Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Trading Currency Cross

hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-trading-currency-cross

Trading menggunakan Currency Cross memang berpotensi memberikan peluang unik di saat major currency tidak memberikan anda kesempatan sama sekali untuk masuk ke pasar forex. Seperti pada pembahasan sebelumnya, euro dan yen adalah currency cross yang paling banyak dipilih trader karena likuiditasnya yang tinggi. Namun, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum anda mulai trading currency cross.

Salah satunya adalah jika anda ingin trading dengan currency cross di luar euro dan yen. Currency cross tersebut antara lainnya AUD/CHF, AUD/NZD, CAD/CHF, dan GBP/CHF. Hal ini dikarenakan trading menggunakan currency cross ini lebih sulit dan lebih beresiko dibandingkan dengan trading menggunakan euro atau yen crosses.

Selain itu, sedikit sekali jumlah trader yang menggunakan pair-pair ini mengakibatkan volume transaksinya sangat kecil dan menjadikan likuiditasnya rendah. Tak berhenti sampai di situ, pergerakan harga yang terjadi di pair-pair ini sangatlah volatile, bahkan sulit untuk diprediksi. Lihat contoh grafik AUD/CHF di bawah ini:

audnzd

Pergerakan yang seperti inilah membuat banyak trader menggunakan stop loss yang lebih lebar saat trading menggunakan pair-pair seperti ini. Melihat dari pergerakan harga di atas, pastinya akan lebih sulit untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk buka posisi.

Perlu anda ketahui juga bahwa spread yang ada di currency cross seperti ini cenderung lebih lebar dibandingkan currency cross menggunakan mata uang euro atau yen. Jika anda ingin trading menggunakan pair seperti itu, siap-siap saja terkena stop loss tiba-tiba karena harga bergerak di luar prediksi anda secara mendadak.

Currency cross pair memengaruhi harga major currency pair

Mari kita berandai-andai bahwa the Fed mengumumkan akan menaikkan nilai suku bunga. Sudah pasti pasar forex akan bereaksi dengan cepat saat mendengar pengumuman ini dan pasang posisi di hampir semua major currency. Dampak samping dari pengumuman ini adalah pair EUR/USD dan GBP/USD akan turun sementara USD/CHF dan USD/JPY naik.

Anda pun ambil posisi short di pair EUR/USD. Namun, saat anda memerhatikan layar teman anda yang ambil posisi long di USD/JPY, anda melihat teman anda tersebut mendapatkan lebih banyak keuntungan dibandingkan anda. Anda pun mulai bertanya-tanya, “kok bisa?!”

Setelah melihat secara seksama pair USD/JPY dan membandingkannya dengan EUR/USD, anda melihat bahwa pergerakan harga di USD/JPY jauh lebih besar dibandingkan dengan EUR/USD. Ternyata pair USD/JPY berhasil melampaui level resistance yang sudah lama tak ditembusnya kemudian naik 200 pips, sementara EUR/USD anda turun 100 pip, lalu kemudian memantul di level support.

Hal ini disebabkan oleh currency cross, pelaku utamanya adalah EUR/JPY. Begini kronologinya:

  • Saat level resistance USD/JPY jebol, tidak sedikit jumlah trader yang terkena stop loss lalu masuk pasar kembali dengan posisi BUY. Hal ini akan mendorong harga USD/JPY terdongkrak lebih tinggi.
  • Beli USD/JPY akan membuat nilai yen melemah. Pair yang melibatkan yen (EUR/JPY dll) turut ditembus pula level resistance-nya. Kejadian nomor 1 pun terulang di currency cross JPY lainnya.
  • Di lain pihak, menguatnya mata uang euro membuat downtrend yang terjadi di EUR/USD melamban. Inilah yang membuat EUR/USD pergerakannya tidak “selincah” USD/JPY.

Di artikel selanjutnya, kita akan membahas bagaimana caranya trading menggunakan beberapa time frame sekaligus. Klik saja tombol di bawah ini untuk menuju artikel tersebut:

Trading Dengan Lebih dari Satu Time Frame



This post first appeared on Grand Jackpot Trading Event 2012 | Futures Galleri, please read the originial post: here

Share the post

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Trading Currency Cross

×

Subscribe to Grand Jackpot Trading Event 2012 | Futures Galleri

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×