Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

8 Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya

8 Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya

Dalam arikel ini catatan baru akan membahas banyak mengenai 8 jenis Investasi yang paling menguntungkan untuk membantu kita memahami mana yang termasuk investasi dan mana yang bukan termasuk investasi. Kemudian dalam artikel ini juga akan memberikan penjelasan yang sempurna terkait definisi dan resiko dalam berinvestasi. 

Pertama apa definisi Dari investasi? karena tidak jarang yang kita kira investasi ternyata bukanlah investasi. Pasti setiap orang punya definisi sendiri tapi tentang investasi. Bagi saya yang didefinisikan sebagai investasi sendiri adalah suatu tindakan untuk menaruh modal kapital dan uang dengan tujuan untuk menghasilkan cash flow atau aliran kas di masa yang akan datang, serta harus dikelola secara pasif. Yang dimaksud dengan pasif adalah tanpa usaha yang berlebihan. 

Jadi ada beberapa instrumen-instrumen populer yang tidak bisa saya golongkan sebagai investasi. Mari kita mulai dengan salah satu investasi yang mungkin sobat investor tidak diduga-duga tidak tergolong sebagai investasi. 

Yang Bukan termasuk Investasi

Emas

Yang pertama adalah Emas. Tunggu dulu bukannya selama ini emas diakui secara universal sebagai instrumen investasi? Nah disini supaya bisa meyakinkan sobat investor, sebenarnya itu bukan investasi, mari kita simak penjelasan berikut ini. 

Alasan mengapa emas tidak termasuk investasi karena emas itu bukan merupakan aset yang produktif, emas tidak bisa menghasilkan cash flow. Emas akan memberikan keuntungan apabila ketika kita beli tahun ini di harga tertentu, di tahun depan nilai dari emas tersebut akan naik. 

Namun biasanya emas itu digunakan sebagai alat pelindung terhadap mata uang kita. Apabila kita memegang emas nilai emas biasanya stabil. Karena emas diakui di seluruh dunia valuta asing bukan merupakan investasi. Kenapa mirip dengan emas, karena dia tidak memasukkan cash flow. 

Bitcoin 

Yang kedua adalah bitcoin. Alasan kenapa bitcoin tidak termasuk investasi adalah, yang pertama karena bitcoin tidak menghasilkan cash flow, dan yang kedua adalah karena kita harus bekerja, kita mesti harus aktif mengelola instrumen dan itu akan menguras waktu kita. Terutama apabila kita memiliki pekerjaan lain yang mungkin merupakan sumber pencarian kita. 

8 Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya

Oke sekarang kita balik ketopik yang sebelumnya. Apa sajakah investasi yang menguntungkan. Namun sebelum kita bicara mengenai untung, Ada baiknya kita mengetahui dulu pengertian dari resiko. Karena kita bicara tentang untung, maka tidak boleh lepas dari yang namanya risiko. 

Definisi dari risiko ini sudah dijelaskan dengan sangat baik oleh pengajar investasi yang cukup terkenal yaitu aswath damodaran. Yaitu resiko mirip seperti neraca. Kalau seandainya dalam rhythm itu kita mau yang besar, maka kita harus siap untuk menerima resiko yang besar pula. 

Kalau kita tidak siap menerima resiko yang besar, jangan labil investasi yang menjanjikan rhythm yang sangat besar. Terminologinya di mana danger + opportunity, mengutip apa yang dikatakan oleh profesor damodaran. Apabila kita ingin mendapatkan imbal hasil yang besar, maka kita harus siap menanggung segala resiko. 

Apabila kita tidak suka dengan risikonya, maka janganlah kita meminta investasi yang beresiko besar. Mungkin sesekali kamu pernah membaca artikel-artikel di internet yang mengatakan bahwa berinvestasi di saham itu menjanjikan untung yang besar. 

Ketika sahabat investor yang ingin berinvestasi, ingin mencari instrumen investasi yang menguntungkan, haruslah siap dengan resiko nya. Karena semakin menguntungkan instrumen investasi tertentu, maka resiko yang dihadapi akan semakin besar, sedangkan semakin rendah resikonya maka semakin biasa juga yang didapatkan.

Deposito atau Reksadana Pasar Uang

Pertama adalah deposito atau Reksadana pasar uang di mana rhythmnya antara 5 sampai 7%. Ada beberapa macam reksadana pasar uang, yang pertama di mana di dalamnya nanti akan ada deposito maupun juga obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 tahun. Reksadana pasar uang ini cocok untuk invest dalam jangka waktu yang pendek, kurang dari 1 bulan. Karena nyaris tidak ada resiko.

