Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Kisi Kisi Soal UAS UT Universitas Terbuka HKUM4307 Hukum Persaingan Usaha Modul 3 Beserta Kunci Jawaban

Tags:
Kisi Kisi Soal UAS UT Universitas Terbuka HKUM4307 Hukum Persaingan Usaha Modul 3 Beserta Kunci Jawaban


Soal UAS UT Universitas Terbuka HKUM4307 Hukum Persaingan Usaha Modul 3 Beserta Kunci Jawaban



Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Setiap perjanjian atau kegiatan usaha tertentu sebagai illegal, tanpa pembuktian lebih lanjut atas dampak yang ditimbulkan dari perjanjian atau kegiatan usaha disebut ….

A. Pendekatan per se illegal
B. Pendekatan Role of reason
C. Pendekatan sistematik
D. Pendekatan metodologi

Jawaban
A. Pendekatan per se illegal

2) Kegiatan yang dianggap sebagai per se illegal biasanya meliputi hal dibawah ini, kecuali ….

A. Penetapan harga secara kolusif atas produk tertentu
B. Pengaturan harga penjualan kembali
C. Pengaturan Jadwal Keberangkatan
D. Penetapan harga secara kolusif

Jawaban
C. Pengaturan Jadwal Keberangkatan

3) Dalam pengaturan persaingan usaha ditetapkan norma larangan yang memiliki dua sifat atau pendekatan yang digunakan dalam melihat perjanjian atau kegiatan pelaku usaha, yakni ….

A. Larangan yang bersifat Per se (Per se illegal) dan pendekatan larangan yang bersifat Rule of Reason
B. larangan yang bersifat Per se (Per se illegal) dan pendekatan larangan yang bersifat Rule of Law
C. larangan yang bersifat Per se legal dan pendekatan larangan yang bersifat Rule of Reason
D. larangan yang bersifat Per Legal dan pendekatan larangan yang bersifat Rule of Law

Jawaban
A. Larangan yang bersifat Per se (Per se illegal) dan pendekatan larangan yang bersifat Rule of Reason

4) Pendekatan per se biasa disebut juga ….

A. per seillegal
B. per se rules
C. per se doctrine
D. per seillegal , per se rules, per se doctrine, per se violation

Jawaban
D. per se illegal , per se rules, per se doctrine, per se violation

5) Larangan-larangan yang bersifat Per se adalah larangan yang bersifat seperti dibawah ini kecuali …..

A. Permanen
B. Jelas
C. Tegas
D. Mutlak

Jawaban
A. Permanen

6) Larangan dalam pendekatan Per se bersifat tegas dan mutlak disebabkan perilaku yang sangat mungkin merusak persaingan sehingga tidak perlu lagi …..

A. Melakukan pembuktian akibat perbuatan tersebut.
B. Dilakukan sidang KPPU
C. Melakukan Cek and recheck kembali
D. Melakukan bantahan

Jawaban
A. Melakukan pembuktian akibat perbuatan tersebut

7) Pendekatan per seillegal harus memenuhi dua syarat, syarat yang pertama lebih ditujukan kepada

A. Perilaku Bisnis
B. Situasi Pasar
C. Perilaku Terlarang
D. Situasi Kondisional

Jawaban
A. Perilaku Bisnis

8) Sedangkan syarat kedua pendekatan per seillegal harus memenuhi …..

A. Identifikasi secara cepat
B. Mudah mengenai praktik
C. Batasan perilaku yang terlarang.
D. Adanya identifikasi secara cepat dan mudah mengenai praktik atau batasan perilaku yang terlarang.

Jawaban
D. Adanya identifikasi secara cepat dan mudah mengenai praktik atau batasan perilaku yang terlarang.

9) Pendekatan pers mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain adalah ….

