Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

LSPR Dukung Terminal 3 New Bandara  International Soetta  Ramah Penumpang Berkebutuhan Khusus

Tiya Rinami, 23thn, Batch1 di lsba

Tiya Rinami, 23 tahun, Batch 1 di London School Beyond Academy sedang simulasi check in di Terminal 3 Soetta

(Businessreview)-Tangerang, 29 Juli 2016. PT Angkasa Pura II bersama London School of Public Relations (LSPR) Jakarta melalui London School Center for Autism Awareness (LSCAA) mengadakan pelatihan untuk petugas front liner Bandara Soekarno-Hatta bertajuk “Menyiapkan Terminal 3 Sebagai Bandara Udara Ramah Individu Berkebutuhan Khusus, Khususnya Autisme”, Jum’at (29/7) bertempat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Sebanyak 67 orang peserta terdiri dari petugas Terminal Inspection Service (TIS), Customer Service (CS),Customer Service Mobile (CSM), serta Duta Larangan Merokok (DLM) mengikuti pelatihan yang menghadirkan narasumber dr. Tri Gunadi, Amd. OT, S.Psi., seorang psikolog yang khusus menangangi pasien dengan spektrum autisme.

Director of Airport Service & Facility, Ituk Herarindri dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Bandara sebagai salah satu pusat mobilisasi orang dan barang harus memiliki semua instrument pelayanan yang dapat mengakomodir berbagai kebutuhan penumpang, salah satunya adalah penumpang berkebutuhan khusus.

“Secara operasional Bandara didesain dengan mengedepankan unsur safety dan security. Ini tentu akan menjadi hal yang sulit dilalui bagi seroang penyandang autistik apabila tidak ada pengertian dan bantuan dari pihak Bandara,” ujar Ituk.

Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan dasar mengenai ciri-ciri spektrum autisme dan cara penanganannya serta langsung melakukan simulasi pelayanan check in terhadap 20 remaja berkebutuhan khusus yang merupakan mahasiswa/i dari London School Beyond Academy (LSBA). Proses ini tentunya tidak hanya menjadi tantangan untuk para mahasiswa LSBA yang perlu menyesuaikan diri dengan tempat baru serta berbagai peraturan ketika datang ke bandara, namun tentunya juga menjadi tantangan bagi para karyawan Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta yang harus siap dalam membantu para penumpang berkebutuhan khusus.

Menurut data, hingga tahun 2015 diperkirakan terdapat 12.800 anak penyandang autisme dan terdapat 134.000 penyandangan spektrum autisme autis di Indonesia. Penyandang autisme sendiri memang tidak selalu kasat mata dan cenderung terlihat normal tanpa ada cacat fisik. Mereka yang disebut memiliki spektrum autisme memiliki kecenderungan untuk tidak memperdulikan orang-orang dan lingkungan disekitaranya dan hanya fokus di dunianya sendiri. Penyandang autisme memiliki beragam ciri dan tingkatan, dari yang pasif hingga yang hiperaktif yang dapat menyakiti diri sendiri ketika sedang mengalami tempertantrum, yaitu seperti mengamuk ketika merasa tidak nyaman atau terganggu.

London School Centre for Autism Awareness (LSCAA) merupakan bagian dari kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) LSPR Jakarta sebagai bentuk kepeduliannya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus yang salah satu karakteristiknya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi baik verbal ataupun non-verbal. Melalui LSCAA, LSPR Jakarta berharap dapat mengkomunikasikan mengenai autisme kepada masyarakat Indonesia. Berbagai kegiatan yang telah diselenggarkan oleh LSCAA seperti acara tahunan Autism Awareness Festival, Workshop for Parents, pembuatan produksi film pendek “Saudaraku Berbeda”, Teachers Training, dan masih banyak lagi guna mengkomunikasikan perihal sosialisasi autisme. Hingga saat ini, LSCAA telah memberikan pelatihan kepada 2147 guru yang mewakili 1216 Sekolah Dasar se-Jabodetabek. Pemutaran film “Saudaraku Berbeda” telah dilakukan di berbagai sekolah dasar dan ditonton oleh 1953 siswa. Orang tua dan pemerhati ABK pun dilibatkan dengan berbagi pengalaman dengan yang lainnya yang telah diikuti oleh 526 orang dan sekitar 49 partnership and supporter mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan LSCAA.

Pelatiahan ini berlokasi di area Terimal 3 Bandara Soekarno-Hatta, dengan tujuan untuk  sekaligus menunjukkan kesiapan terminal yang memiliki luas area sebesar 422.804,40 m2 tersebut dengan kapasitas 25 juta penumpang/tahun. Telah disiapkan 10 (sepuluh) gate untuk keberangkatan internasional dan 18 (delapan belas) gate di keberangkatan domestic. Untuk tahapan pertama, akan dioperasikan gate 11 sampai 15 di keberangkatan domestic. Terdapat juga 12 (dua belas) titik pemeriksaan keamanan/security check point (SCP) di masing-masing terminal domestic dan internasional. Terminal 3 ini didukung oleh 32 counter desk imigrasi serta lima belas jalur penumpang pemegang e-passpor.



This post first appeared on Rekomendasi Bisnis Internet : Rekomendasi Bisnis Online Yang Menguntungkan, please read the originial post: here

Share the post

LSPR Dukung Terminal 3 New Bandara  International Soetta  Ramah Penumpang Berkebutuhan Khusus

×

Subscribe to Rekomendasi Bisnis Internet : Rekomendasi Bisnis Online Yang Menguntungkan

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×