menjadi pilihan konsumen. Hal ini tentu didukung dengan ide kreatif, pemilihan talenta yang sesuai, pesan yang bertujuan, medium yang tepat, dan eksekusi yang detail,” tuturnya.

Dalam pembuatan karya ini, kami mempertimbangkan mitra agensi yang kreatif dan memiliki nilai yang sejalan dengan kami. Selain itu, YouTube menjadi kanal pilihan kami untuk menghadirkan video musik berkualitas yang dikemas secara kreatif dan menarik.

Putri ParamitaBeauty & Wellbeing Marketing Lead Unilever Indonesia



This post first appeared on Undercover.co.id, please read the originial post: here

Share the post

Punya Dampak Sosial

×