Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Menjaring Wisatawan di Era Digitalisasi

Social media menjadi wadah yang efektif untuk melakukan promosi atau mengiklankan produk secara online serta dapat berkomunikasi langsung dengan para konsumennya.

Social media Menjadi wadah yang efektif untuk melakukan promosi atau mengiklankan produk Secara Online Serta dapat berkomunikasi langsung dengan para konsumennya.

BusinessReview-Social media kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di seluruh dunia. Dari Facebook, Twitter, Linked In, Google+, Pinterest dan Instagram, seluruh social media ini telah mengubah cara masyarakat dalam berkomunikasi dan berinteraksi di dalam kehidupan sosial.

Social media tidak hanya menjadi wadah berbagi dalam berinteraksi atau berkomunikasi dengan teman, kolega, atau pun fans, tetapi dapat juga menjadi wadah yang efektif untuk melakukan promosi atau mengiklankan produk secara online serta dapat berkomunikasi langsung dengan para konsumennya.

Di industri Pariwisata, Pemerintah telah menetapkan target kunjungan wisatawan ke Indonesia tahun 2016 sebesar 272 juta wisatawan. Jumlah tersebut, terbagi atas 12 juta wisatawan mancanegara dan 260 juta wisatawan nusantara (Sumber : www.kemenpar.go.id)

Ada 10 kegiatan yang menjadi prioritas selama tahun 2016, yakni Festival Grebeg Sudiro, Dukungan Wisata Religi Dzikir Nasional, Gerhana Matahari Total, Festival Tambora, Festival Kuliner Nusantara, Lake Toba Ultra, Tour de Singkarak, Jakarta Marathon, Bono Surfing Expedition dan Musi Triboatton.

Adapun 10 destinasi wisata yang akan diprioritaskan adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Wakataobi, Labuan Bajo dan Pulau Morotai.

Semuanya butuh promosi yang gencar untuk menggaet wisatawan asing dan domestik. E-tourism pun menjadi konsep baru yang terus didengungkan sebagai salah satu wujud dari digitalisasi promosi pemasaran dan pengembangan pariwisata.

Kampanye dan program serba digital itu, menjadi andalan Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya untuk menyiasati anggaran promosi pariwisata Indonesia yang masih sangat rendah.

Ia mengatakan, diperlukan strategi khusus dengan minimnya anggaran promosi agar pariwisata mampu berkontribusi lebih besar terhadap penerimaan negara.

“Tidak ada cara lain selain digitalisasi dan membuat promosi secara online serta mengembangkan kerja sama dengan lebih banyak pihak,” kata Arief Yahya, Jakarta 24/04/16.

Hal tersebut diamini Martini Paham, Deputy Director Kementerian Pariwisata Indonesia. Perempuan yang akrab disapa Ibu Diah ini, mengungkapkan bahwa pihaknya menggaet aktivitas media sosial untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

“Kami menjaring berbagai macam komunitas, blogger, vlogger, bahkan yang dari luar negeri. Kami undang mereka ke sini dan membebaskan mereka menulis tentang pariwisata Indonesia,” kata Diah.

Sementara itu, Wawan Ariyanto, Corporate Deputy Director Passenger Transport Marketing & Sales PT KAI mengatakan, sosial media marketing sangat penting bagi perkembangan bisnis terlebih lagi di era digital sekarang ini.

“Karena selain mudah digunakan, biaya yang dibutuhkan pelaku bisnis untuk promosi bisnis juga murah,” kata Wawan.

“Saat ini, 70% penumpang sudah memesan tiket secara online,” sambung Wawan.

Wawan mengklaim bahwa PT KAI memiliki prosentase 95% ketepatan waktu kereta dan juga akan meningkatkan pelayanan melalui contact center mereka.

Selain itu, mereka juga akan mengembangkan bisnis mereka di samping bisnis perjalanan seperti menjadikan museum Kereta Api di Ambarawa sebagai destinasi wisata. Selain itu, mereka juga akan mengembangkan pemanfaatan kereta api untuk pariwisata.

Ditambahkan, kerjasama pemasaran dengan menggandeng pihak lain pun, bukan menjadi sesuatu yang tabu dan bahkan menjadi sebuah keharusan, asalkan tercapai kinerja penjualan yang positif.

Sebagai contoh, seperti yang dilakukan PT KAI yang bekerjasama dengan Pegipegi.com, yang meluncurkan layanan pemesanan online tiket kereta api, belum lama ini.

“Melalui kerjasama ini, PT KAI menargetkan angka penjualan sekitar 5,3 juta penumpang hingga H+5 periode lebaran 2016. Untuk itu, PT KAI akan menghadirkan beragam promo khusus melalui layanan hasil kerjasama tersebut,” lanjutnya.

Web Director Pegipegi.com Adi Rian mengatakan, data penumpang kereta api meningkat dari tahun 2013 dan sampai sekarang terus bertambah.

“Kami yakin dengan service baru dari Pegipegi.com ini, (jumlah penumpang) akan semakin meningkat lagi. Kami memiliki tujuan untuk menghadirkan kemudahan kepada masyarakat Indonesia dalam melakukan pemesanan,” ungkap Adi.

“Fokus utama kami adalah kepuasan pelanggan dan membuat traveling jadi lebih mudah. Oleh karena itu, kami bersyukur akhirnya dapat mewujudkan kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia dalam menghadirkan layanan pemesanan kereta di website kami. Dengan layanan ini, kami berharap dapat untuk memberikan pilihan kepada masyarakat yang berencana untuk traveling dengan mudah dan murah,” tandas Adi. Dewi



This post first appeared on Rekomendasi Bisnis Internet : Rekomendasi Bisnis Online Yang Menguntungkan, please read the originial post: here

Share the post

Menjaring Wisatawan di Era Digitalisasi

×

Subscribe to Rekomendasi Bisnis Internet : Rekomendasi Bisnis Online Yang Menguntungkan

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×