Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Pengertian Najis Dan Pembagiannya

Pengertian Najis


Dyardian Blog - Najis adalah suatu kotoran yang wajib disucikan atau dibersihkan. Karena najis menyebabkan batalnya wudlu dan shalat.

1. Macam-macam Najis
Adapun benda-benda yang termasuk najis adalah :
  1. Bangkai, kecuali bangkai ikan, belalang dan manusia.
  2. Darah.
  3. Anjing dan daging Babi.
  4. Sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur.
  5. Segala minuman keras (minuman yang memabukan).
  6. Bagian yang dipotong dari binatang yang masih hidup.
  7. Nanah.

2. Pembagian Najis
Menurut para Ulama Fiqih, najis terbagi menjadi (3) tiga bagian, yaitu :
  • 1. Najis Mukhaffafah yaitu najis ringan.
    Misalnya ; najis air kencing ank bayi yang belum makan apa-apa kecuali air susu.
  • 2. Najis Mutawassithah yaitu najis pertengahan.
    Seperti ; najisnya darah, nanah, kencing dan sebagainya.
Dan Najis Mutawassithah terbagi menjadi (2) dua bagian, yaitu :
a. Najis 'Ainiyah
Najis 'Ainiyah yaitu najis yang berwujud. Yakni dapat diraba dan dapat dilihat.
b. Najis Hukmiyah
Najis Hukmiyah yaitu najis yang tidak berwujud. Yakni tidak dapat diraba dan tidak dapat dilihat. Misalnya ; bekas air kencing.
  • 3. Najis Mughlladzah yaitu najis berat.
    Seperti ; najisnya anjing, babi dan keturunannya.

3. Tata Cara Menghilangkan Najis
(1). Cara mensucikan benda yang terkena Najis Mukhaffafah adalah cukup dengan memercikkan air muthlaq pada bagian yang terkena najis hingga rata.
(2). Cara mensucikan benda yang terkena Najis Mutawassithah adalah harus disiram hingga bersih. Sehingga warna, bau dan rasanya hilang. Itu bila najisnya najis 'Ainiyah. Tetapi apabila najisnya najis Hukmiyah, maka cukuplah dengan menyiramkannya satu kali saja pada tempat yang terkena najis.
(3). Dan cara mensucikan benda benda yang terkena najis Mughlladzah adalah harus dengan cara membasuhnya hingga tujuh kali (7x) dan salah satunya dicampur dengan tanah.

4. Najis Ma'fu (dima'afkan)
Najis Ma'fu adalah najis yang dima'afkan dan tidak diwajibkan untuk mensucikannya.
Misalnya ; darah atau nanah yang sedikit, debu, percikan air yang sedikit dan bangkai yang tidak mengalir darahnya.

Demikian juga terhadap benda najis yang jatuh pada makanan yang beku, maka cukuplah dengan membuang makanan yang terkena benda najis itu saja dan yang lainnya boleh dimakan. Tetapi apabila benda yang najis itu jatuh pada suatu benda yang cair, maka benda cair itu hukumnya najis. Karena sulit untuk membedakan mana yang terkena najis dan mana yang tidak terkena (kena) najis.

5. Adab Buang Air
Adab buang air adalah tata cara tentang bagaimana cara membuang air menurut agama Islam yang baik dan benar, contohnya adalah sebagai berikut ;
(1). Pada saat membuang air tidak membawa barang yang ada tulisannya nama Allah.
(2). Pada saat membuang air tidak membaca ayat-ayat Al-Qur'an.
(3). Pada saat membuang air hendaknya pada tempat yang tertutup.
(4). Pada saat membuang air hendaknya di tempat yang tidak menganggu orang lain.
(5). Pada saat membuang air hendaknya tidak di atas air yang tergenang.
(6). Pada saat membuang air hendaknya tidak berbicara, kecuali dalam keadaan terpaksa.
(7). Pada saat membuang air kalau di dalam WC, maka hendaklah mendahulukan kaki kiri bila masuk dan kaki kanan bila keluar.
(8). Pada saat membuang air kalau terpaksa di tempat yang terbuka, hendaknya tidak membelakangi atau menghadap arah kiblat.

Pengertian Istinja'
Istinja' adalah membersihkan kubul atau dubur setelah ada kotoran yang keluar daripadanya, dan Istinja' adalah hukumnya wajib.

Adapun yang digunakan untuk beristinja' itu boleh dengan muthlaq atau dengan tiga buah batu yang suci.
Namun, apabila kotoran itu sudah kering, maka tidak sah beristinja' dengan batu.

Itulah pengertian najis dan pembagiannya. Baca juga artikel Saya sebelumya tentang pengertian thaharah menurut bahasa dan istilah dan juga pengertian wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram.
Semoga bermanfaat.


This post first appeared on Dyardian, please read the originial post: here

Share the post

Pengertian Najis Dan Pembagiannya

×

Subscribe to Dyardian

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×