A. Kepastian Hukum
B. Biaya Murah
C. Hakim lebih mudah memutuskan
D. Kepastian Hukum, Biaya Murah, Hakim lebih mudah memutuskan

Jawaban
D. Kepastian Hukum, Biaya Murah, Hakim lebih mudah memutuskan

10) Penetapan harga yang dilakukan pelaku usaha yang memproduksi atau menjual produk atau jasa yang sama baik dalam menaikkan harga, mengatur, mematok harga dari barang-barang atau jasa disebut …

A. Penetapan harga secara horizontal
B. Penetapan harga secara vertikal
C. Penetapan harga secara horizontal dan vertikal
D. Penetapan harga secara sepihak

Jawaban
A. Penetapan harga secara horizontal

11) Dalam teori rule of reason sebuah tindakan tidak secara otomatis dilarang, meskipun perbuatan yang dituduhkan tersebut kenyataannya terbukti telah dilakukan. Hal ini dikarenakan teori rule af reason mengharuskan….

A. Pembuktian
B. Mengevaluasi akibat perjanjian
C. Posisi dominan tertentu
D. Pembuktian, mengevaluasi akibat perjanjian, posisi dominan tertentu

Jawaban
D. Pembuktian, mengevaluasi akibat perjanjian, posisi dominan tertentu

12) Keunggulan rule of reason adalah, menggunakan analisis ekonomi untuk mencapai efisiensi guna mengetahui pasti, yaitu …

A. Apakah suatu tindakan pelaku usaha memiliki implikasi kepada persaingan
B. Apakah suatu tindakan pelaku usaha tidak memiliki implikasi kepada persaingan
C. Apakah tanpa tindakan pelaku usaha memiliki implikasi kepada persaingan
D. Apakah tanpa tindakan pelaku usaha tidak memiliki implikasi kepada persaingan

Jawaban
A. Apakah suatu tindakan pelaku usaha memiliki implikasi kepada persaingan

13) Kelemahan paling utama teori rule of reason yang digunakan oleh para hakim dan juri guna dapat menghasilkan keputusan yang rasional, adalah…..

A. Hakim harus memiliki kemampuan pengetahuan Teori Ekonomi
B. Hakim harus memiliki kemampuan pengetahuan Teori Hukum
C. Hakim tidak harus memiliki kemampuan pengetahuan Teori Ekonomi
D. Hakim tidak harus memiliki kemampuan pengetahuan Teori Hukum

Jawaban
A. Hakim harus memiliki kemampuan pengetahuan Teori Ekonomi

14) Pernyataan hakim white mengenai penggunaan rule of reason dalam perkara standard oil mengandung tiga pengujian, yaitu ....

A. Adanya konsep per se illegal
B. Adanya maksud para pihak
C. Akibat dari suatu perjanjian
D. Adanya konsep per se illegal, adanya maksud para pihak dan akibat dari suatu perjanjian

Jawaban
D. Adanya konsep per se illegal, Adanya maksud para pihak dan Akibat dari suatu perjanjian

15) Tying arrangement secara per se illegal hanya jika faktor-faktor awal tertentu telah ditetapkan, seperti ....

A. Kekuatan pasar tying product dan Eksistensi dua produk secara terpisah
B. Paksaan yang nyata terhadap konsumen
C. Dampak yang substansial terhadap perdagangan antar negara bagian
D. Kekuatan pasar tying product dan Eksistensi dua produk secara terpisah; Paksaan yang nyata terhadap konsumen; Dampak yang substansial terhadap perdagangan antar negara bagian

Jawaban
D. Kekuatan pasar tying product dan eksistensi dua produk secara terpisah; Paksaan yang nyata terhadap konsumen; Dampak yang subtansial terhadap perdagangan antar negara bagian

16) Dalam mengevaluasi mengenai luasnya “kerugian kompetitif”, biasanya akan selalu ditentukan oleh …..

