Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Modus & Pola NII selalu sama

begini pak bahtiar, waktu dulu sekitar tahun 20xx saya diajak teman dekat perempuan di kantor tempat saya bekerja untuk ikut ngaji,

awalnya saya biasa saja karena memang waktu itu saya sedang mencari tempat kajian yang menetap (bukan kajian umum) saya mengikuti setiap kajian yang di adakan, saya juga sudah bai’at kepemimpinan dan janji apa gitu saya lupa dan saya belum menyadari hal itu, juga sampai materi infaq kalo gak salah saya sudah diwajibkan atas infaq 2,5% Dari penghasilan saya, sayapun memberikan infaq tersebut lancar dan waktu itu sempat bingung kenapa infaq itu ditagih + minimal memberikan besaran nominal, yang lebih membingungkan waktu saya terlewat infaq di satu bulan ternyata infaq itu ditalangin entah oleh siapa dan dibulan berikutnya saya harus membayar double dengan infaq yang ditalangin tersebut, kemudian gak lama saya memutuskan untuk berhenti mengikuti kajian itu dan ingin terlepas dari kelompok itu..

setelah lebih dari 1 tahun, beberapa bulan kemarin saya kembali komunikasi dengan salah satu pemateri kalo gak salah dia pejabat daerah, dia mengajak saya ngopi dan berbincang sebentar sampai diajak ngaji lagi dan entah kenapa saya mengiyakan untuk menghadirinya, berjalan beberapa bulan setelahnya sekitar ” tanggal tertentu ” saya mendapat agenda untuk pembinaan di daerah pinggiran kota kecamatan dari hari jumat saya harus ijin kerja sampai hari ahad malam senin saya baru sampai rumah, di agenda tersebut saya mendapat sebuah fakta baru ternyata saya ada di Daulah Islamiyah yang mana materi sejarah yang saya dapat, perjuangan ini melanjutkan daripada perjuangan pak SM Kartosuwiryo, ada beberapa pertanyaan pada satu sesi saat saya diinterogasi oleh 2 pemateri di satu ruangan, salah satunya yaitu apakah ada dari keluarga besar yang menjadi anggota instansi pemerintahan seperti polisi atau TNI, setelah semua peserta selesai sesi interogasi, buku catatan semua peserta diambil dan disobek dihalaman dimana saya menulis tanggal pak SMK memproklamirkan NII & saya ingat betul, setelah itu saya dan peserta lain mengucap baiat TII, semenjak dari pembinaan 3 hari itu dimana saya baru tau kalo ternyata saya ada di NII saya belum menghadiri lagi satupun agenda dan membuat saya bertanya-tanya dan akhirnya saya menemukan website niikw9 bapak

yang ingin saya tanyakan apakah benar yang saya ikuti ini memiliki benang merah perjuangan Rasulullah Shalallahu’alahi Wasallam ? dan apakah saya tetap harus mengikuti agenda2 nya serta memenuhi kewajiban untuk merekrut teman2 dekat terlebih Kedua Orang Tua juga, dan yang lebih mengejutkan, ternyata kaka perempuan saya satu2nya juga sudah masuk di NII ini ajakan dari teman sekolah dulu, dan sudah menikah setelah ta’aruf dari ikhwan NII juga..

sebelumnya terimakasih pak sudah menyempatkan waktunya untuk membaca sedikit cerita ini, dan bila ada waktu lebih mohon nasehatnya dari bapak bahtiar, sekali lagi terima kasih banyak pak

++++
Alhamdulillah Saudara, Alloh SWT selalu memberi saudara pola pikir yang kritis dan sistematis. Sehingga tidak gampang menerima begitu saja walaupun sudah sampai tahapan bai’at dan menjadi pengikut NII.

Izinkan saya menjawab per pokok pikiran, nanti bila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan kembali.

Pertama tentang infaq yang ditalangi ?

Itu jelas tidak ada contoh dari Rasulullaoh Nabi Muhammad Saw. Infaqnya sifat nya tidak mengikat. Disesuaikan dengan kondisi umat / jamaah nya.

Kedua, apakah benar yang saudara ikuti ini memiliki benang merah perjuangan Rasulullah Shalallahu’alahi Wasallam ?

Semua kelompok bisa mengatasnamakan Islam dan mengaku paling sesuai perjuangan Rasulullah. Tapi umat wajib kritis terhadap kelompok-kelompok tersebut. Jangan nurut saja atau taqlid buta.

Ketiga, apakah saudara tetap harus mengikuti agenda2 nya serta memenuhi kewajiban untuk merekrut teman2 dekat terlebih kedua orang tua juga, dan yang lebih mengejutkan, ternyata kaka perempuan saudara satu2nya juga sudah masuk di NII ini ajakan dari teman sekolah dulu, dan sudah menikah setelah ta’aruf dari ikhwan NII juga..???

Mereka pasti mewajibkan agenda2 tersebut. Bagi mereka, merekrut anggota baru berarti sumber pemasukan dana segar bertambah bagi kelompok mereka. Sebelum mengikuti agenda2 mereka, Merekrut Teman Dekat dan kedua orang tua, sebaiknya pikir kan dulu baik-baik, agar tidak menyesal di kemudian hari. Kakak perempuan saudara bisa jadi salah satu sumber informasi bagi saudara, apakah benar di NII itu sesuai dengan Islam atau malah bertentangan

.

Kemudian, nasehat dari saya : Saudara, perbanyak lah membaca dan terus memperbanyak referensi-referensi tentang NII, baik dari buku-buku di perpustakaan, sejarah Indonesia, juga dari tulisan-tulisan mantan NII di internet. Agar tidak menyesal di kemudian waktu

.

Oh iya, ada yg terlewat : teman dekat di kantor perempuan yang mengajak ngaji, jelas dia anggota NII aktif.

Demikian tanggapan saya, bila ada yang ditanyakan lagi, silahkan email lagi. Saya senang bisa berbagi dan membantu.

Salam,

BR

Share the post

Modus & Pola NII selalu sama

×

Subscribe to Serial Penyadaran Korban Nii Gadungan | Nii Gadungan : Menawarkan Islam, Ujung-ujungnya Pemerasan Dan Meng-kafir-kan Orang Lain

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×