Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

HRC Minta Amandemen regulasi Soal Pengembangan Mesin saat musim berjalan?

honda-vario-440x100

suppo

Bro sekalian, cukup mengagetkan mendengat apa yang di ceritakan oleh Om Simon-jurnalis MCN , beliau nge-twit bahwa Livio Suppo sempat mengatakan bahwa ”  . . .  wants the in-season engine development rule amended” Bila diartikan secara bebas maka Pak de Suppo ( HRC ) menginginkan agar ada amandemen ( perubahan) soal Pengembangan Mesin saat musim berjalan. Beberapa Jurnalis MotoGP lain Seperti Om David Emmet mensinyalir bahwa HRC akan membawa isu ini ke meja MSMA dan membenturkannya dengan kompromi penggunaan part aerodinamika Winglets . . . wihhh panasss . . .

440x100_tirei

cengkareng-shop

Some interesting words from Honda boss Livio Suppo tonight. Unsurprisingly, wants the in-season Engine Development Rule amended

— Simon Patterson (@denkmit) May 8, 2016

Boleh dibilang memang Mesin Honda RC213V struggle banget di dua musim terakhir. Saat 2015 dimana Honda masih menggunakan Elektronik Inhouse HRC saja RC213V begitu struggle dan mungkin hanya Marc Marquez saja yang sedikit bisa mengendalikannya, itupun hanya di setengah musim terakhir dan ia  harus membayarnya dengan penggunaan part part terdahulu seperti Swing arm yang memang tidak masuk dalam kausul penyegelan pengembangan.

6MM-Dashboard-select-whee-p

Di 2016 disaat Elektronik Inhouse dicabut dan HRC menggunakan Murni Unified Software dimana strategy ‘adaptive control’ dihilangkan mengartikan bahwa Marc Marquez akan menggunakan setingan Wheelie control, engine brake, Traction control yang hampir konstan sepanjang race berlangsung , kecuali Marquez jago mencet mencet tombol sambil ngeliatin dashboard untuk mengganti ganti setingan elektroniknya.

Oleh karena itu Logis Jika Honda RC213V seperti terkebiri . .  mereka kehilangan senjata utama mereka yakni top speed yang tinggi di straight dan juga kehingan akselerasi di Corner. Bukan apa apa, Jika Rider kesulitan untuk mainin joystik pengganti setingan maka Logikannya adalah Solusi setingan Kompromistis yang akan dipakai di Motor. Setingan yang aman untuk semua sektor namun ya itu dia . . . solusi kompromistis tentu akan punya harga yang harus dibayar . . .

Backward-Rotating-Crankshaf

Honda mencoba mengubah mesin RC213V dengan Counter Rotating CrankShaft / Backward Rotating Crankshaft dan dengan itu pula Marc Marquez pun mengaku harus strugle mengubah gaya Ridingnya menjadi lebih mirip ke rider Yamaha  . . .

spidi-2

Namun kembali lagi Rule sudah disepakati dan haruslah dijalankan sampai akhir Musim, kebanyakan amandemen regulasi akan dijalankan secara darurat jika ada tinjauan keselamatan pebalap yang mendesak . . . jika Honda merasa terkebiri, sebenarnya jalan paling wise adalah, terus bekerja mengembangkan dan lebih memaksimalkan software atau sasis yang ada dan bisa dikotak katik, imho  . . .

After all belum diketahui secara pasti detail dari amandemen yang ingin di ajukan oleh HRC . .  apakah soal pengembangan mesin jeroan,  software mesin , atau yang lain . ..   kalau menurutmu gimana sob ?

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

  • email : [email protected]
  • instagram : tmcblog
  • telegram chanel : tmcblog
  • whatsapp : +62818103404 ( whatsapp only )
  • Facebook TMCBlog
  • Twitter Resmi TMCBlog @motoupdate
  • blog alternatif ; http://ringpiston.com
  • Video Blog : http://tmcvlog.com
  • Android App : Google Play Store
  • iOS App : App Store
EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese


This post first appeared on TMC-MotoNews | 1st Home Of TMCBlog, please read the originial post: here

Share the post

HRC Minta Amandemen regulasi Soal Pengembangan Mesin saat musim berjalan?

×

Subscribe to Tmc-motonews | 1st Home Of Tmcblog

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×