Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Inilah Paparan KONI Seputar Melorotnya Prestasi Olahraga Nasional

11koni

Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjend (Purn) Suwarno (Kanan) dan Staf Ahli Ketua KONI Pusat, Roman N. Lendong, tampil sebagai pembicara dalam kegiatan Pembekalan Pewarta Olahraga dalam Rangka Fasilitasi Management Event Olahraga Tahun 2016 di Wisma PP PON Cibubur, Jakarta, Senin (29/8/2016)

(Businessreview)-Pembangunan Olahraga prestasi sampai saat ini masih menjadi salah satu prioritas utama KONI Pusat. Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjend (Purn) Suwarno dalam kegiatan Pembekalan Pewarta Olahraga dalam Rangka Fasilitasi Management Event Olahraga Tahun 2016 di Wisma PP PON Cibubur, Jakarta, Senin (29/8/2016) malam, mengatakan,  setiap ajang multi event,  masyarakat memberikan harapan yang sangat besar bagi Tim Nasional Indonesia di setiap cabang olahraga untuk mendulang medali emas. Namun  pembangunan olahraga prestasi saat ini masih belum menemukan format terbaiknya.

“Inilah tugas pemerintah bersama KONI Pusat untuk  terus mencari cara, menentukan strategi yang tepat guna mengembalikan kejayaan olahraga prestasi Indonesia,”ujarnya.

Suwarno mengatakan, minimnya Political  Will negara, tercermin pada rendahnya alokasi budget untuk pembinaan olahraga prestasi, yang hanya 0.33 persen  dari APBN. Sementara selama ini pengelolaan organisasi olahraga  cenderung politis dan tidak profesional.  Masalah lain , lanjut Suwarno ialah, terbatasnya sarana prasarana olahraga prestasi, pembinaan atlet tidak berkesinambungan, kompetisi yang tidak maksimal, pembinaan pelaku olahraga yang tidak maksimal – serta minimnya insentif  bagi pelaku olahraga nasional.

Yang tidak kalah peliknya juga, jelas Suwarno, ialah, tidak terjadinya koordinasi, sinkronisasi antara instansi pemangku kepentingan olahraga prestasi dalam pembinaan dan pengembangan atlet usia dini sampai dengan atlet elit .

“Ini antara Kemenpora dengan Koni dan cabang olahraga, KOI, Satlakprima, Ajang Multi Event Regional dan Internasional, “jelasnya.

Padahal, KONI pusat kata dia,  memiliki sasaran strategis dalam Mewujudkan Kejayaan Prestasi Olahraga Indonesia di Ajang Internasional. Seperti pada 2014-2018   ialah peningkatan  daya saing regional melalui harmonisasi pemangku kepentingan. Indonesia juga harus terbaik di SEA Games.  Pada 2019-2023 targetnya adalah lima Besar di kawasan Asian Games.  Dan target 2024-2028 adalah pencapaian prestasi global dengan  target 20 besar di olimpiade.

Jadi menurut Suwarno, Segala upaya yang dilakukan oleh Indonesia sebenarnya sudah cukup baik, terutama terkait dengan kebijakan dan strategi.  Dimana strategi dan kebijakan Indonesia dibandingkan negara tetangga namun perbedaannya hanya terletak pada peran serta pemerintah, anggaran, fasilitas olahraga dan sinergitas. Dimana sinergitas antar instansi di Indonesia masih perlu diperbaiki tata kelolanya dan anggaran yang minim tidak akan berbuah maksimal pada dunia olahraga.

“Jadi optimalisasi pembangunan prestasi Indonesia adalah sebuah keharusan yang dilaksanakan oleh semua pemangku kepentingan demi tercapainya prestasi emas Indonesia,”ujarnya.

PON di Setiap Provinsi

IMG-20160831-WA0013

Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjend (Purn) Suwarno

Terkait dengan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang akan berlangsung mulai 17 – 29 September 2016 di Jawa Barat, menurut Suwarno, merupakan ajang   strategis dalam merekatkan masyarakat Indonesia yang majemuk. Sasaran lain adalah PON meningkatkan prestasi anak bangsa.

