Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Pendekatan Supervisi Artistik: Kelebihan dan Kekurangan

Mengajar adalah suatu pengetahuan (knowledge),  keterampilan (skill),  juga suatu kiat (art). Selaras dengan tugas mengajar supervisi juga sebagai kegiatan mendidik dapat dikatakan bahwa supervisi adalah suatu pengetahuan, suatu keterampilan, dan juga suatu kiat. Supervisi itu menyangkut bekerja untuk orang lain (working fot the others), bekerja dengan orang lain (working the others). Dalam hubungan bekerja dengan orang lain maka suatu rantai hubungan kemanusiaan adalah unsur utama. Hubungan manusia dapat tercipta bila ada kerelaan untuk menerima orang lain sebagaimana adanya. Hubungan itu dapat tercipta bila ada unsur kepercayaan. Saling percaya saling mengerti, saling menghormati, saling mengakui, saling menerima seseorang sebagaimana adanya. Hubungan tampak melalui pengungkapan bahasa, yaitu supervisi lebih banyak. Dalam hal ini maka memerlukan pendekatan supervisi artistik.[1]

Pendekatan Supervisi Artistik

Pendekatan artistik berkembang sebagai akibat ketidakpuasan terhadap pendekatan ilmiah. Mengkritik kelemahan pendekatan ilmiah secara internal, yang disinyalir gagal karena menggeneralisasikan Pengajaran yang tampak sebagai keseluruhan peristiwa pengajaran. Pendekatan artistik berupaya menerobos keterbatasan pendekatan ilmiah, menjangkau latar psikologi dan sosiologi pelakunya. Manusia secara psikologi berbeda, mengharuskan penyelamannya pun juga berbeda-beda.

Pendekatan Supervisi Artistik: Kelebihan dan Kekurangan


Pendekatan artistik melihat berhasil tidaknya pengajaran, usaha meningkatkan mutu guru banyak menekankan pada kepekaan, persepsi, dan pengetahuan supervisor sebagai saran untuk meangpresiasi kejadian pengajaran yang bersifat subleties (halus, lembut) dan sangat bermakna di dalam kelas. Supervisor diharapkan dapat mengapresiasi kejadian pengajaran yang bersifat ‘subtleties’ (lembut). Pengajaran di dalam kelas dengan demikian terlihat secara ekspresif, puitis, dan bahkanmenggunakan bahasa simbol dan kiasan. Faktor yang mempengaruhi kegiatan pengajaran di dalam kelas diamati secara teliti.
Pendekatan artistik menempatkan supervisor sebagai instrumen observasi dalam mencari data untuk keperluan supervisi. Oleh karena supervisor sendiri yang berperan sebagai instrumennya, maka dialah yang membuat pemaknaan terhadap pengajaran yang berlangsung.[2]

Argumen Penyangga Pendekatan Artistik

Pendekatan artistik merupakan wujud ketidakpuasan pendekatan ilmiah, maka argumen penyangga ialah kelemahan pendekatan ilmiah.[3]
Kelemahan
Deskripsi
Sering terjadi kesalahan kesimpulan
Kejadian-kejadian tertentu disimpulkan sebagai kesuksesan pengajaran. Pembinaan terhadap guru lebih diarahkan pada perilaku guru yang secara umum dapat meningkatkan mutu pengajaran misalnya memberi penguatan terhadap siswa, memberi contoh yang konkret.
Kesalahan Komposisi
Kualitas pengajaran lebih dilihat dari penjumlahan skor vaiabel-variabel, indikator-indikator yang ada, dicari rata-rata hitungnya. Kalau beberapa skor indikator sangat tinggi, sementara skor indikator yang lain sangat rendah, dihitung rata-ratanya hitungnya maka hasilnya bias.
Kesalahan Pengongkretan
Pendekatan ilmiah mengacu pada tampilam-tampilan yang tampak, Supervisor membantu guru didasarkan pada perilaku yang tampak pada diri guru. Padahal sistem pengajaran merupakan perpaduan komponen fisik dan psikis.
Kesalahan Urus
Seringkali urusan pengajaran hanya dibatasi pada peristiwa yang ada di dalam kelas saja, sementara peristiwa di luar kelas tidak mendapat perhatian.

Ciri-ciri Pendekatan Supervisi Artistik

a.         Memerlukan perhatian agar lebih banyak mendengarkan daripada berbicara
b.         Memerlukan tingkat pengetahuan yang cukup
c.         Mengutamakan sumbangan yang unik dari guru-guru dalam rangka mengembangkan pendidikan bagi generasi muda
d.        Menuntut unruk member perhatian lebih banyak terhadap proses kehidupan kelas
e.         Memerlukan suatu kemampuan berbahasa dalam cara mengungkapkan apa yang dimiliki terhadap orang lain yang dapat membuat orang lain menangkap dengan jelas ciri ekspresi yang diungkapkan itu
f.          Memerlukan kemampuan untuk menafsir makna dari peristiwa yang diungkapkan[4]

Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Supervisi Artistik

Meskipun pendekatan ini dibilang cukup menarik, namun juga memilikimkelebihan dan kekurangan.[5]

Kelebihan
Kekurangan
Dalam melihat fenomena pengajaran dicermati secara teliti, halus, dikaitkan dengan gejala lain. Peristiwa yang sama mungkin memiliki penyebab yang berbeda, sehingga pembinaan yang dilakukan bisa berbeda, sesuai dengan persepsi supervisor.
Tidak semua supervisor mampu mengapresiasikan fenomena secara tepat. Mungkin dari segi waktu juga agak lama.

Rujukan

Jerry H. Makawimbang, Supervisi dan Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2011.
Lihat (http://fip.um.ac.id/) Slide Power Point Pendekatan Supervisi Pengajaran: Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.




[1] Jerry H. Makawimbang, Supervisi dan Peningkatan Mutu Pendidikan. (Bandung: Alfabeta, 2011), 109.
[2] Lihat (http://fip.um.ac.id/) Slide Power Point Pendekatan Supervisi Pengajaran: Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 2.
[3] Lihat (http://fip.um.ac.id/) Slide Power Point Pendekatan Supervisi Pengajaran: Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 3.
[4] Jerry H. Makawimbang, Supervisi dan Peningkatan Mutu Pendidikan. (Bandung: Alfabeta, 2011), 109.
[5] Lihat (http://fip.um.ac.id/) Slide Power Point Pendekatan Supervisi Pengajaran: Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 3.


This post first appeared on Sofyan Sauri, please read the originial post: here

Share the post

Pendekatan Supervisi Artistik: Kelebihan dan Kekurangan

×

Subscribe to Sofyan Sauri

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×