Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Usai Empat Bulan Digratiskan, Pedagang Pasar di Solo Harus Kembali Bayar Retribusi Mulai September 2020

KUASAKATACOM, Solo - Mulai September ini, para pedagang di Pasar tradisional Solo harus kembali bayar retribusi usai empat bulan digratiskan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi mengatakan biaya tersebut kembali ditarik lantaran aktivitas pasar sudah normal kembali.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akhirnya kembali menarik retribusi tersebut per bulan ini. Besaran retribusi pemanfaatan los dan kios didasarkan ukuran lokasi toko. Selain itu, nilainya juga  bervariasi menyesuaikan kelas pasar.

Pemkot Solo memandang perlu mulai menarik retribusi pedagang pasar tradisional lantaran pasar-pasar induk seperti Pasar Legi dan Pasar Gede sudah kembali seperti saat sebelum pandemi. Kendati demikian, omzet pasar tekstil seperti Pasar Klewer belum ada kenaikan yang memadai.

“Pelanggan Pasar Klewer jamaknya mereka yang menggelar hajatan untuk menyediakan seragam, kemudian kegiatan rapat, arisan, dan sebagainya. Karena sekarang masih banyak daerah yang tidak boleh menggelar hajatan, ya masih sepi,” ujarnya, Senin (14/9/2020).

Meski begitu, seluruh pedagang pasar tradisional Solo harus kembali membayar retribusi tersebut per September ini. Baik mereka yang membayar dengan cara nontunai maupun tunai. Mengingat, memang tak ada pengecualian penarikan retribusi.

“Pedagang berhak mengajukan keringanan ataupun pembebasan, tapi keputusannya nanti ada pada Wali Kota. Silakan kalau memang merasa keberatan [membayar retribusi],” tuturnya.

Hingga saat ini, lanjut Heru, pedagang tertib menjalankan protokol Kesehatan Dan Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Terlebih, sudah ada penerapan sanksi bagi yang melanggar mulai akhir pekan lalu.

“Pedagang mesti saling mengingatkan kalau ada yang tidak mematuhi 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan air mengalir, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan,” ujarnya.

Terkait penerapan protokol kesehatan, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo sempat mengancam akan melakukan pembatasan sosial kembali. Hal itu jika masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan sesudah pelonggaran sehingga kasus terus melonjak.

Tidak hanya itu, Rudy bahkan tak segan-segan akan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Saya ancam kalau tidak saling mengingatkan protokol kesehatan dan menerapkan, saya akan menutup semuanya dengan PKM atau PSBB. Kalau tutup otomatis ekonomi tidak jalan. Mereka yang rugi sendiri,” pungkasnya.



This post first appeared on KuasaKata.com, please read the originial post: here

Share the post

Usai Empat Bulan Digratiskan, Pedagang Pasar di Solo Harus Kembali Bayar Retribusi Mulai September 2020

×

Subscribe to Kuasakata.com

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×