Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Manusia disebut Makhluk Mulia Kalau “Mau Berpikir”, Bagaimana dengan Anda?

Di hari jumat ini, seperti biasa saya mau berbagi sebuah artikel yang berkaitan dengan spiritual. Padahal sebenarnya hari kapanpun boleh ya, di sebagian besar masyarakat kita selalu menganggap hari jumat itu berkaitan dengan spiritual. Tuhan menciptakan Manusia berbeda dengan makhluk ciptaan lainnya, manusia tidak sama dengan hewan, tidak sama dengan tumbuhan.

Manusia bahkan diberi “kemampuan” untuk mengolah tumbuhan dan mengolah hewan. Manusia diberikan derajat yang lebih tinggi dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya, manusia disebut sebagai makhluk yang Mulia, bahkan manusia diciptakan Tuhan dengan sebaik-baiknya penciptaan. Tapi, manusia yang MAU SADAR bahwa dirinya makhluk mulia hanya segelintir saja, banyak dari manusia BELUM mau menyadari bahwa dirinya adalah makhluk Mulia.

Coba lihat disekeliling anda, ada orang yang hidupnya adem ayem, ada yang hidupnya mulia, ada yang hidupnya nyaman. Tapi banyak juga orang disekitar anda yang hidupnya tidak nyaman, jalan kepanasan, susah untuk mendapat makan, susah untuk memiliki pakaian. Bagaimana dengan anda? Tentu anda ingin hidup menjadi manusia mulia, ingin menjadi manusia yang memang menjalankan fitrahnya sebagai makhluk mulia. Manusia itu ketika dilahirkan ke dunia sebenarnya sudah MULIA, tetapi dalam perjalanannya justru manusia itu sendiri yang menghilangkan nilai kemuliaannya. Bayi-bayi yang lahir itu sesungguhnya membawa nilai kemuliaan yang sudah Tuhan tanamkan kepada diri semua manusia. Waktu masih anak-anak, masih tetap MULIA. Begitu terpapar dengan nilai-nilai pembelajaran yang SALAH maka kemuliaan itu lambat laun hilang dengan sendirinya. Ingat, bukan Tuhan yang membuat hidup manusia itu TIDAK MULIA, tapi justru manusia itu sendiri yang melepaskan kemuliaannya.

Tadi sekitar jam 1-an siang, sehabis saya shalat jumat. Ada yang menelepon dan bertanya ke saya “mas firman, bukankah Tuhan memberikan Pikiran kepada semua manusia, tapi kenapa ada orang yang hidupnya tidak bahagia. Bukankah itu maknanya Tuhan yang memberikan kebahagiaan kepada orang tersebut.”. Banyak orang yang memberikan ceramah, yang mengajarkan di berbagai media, bahkan dibanyak buku, mereka kebanyakan mengatakan bahwa memang kemuliaan seseorang didunia ditentukan oleh Tuhan, Tuhan juga yang membuat seseorang tidak mulia. Pernyataan ini sepenuhnya keliru, Tuhan memberikan kemuliaan kepada semua manusia, kemuliaan itu dimulai dari dalam kanduangan sampai lahir. Ketika sudah didunia maka manusia diberikan hak untuk menggunakan tubuhnya dengan sepenuhnya.

Pada usia anak-anak, sudah mulai banyak masuk “pemahaman-pemahaman” yang melemahkan, pemahaman yang membuat kemuliaan manusia hilang, membuat manusia tidak menyadari lagi fitrahnya. Membuat manusia lupa akan dirinya yang sejati. Orang tua yang tidak memiliki ilmu tentang PIKIRAN secara benar berperan besar dalam hilangnya nilai kemuliaan dalam diri anak-anaknya. Akhirnya anak itu tumbuh dewasa dengan tidak menyadari kemuliaannya. Manusia mulia adalah manusia yang mau menggunakan pikirannya, manusia mulia adalah manusia yang mau berpikir dengan benar. Kalau manusia itu tidak mau menggunakan pikirannya dengan benar maka manusia itu tidak bisa merasakan kemuliaan dan hidup bukan sebagai manusia, bahkan Tuhan murka kepada manusia yang tidak mau menggunakan Pikirannya. (QS Yunus : 100).

Ketika saya menulis banyak artikel tentang PIKIRAN, tentang LOGIKA, banyak orang yang menanggap salah, bahkan menganggap bahwa saya hanya menuhankan PIKIRAN hehe. Padahal yang bicara seperti itu biasanya hidupnya jauuuuuh tidak nyaman. Tapi mereka tidak menyadarinya. Sepertinya yang bicara seperti itu perlu belajar AMC, sampai ke level Platinum. Supaya SADAR bahwa TUHAN memang menyuruh manusia untuk menggunakan Pikirannya, untuk Ber-Logika. Karena mau disadari atau tidak, manusia bisa hidup, anda bisa hidup sampai detik ini sepenuhnya karena Logika-logika yang ada dalam pikiran anda sendiri. Sekarang, saya ajukan pertanyaan kepada anda? apakah mau kembali menjadi MANUSIA MULIA, atau kah melepaskan KEMULIAAN itu. Kalau mau menjadi manusia mulia maka Gunakanlah Pikiranmu dengan BENAR alias Berpikirlah..

Share the post

Manusia disebut Makhluk Mulia Kalau “Mau Berpikir”, Bagaimana dengan Anda?

×

Subscribe to Firman Pratama | Mensugesti Dan Memberi Solusi | Inspirasi Dari Bawah Sadar Untuk Mensugesti Dan Memberi Solusi

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×