Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Sudah Punya Asuransi Penyakit Kritis, Perlukah Asuransi Jiwa?

Punya-Asuransi-Penyakit-Kritis-Perlukan-Asuransi-Jiwa-01-Finansialku

Apakah Anda sudah memiliki asuransi penyakit kritis? Lalu, perlukah Anda memiliki asuransi jiwa jika sudah memiliki asuransi penyakit kritis?

Jika Anda belum memiliki Asuransi Penyakit Kritis atau asuransi jiwa dan sedang mencari artikel mengenai asuransi, Finansialku akan membantu Anda untuk memahaminya.

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

Apa Sih Asuransi Penyakit Kritis Itu?

Seorang karyawan berumur 40 tahun sedang memikirkan untuk memiliki sebuah asuransi, namun ia bingung jenis asuransi apa yang tepat untuknya.

Jika dilihat dari umurnya, karyawan tersebut membutuhkan sebuah asuransi untuk kesehatannya. Tetapi, produk asuransi kesehatan tidak hanya satu.

Lalu, karyawan tersebut bermaksud untuk memiliki asuransi penyakit kritis mengingat umurnya yang sudah tidak muda lagi.

Meskipun dia sering berolahraga dan menjaga makanannya, tidak ada yang mengetahui apakah dia benar-benar sehat atau tidak.

Ia pun memutuskan untuk membeli asuransi penyakit kritis.

Saat melakukan pembelian, karyawan tersebut ditawarkan asuransi jiwa. Ia pun kembali ragu jenis asuransi jiwa seperti apa yang cocok dengannya.

Akhirnya, ia bertanya kepada saya,

“Jenis asuransi jiwa manakah yang diperlukan jika sudah memiliki asuransi penyakit kritis?”

Perlu kita pahami terlebih dahulu apa itu asuransi penyakit kritis.

Asuransi penyakit kritis adalah sebuah produk asuransi yang dirancang untuk memberikan manfaat sekaligus kepada tertanggung jika ia didiagnosa menderita salah satu penyakit kritis atau menjalani prosedur pembedahan yang diproteksi dalam polisnya

Asuransi penyakit kritis ini memiliki dua jenis polis, yaitu peningkatan perlindungan manfaat penyakit kritis (Acceleration Benefit Critical Illness Cover)  dan perlindungan tambahan manfaat penyakit kritis.

#1 Peningkatan Perlindungan Manfaat Penyakit Kritis (Acceleration Benefit Critical Illness Cover)

Jenis asuransi penyakit kritis yang ini biasanya dikemas dengan polis asuransi jiwa dasar dan dijual sebagai polis mandiri (Stand Alone).

Perlindungan ini juga dapat ditempelkan sebagai asuransi tambahan dari polis asuransi jiwa dasar.

Jenis perlindungan asuransi penyakit kritis menyediakan sebagian pembayaran, contohnya 50 persen atau jumlah penuh uang pertanggungan (100 persen) dari polis dasar di mana manfaat ini diberikan.

Punya-Asuransi-Penyakit-Kritis-Perlukan-Asuransi-Jiwa-02-Finansialku

[Baca Juga: Sudahkah Anda Tahu Apa Alasan Perlunya Asuransi Jiwa Bagi Masa Depan?]

Pemegang polis ini hanya dapat melakukan klaim penyakit kritis SATU kali saja. Jika ia menderita penyakit kritis lagi, polis ini tidak akan membayar uang sisa pertanggungan.

Jumlah manfaat yang akan didapat selalu setara dengan uang pertanggungan ditambah bonus (jika ada).

PERHATIKAN, jika uang pertanggungan berkurang, maka premi yang akan datang juga akan berkurang dengan proporsi yang sama.

Perlindungan asuransi ini biasanya sampai usia 100 tahun, tergantung pada jenis polis asuransi jiwa di mana manfaat ini ditempelkan.

#2 Perlindungan Tambahan Manfaat Penyakit Kritis

Untuk jenis asuransi penyakit kritis #2 ini, hanya tersedia sebagai asuransi tambahan (rider) dan membayarkan sejumlah dana sebagai tambahan atas uang pertanggungan polis dasar di mana asuransi ini melekat.

Pembayaran untuk asuransi penyakit kritis #2 tidak mempengaruhi uang pertanggungan dasar.

Punya-Asuransi-Penyakit-Kritis-Perlukan-Asuransi-Jiwa-03-Finansialku

[Baca Juga: 8 Tips Jitu Mendapatkan Asuransi Jiwa dengan Premi Murah dan Sesuai Budget]

PERHATIKAN, jangka waktu jenis asuransi tambahan penyakit kritis dapat dipersingkat tetapi tidak bisa diperpanjang melebihi jangka waktu polis dasar.

Umumnya, jenis perlindungan penyakit kritis memiliki masa tunggu (umumnya 30 hari) sejak tanggal tertanggung didiagnosa menderita penyakit kritis.