Dalam rangka suksesnya pesta olahraga nasional tersebut, Suwarno menyarankan agar para pemangku kepentingan bisa bersinergi, terutama dalam membangun dan mengembangkan keolahragaan di tanah air.

Menurutnya, mulai dari Kemenpora, KONI, pemerintah daerah, dan pihak-pihak lain, termasuk kalangan swasta harus membangun komunikasi yang selaras dan saling bekerja sama membesarkan olahraga.

“Sinergitas adalah kunci utama yang harus dilakukan dan dapat dilakukan melalui perpaduan program – program pemangku kepentingan yaitu pemerintah (Kemendikbud, Kemenpora), Pemerintah daerah (Dinas Pendidikan dan Dinas Olahraga), KONI Pusat – KONI Prov, dan Induk organisasi cabang olahraga,”ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Ketua KONI Pusat, Roman N. Lendong, yang juga bertindak sebagai moderator mengatakan, PON  memiliki nilai strategis yaitu dalam rangka membangun persatuan dan kesatuan bangsa serta merajut kebersamaan akibat terkoyak oleh sentimen etnis, dan agama.

Romanus berharap agar semua provinsi bisa mendapat kesempatan sebagai tuan rumah PON. Termasuk mengimpikan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang sejauh ini masih tertinggal dalam ketersediaan sarana dan prasarana olahraga, setidaknya suatu saat bisa menjadi tuan rumah.

Karena dengan PON, selain bisa memperkenalkan budaya lokal ke tingkat nasional, PON juga bisa membangkitkan kebanggaan sebuah bangsa.

Romanus menekan pentingnya memasyarakatkan olahraga di setiap daerah dan menjadikan olahraga sebagai kebutuhan. “Olahraga selain membuat sehat juga, memberantas kejahatan, kemiskinan dan narkoba,”ujarnya.

Senada dengan harapan Romanus. Suwarno  bertekad pelaksanaan kegiatan PON dapat diselenggarakan oleh semua provinsi di Indonesia, tidak hanya provinsi besar dan kaya. PON XX yang rencananya akan dilaksanakan di Papua pada tahun 2020 . KONI berkomitmen agar PON XX di Papua sukses.

“Penyelenggaraan PON di setiap provinsi merupakan inti olahraga dalam menyatukan NKRI. KONI juga saat ini sedang memikirkan agar provinsi-provinsi yang memiliki dana terbatas, tetap dapat menyelenggarakan kegiatan PON. “Kami sedang membahas kemungkinan penyelenggara PON dapat dilaksanakan oleh dua provinsi yang berdekatan,” ujarnya.

Menurutnya, join penyelenggaraan , selain memungkinkan adanya pemerataan kesempatan bagi semua provinsi, juga bisa meringankan beban biaya pendanaan karena ditanggung dua provinsi. Dimana cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan juga tidak harus sebanyak yang dilakukan di provinsi-provinsi besar. Disesuaikan dengan venue-venue yang dimiliki.

Romanus menambahkan, perhelatan PON memiliki nilai historis yang sangat penting, yaitu sebagai perwujudkan rasa kehormatan Indonesia sebagai bangsa. Dimana, rasa kehormatan bangsa itu tumbuh menyusul ditolaknya Indonesia bergabung sebagai peserta Olimpiade London. Karena itu, Presiden Soekarno menggagas PON  yang digelar pertama kali pada 1948 di Solo. Karena penolakan itu, Presiden Soekarno menggagas PON pertama di Solo. PON ini terkait rasa kehormatan bangsa.



This post first appeared on Rekomendasi Bisnis Internet : Rekomendasi Bisnis Online Yang Menguntungkan, please read the originial post: here

Share the post

Inilah Paparan KONI Seputar Melorotnya Prestasi Olahraga Nasional

×

Subscribe to Rekomendasi Bisnis Internet : Rekomendasi Bisnis Online Yang Menguntungkan

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×