Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Kembangkan Kampung Batik

BATIK merupakan salah satu produk unggulan yang dimiliki Kota Tegal dan banyak dikelola Industri Kecil dan Menengah (IKM). Salah satu kecamatan di Kota Tegal yang memiliki sentra industri sandang cukup banyak adalah Kecamatan Tegal Selatan. Di wilayah kecamata tersebut, terdapat 146 IKM sandang dan 82 persennya adalah industri Batik. Ada 121 pengrajin batik yang tersebar di Kelurahan Bandung, Kalinyamat Wetan, Keturen, dan Debong Kidul.

Pemerintah Kota Tegal terus melakukan pembinaan dan memberi fasilitas bagi pengrajin batik. Salah satunya, Pemkot Tegal telah membangun pusat (sentra) batik di Tegal Selatan yang dikenal dengan nama “Griya Batik Tegal”, yang berdiri di atas tanah Pemkot seluas 555,75 m2 (22,5 m x 24,7 m). Lokasi tersebut bersebelahan dengan kelurahan Bandung. Griya Batik Tegal berfungsi sebagai tempat bertemunya para pengrajin, tempat pendidikan dan pelatihan sekaligus sebagai pusat pameran batik Tegalan. Untuk lebih memajukan sentra batik tersebut, Pemkot memandang perlu dilakukan strategi pengembangan IKM batik dengan mendirikan Kampung Batik bekerja sama dengan perusahaan/BUMN/BUMD yang memiliki program kemitraan dan bina lingkungan (SCR).

Untuk mewujudkan program Kampung Batik, Pemkot melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkoperindag) Kota Tegal menjalin kerja sama dengan Bank BNI Tegal dan Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber). Dalam audiensi dengan pimpinan Bank BNI Cabang Tegal, pada tanggal 16 Mei 2016, Bank BNI menyatakan siap bekerja sama dengan (Dinkoperindag) Kota Tegal untuk membina dan mengembangkan industri kecil batik, melalui program Kampung Batik secara terencana, terarah dan berkelanjutan.

Apabila kelembagaan Kampung Batik telah terbentuk, Bank BNI akan mulai memproses bantuan permodalan bagi pengrajin batik melalui kredit PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan). Dalam jangka panjang, BNI juga akan membantu pemenuhan sarana dan prasarana Kampung Batik serta pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan bagi pengrajin batik.

Sementara itu, saat audiensi dengan Poltek Harber, tanggal 17 Mei 2016, Poltek Harber menyatakan mendukung dan siap berperan dalam pembinaan dan pengembangan pengrajin batik melalui pembentukan Kampung Batik di Kecamatan Tegal Selatan. Pada jangka pendek, Poltek Harber mengadakan pelatihan peningkatan manajemen dan pemasaran bagi pengrajin batik. Poltek juga akan melakukan pendampingan terhadap kelembagaan Kampung Batik yang akan dibentuk dalam hal manajemen pengelolaan dan sistem akuntansi keuangan.

“Penandatanganan Mou dengan BNI dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2016 dan MoU dengan Poltek Harber pada hari Jumat tanggal 27 Mei 2016 pada saat pembukaan pelatihan pemasaran online yang bertempat di Aula Politeknik Harapan Bersama,” ungkap Plt Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Tegal Soeripto.

Setelah menjalin MoU, sosialiasi Kampung Batik dilaksanakan. Tepatnya pada hari Senin tanggal 30 Mei 2016 di pendopo Kelurahan Bandung Kecamatan Tegal Selatan. Sosialisasi dilakukan oleh tim BNI pusat, sedangkan panitia pelaksana oleh BNI Cabang. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengrajin batik, dan tokoh masyarakat setempat serta dihadiri oleh instansi terkait, yaitu Bappeda, Dinkoperindag, Camat Tegal Selatan serta lurah di Kecamatan Tegal Selatan.

Pemimpin BNI Cabang Utana Tegal Juma Indra menuturkan, BNI sebagai pelopor pemberdayaan masyarakat mewujudkan sebuah program mahakarya bertajuk “Kampoeng BNI,” sebagai wujud kepedulian perusahaan dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat khususnya di suatu daerah. Konsep Kampoeng BNI dibangun atas prinsip community development, dimana satu klaster memiliki produk yang menjadi keunggulan atau ciri khas daerah tersebut.

“Di Kota Tegal, kita bersinergi dengan Pemkot membentuk Kampung Batik Tegal,” ujarnya.

Untuk mendirikan kampung batik dilaksanakan beberapa tahap. Tahap awal adalah melaksanakan capacity building yakni memberikan pelatihan kepada perajin mengenai teknik perwarnaan, manajemen pemasaran dan managemen kemasan, sehingga diharapkan perajin -batik menghasilkan kain batik berkualitas yang dapat memenuhi selera pasar. “Setelah dilakukan pelatihan, kami bantu untuk bisa mendirikan yang disebut Kampung BNI Batik Tegal, yang secara fisik dibuatkan ada identitas khusus bahwa di Kelurahan Bandung dan Kelurahan Kalinyamat Kecamatan Tegal Selatan ada Kampung Batik. Namun kita tidak merubah kebiasaan para pembatik yang tetap melaksanakan kegiatan membatiknya di rumah seperti biasa,” kata dia.

Melalui kredit PKBL, BNI juga menawarkan pinjaman lunak dengan bunga 6 persen per tahun. Dari 6 persen itu, yang murni sebagai keuntungan BNI hanya 2 persen. Sedangkan yang 4 persen akan dikembalikan lagi dalam bentuk kegiatan-kegiatan pelatihan dan pemenuhan sarana dan prasarana Kampung Batik serta untuk tambahan modal kelompok.

Rencana pembentukan Kampung Batik disambut gembira oleh Ketua Koperasi Batik Cempaka Mulya, Suharti. Terlebih Griya Batik Tegal akan dilengkapi bangunan yang bisa digunakan untuk kantor koperasi atau menjadi display produk batik Tegal. Dengan demikian, masyarakat yang ingin mencari batik Tegal tidak mengalami kesulitan. (*)

The post Kembangkan Kampung Batik appeared first on Jadi Mitra Panturabisnis.com, Hubungi 085867717830.



This post first appeared on Pantura Bisnis, please read the originial post: here

Share the post

Kembangkan Kampung Batik

×

Subscribe to Pantura Bisnis

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×