Tidak ada pembayaran jika tertanggung meninggal selama masa tunggu ini.

Apa Itu Asuransi Jiwa ?

Setelah kita membahas mengenai asuransi penyakit kritis, selanjutnya kita akan membahas asuransi jiwa untuk lebih memahami tingkat kebutuhan kedua asuransi ini.

Asuransi jiwa ini dirancang untuk memberikan proteksi pendapatan terhadap adanya risiko kematian dini.

Asuransi ini adalah suatu pelimpahan risiko (risk shifting) atas kerugian keuangan (financial loss) oleh tertanggung terhadap penanggung.

Risiko yang dilimpahkan yang dimaksud adalah kerugian keuangan sebagai akibat hilangnya jiwa atau karena mencapai umur tua sehingga tidak produktif lagi.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Asuransi jiwa dibutuhkan karena terdapat dua risiko utama yang selalu mengancam kehidupan manusia, yaitu meninggal terlalu cepat (die too soon), hidup tetapi sakit, dan hidup terlalu lama (live too long).

Asuransi jiwa sendiri memiliki 6 jenis yang berbeda, yaitu Asuransi Jiwa Berjangka (Term Insurance), Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance), Asuransi Jiwa Gabungan, Asuransi Jiwa Dwiguan (Endowment), anuitas (Annuity/Annuitie), dan Unit Linked.

#1 Asuransi Jiwa Berjangka (Term Insurance)

Asuransi ini merupakan asuransi yang paling sederhana dan murni.

Asuransi jiwa berjangka adalah proteksi terhadap risiko kematian dalam jangka waktu tertentu yang hanya menawarkan proteksi saja dan tidak memiliki sifat tunai.

Punya-Asuransi-Penyakit-Kritis-Perlukan-Asuransi-Jiwa-04-Finansialku

[Baca Juga: Kenali Jenis Rider Asuransi Jiwa dan Manfaat Tambahan yang Diberikan]

Polis ini juga akan memberikan suatu jumlah yang tertera pada polis tersebut kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia dalam jangka waktu tertentu.

Asuransi jiwa berjangka memiliki tiga jenis asuransi, yaitu asuransi berjangka tetap, asuransi berjangka menurun, dan asuransi berjangka meningkat.

#2 Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Perbedaan asuransi jiwa seumur hidup dengan asuransi jiwa berjangka adalah asuransi jiwa seumur hidup memiliki elemen tabungan yang dimasukkan ke dalam polis sebagai hasil dari jumlah premi awal yang tinggi.

Terdapat dua jenis asuransi jiwa seumur hidup, yaitu premi terus menerus dan premi jangka waktu tertentu bergantung dari berapa lama Anda harus membayar premi tersebut.

Alasan-Perlunya-Asuransi-Jiwa-01-Finansialku

[Baca Juga: Berkenalan Dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)]

Asuransi jiwa seumur hidup juga dikenal sebagai asuransi jiwa umum dengan premi yang jumlahnya tetap selama jangka waktu asuransi dan pembayaran premi dilakukan seumur hidup.

Asuransi jiwa dengan pembayaran premi terbatas menyesuaikan pembayaran premi tahunan, sehingga meskipun tertanggung memiliki asuransi seumur hidup, pembayaran premi hanya sampai jangka waktu tertentu atau ditentukan.

#3 Asuransi Jiwa Gabungan

Pada jenis asuransi ini, polis asuransi dapat memberikan proteksi untuk lebih dari satu orang.

Jenis ini bisa berupa polis dengan “yang pertama meninggal dunia” atau “yang kedua meninggal dunia” atau dikenal polis survivor.

Polis “yang pertama meninggal” dapat digunakan pada situasi pribadi atau bisnis di mana pembayaran sejumlah uang pertanggungan diberikan jika salah satu dari tertanggung meninggal dunia.

#4 Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

Polis asuransi ini biasanya digunakan sebagai tabungan selama jangka waktu tertentu dengan disertai elemen proteksi. Jangka waktu yang biasa digunakan adalah 10, 15, 20 dan 25 tahun.

Polis dwiguna ini popular bagi mereka yang ingin menabung dengan komitmen di kemudian hari, contohnya membiayai pendidikan anak.

Jika tertanggung meinggal sebelum polis jatuh tempo, uang pertanggungan akan dibayarkan.

Double Claim Asuransi Jiwa dan Kesehatan, Apakah Benar-Benar Menguntungkan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Studi Kasus: Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa]

#5 Anuitas (Annuity/Annuities)

Anuitas ini dirancang untuk memberikan penghasilan pada saat pensiun.

Jenis ini memberikan pembayaran secara berkala sampai tertanggung meninggal atau sampai waktu yang ditentukan.