A. Pangsa pasar (market share) pihak tergugat di pasar terkait (relevant market)
B. Pangsa pasar (market share) pihak penggugat di pasar terkait (relevant market)
C. Pangsa pasar (market share) pihak tergugat di pasar yang tidak terkait (nonrelevant market)
D. Pangsa pasar (market share) pihak penggugat di pasar yang tidak terkait (non relevant market)

Jawaban
A. Pangsa pasar (market share) pihak tergugat di pasar terkait (relevant market)

17) Pasar georgrafis didefinisikan menurut pandangan pembeli tentang ketersediaan produk pengganti yang dibuat atau dijual di berbagai lokasi. Pasar geografik biasanya ditentukan dalam batas-batas, antara lain ….

A. Biaya angkutan
B. Waktu angkutan
C. Tarif dan peraturan
D. Biaya angkutan waktu angkutan, tarif, dan peraturan

Jawaban
D. Biaya angkutan; waktu angkutan; tarif, dan peraturan

18) The rule of reason merupakan ‘standar’ yang membolehkan pengadilan untuk ….

A. Menilai kejelasan dari persaingan
B. Menilai ketidakjelasan atau tingkatan-tingkatan dari pengaruh persaingan
C. Menilai kejelasan atau tingkatan-tingkatan dari pengaruh persaingan
D. Menilai ketidakjelasan atau persaingan

Jawaban
B. Menilai ketidakjelasan atau tingkatan-tingkatan dari pengaruh persaingan

19) Mengingat perbedaan metode pendekatan antara per se illegal dan the rule of reason demikian ekstrim, maka hakim dalam memutuskan suatu perkara harus …..

A. Menempatkan posisi di antara kedua pandangan tersebut
B. Memilih kedua metode tersebut
C. Tidak memilih kedua metode tersebut
D. Memilih pendekatan the rule of reason

Jawaban
A. Menempatkan posisi di antara kedua pandangan tersebut

20) Suatu pendekatan yang menggunakan analisis pasar serta dampaknya terhadap persaingan adalah …..

A. Per se illegal
B. future oriented
C. compentence
D. Rule of reason

Jawaban
D. Rule of reason

Kunci Jawaban
1) A. Pendekatan per se illegal
2) C. Pengaturan Jadwal Keberangkatan
3) A. Larangan yang bersifat Per se (Per se illegal) dan pendekatan larangan yang bersifat Rule of Reason
4) D. per se illegal , per se rules, per se doctrine, per se violation
5) A. Permanen
6) A. Melakukan pembuktian akibat perbuatan tersebut
7) A. Perilaku Bisnis
8) D. Adanya identifikasi secara cepat dan mudah mengenai praktik atau batasan perilaku yang terlarang.
9) D. Kepastian Hukum, Biaya Murah, Hakim lebih mudah memutuskan
10) A. Penetapan harga secara horizontal
11) D. Pembuktian, mengevaluasi akibat perjanjian, posisi dominan tertentu
12) A. Apakah suatu tindakan pelaku usaha memiliki implikasi kepada persaingan
13) A. Hakim harus memiliki kemampuan pengetahuan Teori Ekonomi
14) D. Adanya konsep per se illegal, Adanya maksud para pihak dan Akibat dari suatu perjanjian
15) D. Kekuatan pasar tying product dan eksistensi dua produk secara terpisah; Paksaan yang nyata terhadap konsumen; Dampak yang subtansial terhadap perdagangan antar negara bagian
16) A. Pangsa pasar (market share) pihak tergugat di pasar terkait (relevant market)
17) D. Biaya angkutan; waktu angkutan; tarif, dan peraturan
18) B. Menilai ketidakjelasan atau tingkatan-tingkatan dari pengaruh persaingan
19) A. Menempatkan posisi di antara kedua pandangan tersebut
20) D. Rule of reason


This post first appeared on Bank Soal Universitas Terbuka, please read the originial post: here

Share the post

Kisi Kisi Soal UAS UT Universitas Terbuka HKUM4307 Hukum Persaingan Usaha Modul 3 Beserta Kunci Jawaban

×