Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Hak Pejalan Kaki yang Tak Terealisasi

 Jakarta - Indonesia merupakan negara kepulauan dengan berbagai ragam suku dan budaya. Dengan populasi sekira 270.054.853 jiwa, Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia dan punya Ibu Kota yang tidak beraturan lalu lintasnya. Ibukota negara ini adalah Jakarta, sebuah kota yang dihuni jutaan jiwa.

Kepadatan di jalan raya yang disebabkan banyaknya jumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat, makin tidak terkontrol jumlahnya. Situasi di Jakarta sendiri sudah sangat semrawut dengan kondisi lalu lintas yang amat padat.

Kondisi itu membuat para pengendara mengeluarkan sikap sangat arogan. Kepadatan juga terjadi karena luas jalan dan jumlah kendaraan yang tidak seimbang.




Begitulah kondisi yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia, terkesan macet, kumuh, dan semrawut. Salah satu penyebabnya adalah pola perilaku pengguna jalan raya di Indonesia yang tidak disiplin.

Semestinya, para pengendara motor mematuhi hak pejalan kaki menyebrangi  zebra cross. Undang-Undang tentang hak pejalan kaki itu sudah diatur oleh Pemerintah dalam UU No.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Sudah dijelaskan dalam Undang-Undang bahwa pejalan kaki telah diberikan hak serta prioritas yang sama dengan pengguna jalan yang lain.

Pejalan kaki diatur juga mengenai kewajiban-kewajiban bagi pejalan kaki yang mengharuskan pejalan kaki untuk menggunakan bagian jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki atau jalan yang paling tepi pun untuk menyeberang di tempat yang telah di tentukan. Pejalan kaki juga wajib memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.



Sedangkan bagi pejalan kaki yang menyandang cacat harus mengenakan tanda khusus yang jelas dan mudah dikenali pengguna jalan lain.

===============

Feature ini karyaAkhbib Indra Zaki, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar


This post first appeared on Tumi Indonesia, please read the originial post: here

Share the post

Hak Pejalan Kaki yang Tak Terealisasi

×

Subscribe to Tumi Indonesia

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×