Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Puisi-Puisi Hilde Ngawan; Memori Yang Ku Kenal

Memori Yang Ku Kenal 

Kasih, senja kini semakin suram
Engkau selalu ada dlm lamunanku
Selembar kertas yg menjadi saksi akan ukiran indahmu

Ungkapan rasa setiamu padaku
Menuju dalam bahagia bersamamu
Menciptakan suasana saling mencintai
Tuk gapai cinta sejati

Dalam gejolak asmara yg kian bergelora
Adakah perasaan cintamu padaku?
Laungan resah melanda jiwaku
Namun ku tlah temui jawabannya
Kau dan aku satu

baca juga :
Puisi-Puisi Vinsensius Vianey Siwe; Kepadamu Penunggu Fajar

Piano

Teringat akan kata yg pernah terucap
 dan pena menari indah
Tentang hitam putih kehidupan,
layaknya piano ada hitam ada putih

Banyak kata yg ingin ku katakan tapi tak sempat,
hanya seuntaian rasa terima kasih
Tuk kasih sayang yang tulus yang pernah kau berikan selama hidup
Dan kini kurasa waktu tak adil tuk kita

Karna telah memisahkan kita bukan saja tentang jarak dan rupa tapi untuk selamanya
Kini kata yg terus hadir dalam benak ialah kapan lagi kita kan bersama?

Ingin ku katakan bahwa ku cinta, bahwa ku sayang, tapi ku tlah terkalahkan oleh Dia Sang pemilik kehidupan
Selamat jalan sahabat, selamat jalan saudariku sayang





 baca juga :
Puisi-Puisi Chritis Ghaza; Memperkosa Rindu

Karena Aku Tak Tahu

Aku tak pernah menyangkal bahwa kita berbeda
Kita telah sama-sama tahu sejak awal
dan tak perlu lagi diingatkan bahwa masa depan kita memang akan sulit

Sebab barangkali didepan sana,
luka yang sangat dalam sudah menunggu tuk dirasakan
Namun apakah jatuh cinta itu sebuah pilihan? Kurasa tidak.
Aku sempat bertanya, kita hidup didunia yg ramai

Ada lebih dari satu juta miliar orang
Tapi mengapa cinta ku memilih mu?
Ada hal yg sebelumnya tak ku sukai darimu
Tapi entah kenapa slalu terabaikan oleh ku

Bahkan semakin mendalam rasaku
Barangkali kamu menemukan hal yg sama dalam diriku
Kita adalah dua jiwa muda yang dengan tak tahu dirinya
memaksa tuk bersama dan bertahan dalam perbedaan yang ada

Segala perbedaan ini memang nyata
Aku dan kamu dalam iman yg beda
Jika memang mustahil tuk bersama,

mengapa cinta hadir dan tumbuh tak terkendali?
Darimana datangnya rasa itu?
Apakah cinta mengenal perbedaan?
Apakah cinta mengenal hitam atau putih?

Mungkin kita adalah dua orang berbeda
yang bertemu pada garis cinta yg sama
Kita adalah dua insan yang dipertemukan pada satu cinta
Kita adalah manusia yg sama2 tak tahu bagaimana takdir Tuhan

Sementara ini,

biarlah kita nikmati saja
dengan mendewasakan diri bersama
dan nikmati tawa kita yg berharga

Tapi,

jika kamu bertanya kemana semua ini akan berujung,

AKU TAK PUN TAHU

baca juga :
Puisi-Puisi Theresia Avila; Pertiwiku Berduka 

Hati Seorang Perindu 

Sayang,
Ku tinjau sejenak resah yg kau titipkan dicelah kamarku
Dan bintang yg berkedip lesu
Bunga2 lipur hijau yg menyaksikan aku seorang perindu

Masihkah terpamer senyuman manis
Dari rekahan bibir yg menyusun kata
Hingga terpaksa ku coretkan segala perasaanku
Yg tak terbendung pada selembar kertas
Tak mampu menghitung musim
Karna tiada lg batas ruang rinduku

Bunga pelipur lara pun tiada lagi sanggup
Menertawakan kedinginan hati seorang perindu


Hilde Ngawan merupakan karyawan BPJS Ketenagakerjaan Kota Kupang yang berasal dari Lewoleba - Lembata. Instagram : @hildengawan


This post first appeared on Chritis Ghaza, please read the originial post: here

Share the post

Puisi-Puisi Hilde Ngawan; Memori Yang Ku Kenal

×

Subscribe to Chritis Ghaza

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×