Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Cerita Rakyat Melayu - PUAKA TANJUNG PENYABUNG

Riau Berbagi - masih bercerita tentang kedurhakaan seorang anak kepada ibunya. Hampir mirip dengan cerita-cerita petuah Melayu lainnya yang juga memiliki pesan yang sama, berbakti kepada kedua Orang tua dan Tidak Boleh durhaka kepadanya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini cerita singkat dari Puaka Tanjung Penyabung tersebut.


Source : inggogakure.blogspot.com
Cerita ini menghisahkan seorang anak bernama Atan Comot yang durhaka kepada ibunya. Atan Comot hilang ditelan laut karena ibunya menyumpahinya.

Hal ini terjadi ketika Atan Comot yang sudah kaya raya malu menerima makanan kesayangannya ketika masih kecil, yaitu borin asap dengan ulam latuh.

Peristiwa itu terjadi ketika Atan menendang baki berkarat yang berisi borin asap dan ulam latuh yang dibawa ibunya. Kemudian Atan memukul tangan ibunya yang berpegang pada tepi perahu sehingga ibunya terjatuh ke dalam sampan kecilnya dan hampir tercebur ke laut.

Ibu Atan sangat sedih, kesal dan marah. Kemudian , ibu Atan pergi ke sebuah batu di Tanjung Penyabung itu dan berdo’a sambil memegang kedua buah dadanya.

Doanya, “Jika benar anak diperahu itu anakku Atan, anak yang telah kukandung Sembilan bulan sepuluh hari; anak yang telah kubesarkan dengan air susuku ini, terjadilah sesuatu padanya”.


Source : www.meteoweb.eu
Setelah doa itu selesai, tiba-tiba guruh menggelegar dan angin ribut turun dengan kencangnya menenggelamkan perahu Atan. Atan menjerit minta tolong dan minta ampun pada ibunya, tetapi sudah terlambat. Atan hilang ditelan laut.

Saat ini, menurut cerita orang, entah benar entah tidak, jika angin sedang kencang, pernah terlihat seorang nenek berdiri di atas batu dan terdengar pula suara orang menjerit.

Ada banyak hikmah pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita rakyat Melayu Atan Comot tersebut. Banyaknya cerita rakyat Melayu yang memiliki pesan sejenis menandakan betapa pentingnya seoarang anak untuk berbakti kepada orang tua.

Source : 123hdwallpapers.com
Seperti ajaran dan petuah Melayu yang mengajarkan hal tersebut. Berikut ini beberapa pelajaran penting yang bisa kita dapatkan dari cerita rakyat Melayu Riau yang berjudul Puaka Tanjung Penyabung:

1. Tidak boleh durhaka kepada orang tua, terutama ibu yang sangat besar jasanya kepada seorang anak.

2. Tidak boleh melupakan siapa kita di masa dulu. Jika kita orang susah pada awalnya, maka tetap kita harus bisa ingat diri kita dan tidak lupa diri dengan kesuksesan hidup yang telah kita raih.

3. Tidak boleh melupakan kampung halaman, terutama ketika kita telah hidup sukses di kota.

4. Tidak boleh menghina orang susah dan orang miskin.

Source : driau.com



This post first appeared on Riau Berbagi, please read the originial post: here

Share the post

Cerita Rakyat Melayu - PUAKA TANJUNG PENYABUNG

×

Subscribe to Riau Berbagi

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×