Pembayaran dari anuitas ini dihasilkan dari sejumlah pembayaran yang diakumulasikan dalam jangkan waktu tertentu. Dana yang dikumpulkan dari anuitas diinvestasikan di obligasi pemerintah.

Anuitas ini memiliki jenis dari anuitas dasar, yaitu anuitas segar (immediate annuity) dan anuitas tertentu (deferred annuity).

#6 Polis-Polis Unit Linked

Pada produk ini, elemen asuransi benar-benar terpisah dari investasi.

Tetapi, uang pertanggungan harus paling sedikit sebesar 125% dari premi yang telah dibayarkan.

Apakah Saya Bisa Membeli Asuransi Penyakit Kritis (Critical Illness) Tanpa Embel-Embel Unitlink 02 - Finansialku

[Baca Juga: 7 Tips Memilih Asuransi Jiwa Untuk Karyawan, Agar Anda Sekeluarga Tetap Terlindungi (Meski Sudah Resign)]

Terdapat tiga komponen asuransi unit linked yang dijadikan terpisah, yaitu komponen tabungan, komponen proteksi, dan komponen biaya.

Polis unit linked ini menawarkan transparansi bagi pemegang polis dan menawarkan fleksibilitas yang tinggi.

Besarnya premi dapat dirubah atau bahkan dapat sementara tidak membayar premi, manfaat meninggal dapat dinaikkan atau diturunkan, hingga nilai tunai dapat ditarik setiap saat.

Sudah Punya Asuransi Penyakit Kritis Apakah Perlu Auransi Jiwa ?

Setelah Anda memahami jenis-jenis asuransi penyakit kritis dan asuransi jiwa, sekarang kita akan membahas tingkat kebutuhannya.

Asuransi penyakit kritis ini sesuai untuk penyakit yang menyebabkan tagihan rumah sakit yang tinggi.

Peningkatan manfaat dari polis ini dapat digunakan untuk menyediakan biaya akhir atau untuk menyediakan penghasilan bagi tanggungan dan juga memberikan proteksi terhadap penyakit kritis.

Selain itu, asuransi penyakit kritis ini sesuai untuk orang yang mempunyai anggaran terbatas tetapi memerlukan perlindungan kematian, cacat total dan tetap, serta penyakit utama.

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Alangkah lebih baiknya, jika Anda mendapat perlindungan asuransi penyakit kritis yang dikemas dengan asuransi jiwa seumur hidup sehingga tertanggung akan menikmati perlindungan sampai usia 100 tahun.

Manfaat tambahan jika sudah memiliki asuransi penyakit kritis, sesuai untuk orang yang sudah memiliki asuransi jiwa yang cukup.

Asuransi penyakit kritis ini bukan perlindungan yang ideal karena akan kadaluarsa pada usia 65 tahun.

Asuransi penyakit kritis ini tidak sesuai direkomendasikan pada orang yang tidak memiliki peningkatan manfaat perlindungan penyakit kritis (perlindungan yang ditempelkan dengan asuransi seumur hidup).

Hal ini dikarenakan Anda tidak akan memiliki perlindungan di hari tuanya ketika sangat membutuhkan perlindungan nantinya.

Lindungi Diri Anda Dari Segala Kemungkinan

Tentu saja Anda ingin diri Anda dan keluarga terproteksi dengan baik. Anda perlu mengetahui jenis proteksi mana yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda.

Jika ingin mengetahui jenis asuransi yang sesuai dengan Anda, Anda dapat membaca ebook perencanaan keuangan untuk usia 30an di bawah ini:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

Jika Anda tertarik dengan memiliki asuransi, pastikan untuk membaca polisnya dengan jelas dan jangan malu bertanya untuk setiap polis yang Anda tidak mengerti.

 

Anda sekarang sudah mengetahui jenis asuransi mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda dapat membagikan dan memberitahu teman atau saudara yang belum mengetahui tentang asuransi penyakit kritis dan asuransi jiwa.

Sumber Gambar:

  • Punya Asuransi Penyakit Kritis Perlukan Asuransi Jiwa 1 – https://goo.gl/LRbqKd
  • Punya Asuransi Penyakit Kritis Perlukan Asuransi Jiwa 2 – https://goo.gl/VFSnGF
  • Punya Asuransi Penyakit Kritis Perlukan Asuransi Jiwa 3 – https://goo.gl/KqCzRx
  • Punya Asuransi Penyakit Kritis Perlukan Asuransi Jiwa 4 – https://goo.gl/nMqEac

The post Sudah Punya Asuransi Penyakit Kritis, Perlukah Asuransi Jiwa? appeared first on Finansialku Perencana Keuangan Independen.



This post first appeared on Solusi Finansial, please read the originial post: here

Share the post

Sudah Punya Asuransi Penyakit Kritis, Perlukah Asuransi Jiwa?

×

Subscribe to Solusi Finansial

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×