Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Kesepadanan dan Kesatuan dalam Kalimat.

Tags: kalimat subjek
Kesepadanan dan kesatuan dalam suatu Kalimat dihasilkan dari keseimbangan dan kesesuaian antara gagasan  dan struktur bahasa yang di pergunakan. Struktur kalimat yang baik minimal harus memiliki unsur-unsur Subjek dan Predikat. Lebih lengkapnya, unsur-unsur yang terdapat didalam sebuah kalimat adalah sebgai berikut :

Subjek (S)

Didalam sebuah kalimat, Subjek (S) adalah pelaku atau orang yang melakukan kegiatan tertentu. Subjek pada umumnya berupa kata benda seperti : nama orang, binatang, tumbuhan, dan benda. Contoh : Budi, Gajah, Anggrek, Sekolah dan lain-lain.
Predikat (P)

Predikat adalah unsur kalimat yang menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan oleh Subjek. Predkat
biasanya merupakan kata-kata kerja. Misalnya, Memasak, bermain, menyanyi, dan lain-lain
Objek (O)

Objek adalah sesuatu yang dikenai tindakan oleh Subjek. Sama seperti Subjek, Objek dapat berupa kata-kata benda. Misalnya, Ayah, Harimau, Pakaian, dan lain-lain.

Keterangan (K)

Di dalam sebuah kalimat keterangan menjelaskan bagaimana, dimana atau kapan peristiwa yang dinyatakan dalam kalimat tersebut.
Pembahasan detail mengenai unsur-unsur kalimat silahkan klik disini.

Selanjutnya, mari kita lihat contoh kalimat berikut :

"Adikku menyiram bunga di kebun belakang".

Kalimat diatas maknanya jelas. Kalimat tersebut paling tidak memiliki dua unsur fungsi inti, yakni subjek dan predikat. Disamping itu, hubungan antara unsur subjek (adikku) dangan predikat (menyiram), dan antara predikat dengan objek (bunga) dan keterangan (di kebun belakang) menunjukan keseimbangan dan kesesuaian antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan. Kalimat tersebut akan menjadi lain jika susunan katanya diubah, misalnya menjadi seperti berikut ini :
"Adik Bunga menyiram kebun di belakang saya".

Ada beberapa hal yang dapat mengacaukan hubungan antara fungsi subjek dan fungsi predikat dalam suatu kalimat, diantaranya :

Kehadiran kata tugas yang terselip diantara subjek dan predikat.

Misalnya pada kalimat “Adikku yang sedang menyiram bunga di kebun belakang”.

Jika dilihat sebagai kalimat efektif, pernyataan diatas bukanlah merupakan suatu kalimat. Pernyataan tersebut hanya terdiri atas satu unsur fungsi, yakni fungsi subjek. Pernyataan tersebut tidak memiliki predikat. 

Pemakaian konjungsi atau kata penghubung yang tidak tepat.

Konjungsi terbagi ke dalam dua kategori, yakni:
Konjungsi intra kalimat yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata yang lain dalam sebuah frase atau menghubungkan satu klausa dengan klausa lain dalam sebuah kalimat.

Konjungsi antar kalimat, berfungsi menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah paragraf.

Mari kita lihat penggunaan konjungsi dalam dua kalimat berikut :
  1. "Siswa putri membersihkan kelas, sedangkan siswa putra membersihkan halaman".
  2. "Anda akan berhasil dalam ujian jika seluruh materi pelajaran dikuasai".
Konjungsi sedangkan pada kalimat 1 tidak dapat diletakkan di bagian awal kalimat karena jika hal itu dilakukan akan merusak makna dan keutuhan kalimat. Sementara konjungsi jika dalam kalimat 2 dapat menduduki posisi diawal kalimat tanpa merusak makna kalimatnya. Keefektifan sebuah kalimat menjadi rusak akibat pemakaian dan penempatan konjungsi yang keliru. Ada beberapa konjungsi yang tidak bisa menempati posisi diawal kalimat misalnya sedangkan, sehingga, dan, kalau. 
Coba saja, apa yang terjadi pada kalimat-kalimat berikut, efektifkah ?
  1. "Sedangkan kami bekerja, dia bermalas-malasan".
  2. "Dan mereka pun siap mengikuti ujian".
  3. "Sehingga kecelakaan itu tak terelakkan".


This post first appeared on SEBAR ILMU, please read the originial post: here

Share the post

Kesepadanan dan Kesatuan dalam Kalimat.

×

Subscribe to Sebar Ilmu

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×