Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Konsep Menulis

Apa yang terbayang difikiran kita saat di tanya tentang dunia tulis menulis?. Banyak diantara kita yang menganggap kegiatan menulis adalah kegiatan yang mengerikan. Kegiatan-kegiatan membosankan seperti menyendiri, merenung, membaca buku-buku tebal adalah rutinitas yang terbayang di benak kita. Tapi apakah benar demikian?, untuk mengetahui jawbannya, mari kita selami gambaran dunia kepenulisan dengan sedikit memahami konsepnya.

Jika kita mengingat kembali materi-materi bahasa Indonesia saat kita masih kuliah/ sekolah dulu, ada istilah keterampilan berbahasa. 
Baik…, mari kita ingat-ingat kembali apa itu keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa adalah kemampuan dan kecekatan menggunakan bahasa yang dapat meliputi mendengarkan/ menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.


Keterampilan Berbahasa

Secara umum, keterampilan berbahasa dapat di bagi menjadi dua, yaitu lisan dan Tulisan. Keterampilan berbahasa secara lisan di bagi lagi menjadi dua yaitu menyimak dan berbicara. Begitu juga secara tulisan yang terdiri dari keterampilan membaca dan menulis. Secara sifat, keterampilan berbahasa di bagi menjadi keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif dan bersifat produktif. Menyimak dan membaca merupakan keterampilan yang bersifat reseptif yaitu menerima atau memahami pesan yang disampaikan oleh pembicara atau penulis, sedangkan berbicara dan menulis bersifat produktif, artinya menghasilkan pembicaraan atau tulisan.

Pada dasarnya, menulis adalah sebuah proses penyampaian pesan, gagasan atau buah pikiran dengan menggunakan bahasa tulis. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengusung berbagai tujuan, misalnya untuk mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, menginformasikan, dan atau bahkan mempengaruhi pembaca.

Secara umum, karya tulis dapat di kelompokan menjadi dua, yaitu fiksi dan non fiksi. Tulisan fiksi adalah tulisan yang bersifat imajinatif, artinya seorang penulis mengunakan daya imajinasinya dalam menuangkan ide-ide kedalam tulisannya. Walaupun demikian, bukan berarti isi tulisan fiksi hanya berisi khayalan pengarang semata.

Pada umumnya, karya tulis imajinasi yang baik adalah karya tulis yang didasari fakta/ data-data yang ada. Misalnya saja saat penulis menggambarkan suatu kondisi di sebuah desa dalam sebuah novel, penggambaran tersebut juga bisa di dasari dengan kondisi-kondisi yang nyata tejadi, sebagai contoh : kehidupan sosialnya, mata pencahariannya dan lain-lain. Dalam karya tulis fiksi, fakta dan data diolah dengan sangat cermat, menggunakan gaya bahasa yang sangat menarik, sehingga menjadi bumbu-bumbu penyedap atau tambahan yang bersifat imajinatif. Contoh karya tulis fiksi di antaranya : cerita pendek, novel, drama, dan jenis karya sastra lainnya.

Tulisan non fiksi adalah tulisan yang bersifat faktual. Fakta dan data pada tulisan non fiksi harus akurat. Penulis tulisan jenis non fiksi harus bersifat objektif, menggunakan bahasa formal dan baku, tidak menggunakan bahasa sastra. Contoh tulisan non fiksi antara lain : artikel, resensi, laporan, karya ilmiah dan sejenisnya.

Ada beberapa tahapan dalam menulis agar kita dapat menghasilkan sebuah karya tulis yang baik, yaitu Tahap pra penulisan, tahap penulisan dan tahap pasca penulisan.

a. Tahap Pra Penulisan

Pada tahap ini, penulis harus melakukan kegiatan menentukan topik, mengorganisasikan tulisan, menentukan sasaran atau pembaca, mengumpulkan informasi, dan menyusun kerangka karangan.

b. Tahap Penulisan.

Setelah proses tahap pra penulisan, selanjutnya penulis masuk ke tahap beikutnya, yaitu tahap penulisan. Pada tahap ini, penulis mulai menyusun tulisan atau melakukan kegiatan menulis. Tulisan penulis pada tahap ini masih berbentuk draft.

c. Tahap Pasca Penulisan

Setelah tulisan di anggap selesai, penulis masuk pada tahap pasca penulisan, yaitu membaca ulang tulisan, memperbaikinya dengan cara menambah atau mengurangi dan memperbaiki tulisan yang bersifat mekanis sampai tukilisan dianggap benar-benar final.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa sebetulnya ada atau bahkan mungkin banyak sisi menarik dari dunia tulis menulis ini. Disini kita dapat berbagi kembali tentang pengalaman-pengalaman menarik yang mungkin kita ingin orang lain merasakannya juga. Kita dapat memberikan informasi yang mungkin orang lain sangat butuhkan, sehingga inti dari menulis adalah tentang berbagi, berbagi, dan berbagi.

Jadi, masihkah menulis menjadi kegiatan yang dianggap membosankan ? sudah siapkah kita berbagi ide-ide brilian kita dengan dunia ? jika sudah siap, yuk kita berbagi dengan karya-karya indah tulisan kita.


This post first appeared on SEBAR ILMU, please read the originial post: here

Share the post

Konsep Menulis

×

Subscribe to Sebar Ilmu

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×