Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Sholat yang benar akan berpengaruh baik pada kehidupan bermasyarakat

Tags: shalat allah

Latar belakang disyariatkannya Shalat di satu sisi sebagai pembuktian ketundukan dan penghambaan diri terhadap Allah dan di sisi lain sebagai bentuk syukur terhadap nikmat dari Yang Mahabesar. Di antaranya adalah, nikmat penciptaan makhluk. Di samping itu, shalat akan memberikan manfaat atau hikmah yang akan dirasakan para ahli shalat baik di dunia dan di akhirat kelak, apabila melaksanakannya dengan sempurna, memenuhi syarat rukun, khusu’ dan ikhlas karena Allah SWT.

Arti shalat menurut bahasa ‘Arab adalah doa. Menurut istilah syara’ ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melengkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu’, memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.

Ibadah shalat memiliki kedudukan yang utama dalam keseluruhan ibadah kepada Allah. Ada beberapa hal yang menjelaskan tentang shalat:

1. Shalat merupakan “mi’rajul mukminin” (mikrajnya orang-orang beriman)

2. Shalat sebagai tiangnya agama, barangsiapa menegakkan shalat berarti telah menegakkan agama, dan barangsiapa meninggalkan shalat berarti merusak agama

3. Shalat sebagai amal ibadah yang membedakan antara umat Islam dan orang kafir (al farqu baina ‘abdi walkufri)

4. Shalat merupakan ibadah yang pertama dihisab di yaumil qiyamah.

Apabila orang Islam telah menegakkan shalat secara sempurna (syarat-rukunnya), khusyuk, dan ikhlas dalam pengamalannya, maka shalat tersebut akan memberikan dampak yang positif terhadap suasana bathin, kejiwaan, atau psikologisnya yang tenteram. Kondisi ini amat mendukung bagi terbentuknya kepribadian (personality) yang utuh, sehat, produktif, atau efektif.

Di antara hikmah yang terkandung dalam shalat apabila dilaksanakan secara sempurna memenuhi syarat-rukunnya adalah:

Pertama, disiplin waktu. Orang yang shalat tepat pada waktunya dapat dilihat dari sikapnya yang efektif menggunakan waktu. Ia tidak membiarkan nikmat yang mahal harganya ini berlalu sia-sia.

Kedua, cinta kebersihan. Shalat tidak sah bila tanpa bersuci. Hikmahnya, orang yang shalatnya khusyuk’ akan cinta dengan hidup yang bersih. Akan selalu berpikir bagaimana lahir batinnya bisa selalu bersih.

Ketiga, niat lurus karena Allah SWT. Seorang yang khusyuk’ shalatnya akan selalu menjaga niat dalam setiap perbuatannya. Ia tidak mau bertindak sebelum yakin niatnya lurus karena Allah. Katakanlah: “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam (QS. Al-An’am: 162)

Keempat, Islam cinta keteraturan. Shalat juga memiliki rukun yang tertib urutannya. Hikmahnya adalah shalat mengajarkan agar mukmin senantiasa tertib, teratur dan prosedural dalam hidupnya.

Kelima, tawadhu’. Ketika sujud, kepala dan kaki sama derajatnya, bahkan dalam shalat setiap orang sama derajatnya. Ini bermakna dalam hidup kita harus tawadhu’. Sebab kemuliaan yang hakiki hanya pantas dimiliki Allah SWT.

Muslim tidak akan pernah berbuat zalim pada orang lain

Shalat ditutup dengan salam, yang merupakan sebuah doa agar orang di sekitar kita di beri keselamatan dan keberkahan dari Allah. Ucapan salam inì sekaligus garansi bahwa bahwa seorang muslim akan memberikan dan menyebarkan keselamatan, rahmat dan berkah kepada orang-orang di sekitarnya, sebab shalat menjadi pencegah perbuatan fahsya dan munkar.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain) dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Ankabuut: 45)

Shalat berintikan doa, bahkan itulah arti harfiahnya. Doa adalah keinginan yang dimohonkan kepada Allah SWT. Jika Anda berdoa atau bermohon, Anda harus merasakan kelemahan dan kebutuhan Anda di hadapan siapa yang kepadanya Anda bermohon. Hal ini harus dibuktikan dalam ucapan dan sikap. Orang yang melaksanakan shalat adalah mereka yang butuh kepada Allah serta mendambakan bantuannya. Orang yang memahami hakikat shalat akan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam gerakan-gerakan shalat tersebut menjadi sebuah akhlakul kariimah, akhlak yang baik bagi pribadi dan masyarakat. Wallahu’alam.




This post first appeared on Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, please read the originial post: here

Share the post

Sholat yang benar akan berpengaruh baik pada kehidupan bermasyarakat

×

Subscribe to Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×