Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Menghindari Duplikat Konten Dengan Fungsi Canonical URL

Menghindari Duplikat Konten Dengan Fungsi Canonical Url adalah salah satu tulisan di Blogger Pemula Info 02 justhost 125x125 Menghindari Duplikat Konten Dengan Fungsi Canonical URL gambar075x075 5 Menghindari Duplikat Konten Dengan Fungsi Canonical URL gambar125 v3 Menghindari Duplikat Konten Dengan Fungsi Canonical URL gambar2 Menghindari Duplikat Konten Dengan Fungsi Canonical URL gambar

canonical url Menghindari Duplikat Konten Dengan Fungsi Canonical URL gambar
image source:
seodesignsolutions.com

Pengertian Duplikat Konten

Sebagai blogger pemula kita mungkin hanya memahami pengertian duplikat konten sebagai duplikasi konten sebuah blog berupa tulisan yang diambil dari blog lain Atau sumber lain, atau lebih populer di sebut copas (copy paste). Namun pengertian lebih tepat menurut wikipedia dan google sendiri adalah:

“alamat web yang berbeda ( “URL”) pada sebuah blog atau situs yang menampilkan konten yang identik”

Dengan pengertian duplikat konten seperti ini, banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa secara tidak sengaja kita telah membuat duplikat konten di Blog Kita sendiri. Duplikat konten dapat terbentuk ketika:

  • Menggunakan Tag (label) dan kategori yang secara tidak sengaja akan mengacu kepada konten asli berupa postingan atau halaman. Contohnya: http://www.bloggerpemula.info/sitemap/ dan http://www.bloggerpemula.info/tag/daftar-isi/
  • Bila blog kita tidak dikonfigurasi dengan baik, sehingga menimbulkan beragam URL. Misalnya nama blog dengan menggunakan www dan tanpa www, home, index.html, dll. Contoh: http://www.bloggerpemula.info dan http://bloggerpemula.info/ atau http://www.contoh.com dan http://www.contoh.com/index.html
  • Parameter yang digunakan dalam sebuah id sesi, komentar, kode penelusuran, dll. Contoh: http://www.bloggerpemula.info/cara-membuat-tabel-di-blog-dengan-google-documents/ dan http://www.bloggerpemula.info/cara-membuat-tabel-di-blog-dengan-google-documents/comment-page-1/#comment-2170 Atau http://www.website.com/product.php?item=landing-page1 dan http://www.website.com/product.php?item=landing-page1&trackingid=2742&sessionid=9361
  • Beragam variasi halaman yang mengandung hanya sedikit konten sehingga terlihat identik atau halaman mengandung terlalu banyak kata dan frase yang sama. Contohnya halaman produk-produk retailer dengan spesifikasi yang mirip.

Tidak percaya? Silahkan baca langsung dari googlewebmaster http://googlewebmastercentral.blogspot.com/2009/02/specify-your-Canonical.html

Pengertian Canonical URL:

Pengertian Canonical URL menurut Wikipedia, Google dan mesin pencari lainnya adalah:

“Satu alamat URL web yang telah diberi label “canonical” sehingga dianggap sebagai URL “resmi” dari beberapa alamat URL lain yang memberikan konten yang identik.”

Canonical URL akan mengarahkan mesin pencari untuk mengambil alamat web yang telah diberi tag “canonical” sebagai versi “resmi” atau “benar” dari alamat blog kita.

Sejarah Canonical URL

Untuk mengatasi masalah duplikat konten seperti di atas, Google secara resmi mengumumkan penggunaan fungsi label “canonical” pada 12 February 2009. Disusul oleh mesin pencari lain seperti Yahoo dan MSN. Namun tetap kita sebagai pemilik blog yang harus menentukan mana URL yang resmi dengan menambahkan label “canonical” tersebut. Dengan begitu, mesin pencari akan mengenali mana URL yang “resmi” dan tidak memperhitungkan URL yang lain.

Manfaat Canonical URL

Canonical URL akan menyebabkan Google untuk mengambil alamat web tersebut sebagai versi alamat web  yang “resmi” atau “benar”. Hal ini memberikan manfaat berupa:

  • Dalam SERP atau halaman hasil pencarian, yang ditampilkan hanya canonical URL
  • Menghindari masalah dilusi link dan juga dilusi Page Rank. Link dari situs lain yang mengarah ke konten blog kita menggunakan beragam URL akan dianggap menunjuk hanya ke canonical URL tersebut. Artinya, peringkat halaman blog kita di mesin pencari akan meningkat karena semua URL yang beragam akan mengalir dengan benar ke halaman yang seharusnya.
  • Saat ini, label “canonical” ini juga sudah berlaku untuk nama domain yang berbeda http://googlewebmastercentral.blogspot.com/2009/12/handling-legitimate-cross-domain.html .

Cara menggunakan label “canonical”

Label “canonical” dapat berfungsi dengan aturan dasar link “relative (rel=)” dalam bentuk rel=”canonical”.  Cara penggunaan label “canonical” ini untuk sebuah link halaman atau postingan blog adalah dengan memasukkannya ke dalam bagian HEAD halaman blog tersebut dengan format berikut:

<link rel="canonical" href="http://www.contoh.com/halaman-resmi.html" />;

Ganti ” http://www.contoh.com/halaman-resmi.html ” dengan alamat blog kita yang sebenarnya. Ingat: kode harus masuk ke bagian HEAD halaman blog kita bukan di bagian BODY.

Masalahnya adalah, apakah memungkinkan menambahkan tag canonical ini di semua postingan dan halaman blog kita? Mungkin anda akan kesulitan bila harus menambahkannya secara manual satu per satu, namun ada beberapa cara yang bisa digunakan:

  1. Untuk pengguna platform blog wordpress.org, fungsi canonical ini sudah mulai diterapkan pada versi terbaru wordpress 2.9. Jika masih menggunakan versi lama atau sebelum 2.9 segera upgrade wordpress anda ke versi 2.9.
  2. Plugin All In One SEO Pack memiliki fitur dalam membantu menerapkan fungsi canonical. Install plugin ini dan aktifkan fitur canonical. Langkahnya bisa dilihat di Review dan Tips Optimasi Plugin SEO All In One SEO Pack
  3. Copy kode html berikut di bagian header blog anda tepat sebelum kode </HEAD>. Dengan kode ini, tiap halaman dan postingan akan memiliki canonical sendiri.

<link rel="canonical" href="<?php the_permalink() ?>" />

Ketiga cara diatas bisa digunakan semua agar lebih yakin atau pun hanya salah satu. Untuk mengetahui apakah blog kita sudah menerapkan “canonical” URL ini atau tidak, ikuti langkah berikut:

  1. Buka salah satu halaman blog kita di browser (mozilla firefox atau internet explorer).
  2. Klik kanan dan pilih “view source” (mozilla firefox) atau klik “View” dan pilih “Source” (Internet Explorer)
  3. Cari kata rel="canonical" di bagian header kode HTML blog kita.
  4. Bila ada dan diikuti dengan alamat URL halaman tersebut, berarti canonical sudah aktif
 Menghindari Duplikat Konten Dengan Fungsi Canonical URL gambar


This post first appeared on Tips Dan Tutorial Ngeblog | Blogger Pemula Info, please read the originial post: here

Share the post

Menghindari Duplikat Konten Dengan Fungsi Canonical URL

×

Subscribe to Tips Dan Tutorial Ngeblog | Blogger Pemula Info

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×