Obligasi Negara

Yang kedua adalah obligasi negara. Obligasi negara bisa berupa obligasi ritel Indonesia, saving bond ritel dan juga surat utang negara. Reksadana yang menggunakan instrumen investasi obligasi negara ini bernama reksadana pendapatan tetap. 

Sobat investor harus melihat komposisi dari produk reksadana pendapatan tetap yang sobat investor beli. Bagaimana cara melihatnya? yang pertama prospektus dan yang kedua fantech. Didalam situ nanti akan ditunjukkan tujuan dari reksadana ini dibuat dan juga komposisi dari aset-aset yang dikelola. 

Untuk resikonya sendiri juga mirip dengan deposito, yaitu mendekati nol. Karena sampai saat ini pemerintah Indonesia tidak pernah gagal bayar obligasinya. Namun ada resiko volatilitas harga dalam jangka pendek, terutama apabila ada naik turun dari suku bunga BI. Obligasi Negara ini cocok untuk investasi jangka menengah. 

Obligasi Korporasi

Untuk yang ketiga obligasi korporasi atau Reksadana pendapatan tetap obligasi korporat maupun juga dinamakan sebagai reksa danaterproteksi. Untuk obligasi korporasi rhythmnya kurang lebih sekitar 7 sampai 12% tergantung rating obligasi dari lembaga pemeringkat. 

Lembaga pemeringkat sendiri ada banyak macamnya ada modis, ada pefindo dll. Kita bisa bilang resikonya tidak nol, melainkan tergantung dari grab-nya. Grab-nya sendiri bervariasi mulai dari yang Triple E sampai yang grab yang devold. 

Sebenarnya resikonya ada, tapi bisa dibilang kecil. Apalagi kalau manajer investasi memberikan instrumen obligasi yang cukup variatif tidak hanya di satu perusahaan melainkan banyak sekali perusahaan. 

Untuk resiko yang lebih tinggi, di sini ada yang namanya simpanan koperasi rhythmnya 7 sampai 15%.  Tergantung dari skala koperasinya, apakah koperasi tersebut memiliki aset yang cukup besar atau aset yang masih kecil. 

Jenis-jenis koperasi ada koperasi simpan pinjam, ada koperasi serba usaha, koperasi karyawan. Untuk lama pinjaman ada yang 3 bulan dengan bunga yang lebih kecil daripada yang 6 bulan 1 tahun 2 tahun dan seterusnya. 

Tentu saja resikonya jauh lebih besar daripada obligasi dan reksadana pendapatan tetap. Di mana ada resiko keamanan. Ada beberapa kasus koperasi membawa lari uang nasabah, karena disini tidak ada lembaga penjamin, karena beda kementerian dan ada resiko likuiditas di mana memiliki reksadana bisa dicairkan sewaktu-waktu. Tapi kalau di koperasi ada beberapa koperasi yang tidak mengijinkan anggotanya untuk mencairkan dananya sewaktu-waktu. 

Untuk itu sobat investor sebelum berinvestasi di koperasi, jangan asal pilih koperasi. Silakan Googling terlebih dahulu koperasi yang memiliki karakteristik sebagai berikut. 

  • Memiliki track record yang baik. Tidak ada kasus penipuan dan sebagainya
  • Yang kedua berdirinya sebelum tahun 98. Di mana pada tahun 98 ada krisis yang begitu besarnya, bahkan bank besarpun kolep dan juga 2008 juga ada krisis. 
  • Sudah mendapatkan penghargaan. Misal dari Kementerian Koperasi maupun institusi lainnya. 

Apabila ada koperasi yang menawarkan keuntngan yang sangat tinggi sekali yang tidak masuk akal di atas 15% jangan senang dulu. Karena inilah kamu haruslah takut apabila ada yang menawarkan seperti itu. 

P2P Landing

P2P landing ini memiliki rhythm yang cukup bervariasi. Tergantung dari tipe pinjaman ada invoice financing adalah Lon yang produktif ada juga yang konsumtif. Dari platformnya sendiri biasanya memiliki struktur yang berbeda-beda juga, tergantung dari kredit skor pinjaman tersebut. 

Resikonya jauh lebih besar dibandingkan semua instrumen fixed income yang ada. Ada risiko likuiditas khususnya untuk Lon yang jangka panjang tingkat gagal barangnya jauh lebih tinggi dibandingkan instrumen-instrumen lainnya. karena tidak ada lembaga pemeringkat dari pinjaman sehingga hanya mengandalkan tim credit scoring masing-masing platform pear to pear landing. 

