Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Sistem Starting Mesin Diesel

Starting sistem pada Mesin diesel berfungsi sebagai penggerak awal mesin sebelum terjadinya pembakaran.
Setelah pembakaran terjadi maka alat starting akan berhenti secara otomatis.

Pada mesin diesel untuk starting sistem terdapat berbagai jenis seperti engkol manual,motor dc.

Sistem Starting Mesin Diesel

Starting yang berukuran kecil biasanya menggunakan jenis starting engkol manual dengan cara memutar engkol sampai mesin terjadi pembakaran sehingga tuas engkol akan terlepas dengan sendirinya,penggunaan engkol ini di aplikasikan untuk mesin kecil karena beban kompresi pada piston tidak terlalu besar dan cukup mampu untuk diputar secara manual.

Sedangkan untuk jenis kendaraan pada umumnya seperti mobil,truck,bus,genset,kapal kecil,dll sistem starting yang digunakan adalah motor DC.
Prinsip kerjanya adalah memutar poros engkol mesin diesel dengan menggunakan motor dc yang ditenagai battery.

Setelah pembakaran terjadi maka secara otomatis sistem starting akan terlepas dan terhenti.

Cara kerja starting sistem: 

Saat kunci kontak diputas posisi start(st) arus listrik mengalir dari battery disalurkan melalui terminal B kunci kontak kemudian diteruskan ke terminal ST.
Arus listrik dari terminal ST dialirkan menuju terminal 50 selenoid starting motor dan mengaktifkan kemagnetan untuk menarik plunger sehingga pinion gear starting motor terdorong dan menempel di gear flywheel mesin.

Selain itu solenoid juga menghubungkan terminal 30 starting motor dengan terminal M starting motor sehingga terjadi kemagnetan pada field coil dan memutar armature agar gera pinion yang terdorong dapat memutar flywheel,maka mesin dapat hidup.

Komponen starting sistem

1.Battery
2.Fuse/sekring
3.Kunci kontak/starter key
4.Relay jika digunakan
5.Starting motor

Motor starter berfungsi untuk merubah energy listrik DC dari battery menjadi energy mekanikal untuk memutar flywheel sehingga mesin bisa hidup.
Starting motor terdiri dari komponen-komponen pendukung agar starting motor dapat bekerja maksimal.

Komponen starting motor:

-Armature
Berfungsi untuk merubah energy lisrtik menjadi energy mekanikal dalam bentuk putar.

-Brush
Berfungsi untuk meneruskan arus lisrik dari terminal M menuju armature coil dan di teruskan ke massa/ground body melalui komutator.

-Solenoid
Terdiri dari pull in coil dan hold in coil yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri yaitu:

*Pull in coil
berfungsi sebagai terjadinya kemagnetan awalan untuk menarik plunger

*hold in coil
Berfungsi untuk menimbulkan kemagnetan dan menahan plunger pada saat pull in coil menarik plunger agar posisi plunger bisa ditahan.

*Plunger
Berfungsi untuk menarik shift lever.

*Shift lever
Berfungsi sebagai tuas yaitu pada saat plunger ditarik maka pada ujung lever yang lain mendorong pinion gear agar terpasang di flywheel.

*Overaning clutch
Mencegah putaran berlebih pada saat mesin sudah hidup dengan tujuan agar pinion gear tidak ikut berputar pada saat mesin sudah hidup.

*Pinion shaft
Berfungsi sebagai dudukan dari pinion gear. ......


This post first appeared on Info Khasiat Herbal Dan Cara Pengobatan Tradisional, please read the originial post: here

Share the post

Sistem Starting Mesin Diesel

×

Subscribe to Info Khasiat Herbal Dan Cara Pengobatan Tradisional

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×