Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Tipu-tipu Mengurus Surat Kendaraan

Tipu-tipu Mengurus Surat Kendaraan

IN METROPOLIS
IRWAN/RADAR DEPOK
MENUNJUKAN BUKTI: Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan (dua dari kanan) memperlihatkan barang bukti praktek percaloan, di Mapolresta Depok, kemarin.
DEPOK – Praktek percaloan bukan menjadi hal yang baru di kalangan masyarakat. Namun apabila percaloan tersebut berujung pada kasus penipuan tentunya menjadi sebuah pembelajaran.
Seperti yang dilakukan Kiki (53), warga Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, harus berurusan dengan polisi, karena terbukti melakukan penipuan terhadap puluhan korban yang hendak mengurus surat-surat kendaraan.
Kiki diketahui berprofesi sebagai penyedia jasa perpanjangan STNK dan BPKB, pria paruh baya ini diamankan Satresmob Polresta Depok di kediamannya pada Jumat (9/11).
“Penangkapan terhadap tersangka berdasarkan dua laporan polisi di wilayah Polsekta Bojonggede dan Polresta Depok. Kita bergerak dan akhirnya berhasil melakukan penangkapan,” kata Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan di Mapolresta Depok, Jumat (9/11).
Modus tersangka Kiki yaitu dengan berpura-pura mengurus pajak kendaraan, baik mobil maupun motor dan ganti plat. Setelah korbannya memberikan sejumlah uang, Kiki meminta tenggat waktu untuk mengurusnya.
“Namun, setelah satu bulan ternyata pajak kendaraan milik korban tidak kunjung selasai, di situlah mereka merasa tertipu dan langsung melapor,” bebernya.
Dari hasil interogasi dan identifikasi terhadap pelaku Kiki, ada sekitar kurang lebih 30 masyarakat yang menjadi korban penipuan.
“Uang hasil penipuan yang telah dinikmati korban diperkirakan mencapai Rp70 juta. Dari tangan tersangka kita amankan 30 BPKB dan 15 STNK yang belum diproses, dua kuitansi, dua tas, dan dua handphone,” ungkap Kompol Deddy.
Deddy menjelaskan, tersangka Kiki sudah 10 tahun menjalankan profesinya sebagai calo, adapun wilayah operasinya yaitu Bogor, Depok, dan Jakarta Timur.
“Ada satu LP (laporan, red) dari korban yang mengaku mengenal tersangka di Samsat, dia memperkenalkan diri dan meyakinkan mampu mengurus surat-surat kendaraan,” sambung Kompol Deddy.
Melihat kasus tersebut, Deddy mengimbau kepada masyarakat agar mengurus seluruh surat-surat kendaraan sendirian, tanpa harus meminta bantuan perantara atau calo.
“Kepada masyarakat yang memiliki kesibukan tidak sempat mengurus kelengkapan kendaraan sebaiknya mengurus sendiri, karena sistem pelayanan publik tidak berbelit-belit sekarang,” tandasnya.
Selain itu, bagi masyarakat yang mengenal dan menjadi korban tersangka, agar segera datang melapor ke Mapolresta Depok.
Sementara itu, Kiki mengakui bila korban-korbannya tersebar di wilayah Cibubur, Jakarta Timur, dan Kota Depok. Untuk pengurusan pembayaran pajak dan mutasi (BPKB) kendaraan roda empat dipatok senilai Rp3.600.000.
“Untuk harga bervariasi pak, untuk perpanjangan STNK motor ada yang Rp700 ribu, Rp800 ribu sampai Rp1 juta. Uangnya saya pakai buat kebutuhan sehari-hari dan membiayai tiga anak yang masih sekolah,” kata tersangka Kiki.
Tersangka Kiki diancam pasal 378 dan 382 mengenai Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan.(irw)

Sumber: https://radardepok.com/2018/11/tipu-tipu-mengurus-surat-kendaraan/


This post first appeared on Woko Punya, please read the originial post: here

Share the post

Tipu-tipu Mengurus Surat Kendaraan

×

Subscribe to Woko Punya

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×