Saran saya, pilihlah platform yang memiliki izin dari OJK, yang kedua coba prioritaskan Lon yang lebih aman. Pilihlah yang sudah mendapatkan pendanaan Seri A dan fokuslah untuk menghindari pinjaman pinjaman yang berisiko. Misalnya pinjaman yang diberikan grade C atau D. 

Reksadana Saham

Reksadana saham ini memiliki pilihan yang cukup variatif. tapi apabila reksadana tersebut memiliki saham saham blue chip, maka rhythm menyerupai ihsg sendiri mulai dari tahun 1982 sampai 2019 itu berkisar kurang lebih 12% gimana pada tahun 1982 ihsg stay pada harga intake 100 dan sekarang kurang lebih ihsg di 6200 itu masih belum dipotong dengan yang namanya manajemen fee yang biasanya berkisar antara 1 sampai 4%. 

Untuk resikonya termasuk tergolong resiko yang hairis. Karena satu dia memiliki resiko volatilitas harga bisa naik turun. Sehingga harus berinvestasi dengan jangka waktu yang cukup lama agar resiko itu bisa berkurang. 

Kalau menurut saya silakan pilih maneger investasi atau produk reksadana saham yang manajemen fee-nya atau expense ratio nya itu paling kecil. Jangan pilih reksadana saham yang hanya fokus pada satu sektor saja melainkan harus yang terdiversifikasi. 

Saham

Yang ketujuh adalah saham. Saham sendiri memiliki dua rhythm yang pertama capital gain, kenaikan dari kenaikan aset yang kita beli dan yang kedua adalah dividen, dividen ini didapatkan dari bagi laba dari perusahaan. Biasanya laba yang akan dibagikan kepada para investor akan ditetapkan di rapat umum pemegang saham. 

Jelas rhythm lebih bervariasi lagi dibandingkan reksadana saham. Karena pada reksadana saham ada regulasi yang mengatur. Misalnya jumlah sahamnya minimal harus sekian, tidak boleh masuk sekian puluh persen di satu saham saja. Sedangkan untuk saham kita bebas memilih mau kita hanya masuk satu saham saja, ataupun berapa pun kita bebas memilih. Untuk dividen dari saham-saham blue chip itu biasanya berkisar antara 1 sampai 3%. 

Untuk resikonya yang jelas lebih beresiko lagi dibandingkan reksadana saham. Menurut saya ini cocok untuk jangka waktu yang lebih dari 3 tahun. Namun perlu diingat bila kita melakukan trading tetapi menganggap yang kita warna dari investasi itu adalah hal yang salah trading sendiri Saya tidak larang tetapi ingat itu bukanlah investasi melainkan suatu pekerjaan

Properti

Yang terakhir adalah properti. Properti sendiri rhythmnya sangat relatif, tergantung dari lokasi. Tetapi biasanya akan terbagi menjadi dua. Yang pertama dari sewa yang kurang lebih plus minus sekitar 3 sampai 5% dari total harga properti itu sendiri, sedangkan rhythm dari kenaikan harga tanah itu kurang lebih 5 sampai 10%. 

Tentu saja resiko yang terbesar sebagai bukan di volatilitas. Berbeda dengan saham yang bisa naik turun sewaktu-waktu. Yang terbesar adalah likuiditas properti tidak bisa dijual sewaktu-waktu. Berbeda dengan saham, kalau di saham saya tekan sell uang saya bisa langsung dapat sekarang itu juga. 

Jadi di sini juga ada resiko penurunan harga bangunan. Ingat bangunan itu merupakan aset yang depresiaktif sehingga pasti ada biaya yang dibutuhkan untuk melakukan maintenance. Ada resiko seperti ini tidak bisa jual sedikit demi sedikit atau sebagian. Tidak mungkin dong kalau saya hanya kepingin menjual garasinya saja. 

Ketika kita mau menjual properti ya kita harus jual seluruhnya. Ingat apabila kita sudah berhasil mendirikan rumah-rumah yang kita tempati itu bukanlah aset investasi. Karena rumah tersebut tidak menghasilkan cash flow bagi kita.Terkecuali apabila ada satu atau dua kamar yang mungkin kita sewakan atau kita jadikan misalnya kamar kost. 

Okesobat investor sudah dijelaskan tadi ada 8 macam investasi yang menguntungkan dan layak kita jadikan alat untuk meningkatkan kekayaan kita. Tapi jangan lupa apapun ya sobat investor pilih itu harus sesuai dengan toleransi risiko dari masing-masing.



This post first appeared on Cara Diet Alami Ala Artis Indonesia, please read the originial post: here

Share the post

8 Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya

×

Subscribe to Cara Diet Alami Ala Artis Indonesia

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×