Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Siasat Berdarah - 3

Cerita Silat | Siasat Berdarah | Serial Pendekar Mabuk | Siasat Berdarah | Cersil Sakti | Siasat Berdarah pdf

Nick Carter - Formula Ulrich Nick Carter - Neraka Elsavador Nick Carter - Operasi Cointrin Nick Carter - Tugas Maut Pemberontakan Taipeng - Kho Ping Hoo


ungu itu.
”Jadi kau memang mencariku?! Hmmm, rasa-rasa—
nya kita belum saling kenal, belum pernah saling bertemu, tapi mengapa kau mencarlku, Sobat? Dapatkah
kau menjelaskan alasannya?"
_ Pemuda berpedang emas itu melangkah ke satu
sisi. Kini ia berada tepat di bawah pohon. Lengan kiri
nya sediklt bersandar pada pohon tersebut. Tapi ketegasan dan kegagahannya masih tampak jelas.
"Aku adalah Rokatama, dari Gapura Jagat."
'Gapura Jagat...?l" gumam Suto. "Aku belum pernah mendengar nama Gapura Jagat. Di mana letak Gapura Jagat itu?"
"Di kaki perbukitan sebelah selatan Tanah Jawa ini.
Tempatnya memang terpencil, tapi termasuk negeri
yang subur, makmur, gemah ripah loh jinawL'
"Ooo...," Suto Sinting manggut-manggut. "Lalu, apa
perlumu mencariku, Rokatama?l"
"Terus terang saja, nama Pendekar Mabuk sudah
bukan nama asing lagi bagi rakyat negeri Gapura Jagat.
Kehebatan ilmumu merambah masuk ke telinga kami,
terbawa oleh tiupan angin menuju selatan."
"Kau tak perlu memujlku. Langsung katakan saja
apa maumu, Rokatamal" potong Pendekar Mabuk yang
merasa risi jika mendengar namanya disanjung-sanjung.
"Aku ingin meminta bantuanmu, Pendekar Mabuk."
"Nah, begitul_ Singkat saja kalau menjawab pertanyaanku. Setelah itu baru jelaskan bantuan yang seperti apa yang kau kehendaki?!"
"Negeriku diserang oieh orang-orang Dasar Kubur,
dipimpin oleh perempuan iblis yang menamakan diri
Ratu Kamasuta...."
Suto memotong, ”Siapa penguasa Gapua Jagat?"
"Ibuku sendiri, yang dikenal dengan nama Gusti
Watumenak. Ibuku sekarang ditawan oleh orang-orang
Dasar Kubur. Rakyat dibantai nyaris habis. Tapi aku
berhasil meloloskan diri untuk mencari bantuan. Aku
ingat namamu, lalu kucari dirimu sesuai dengan ciri-ciri
yang pernah kudengar, di antaranya bumbung tuak.
; baju coklat. celana putih, tampan, gagah dan...." 1
"CukUp! Pujian itu hanya kuizinkan dilontarkan
oleh seorang gadis," potong Suto Sinting.
Rokatama pun hentikan ucapan dan menghela napas dalam-dalam. Pendekar Mabuk pandangi Rokatama sesaat sambil merenungkan penjelasan tadi. Sebeium Suto bicara, Rokatama sudah lebih dulu berkata
dengan nada tegas.
"Aku ingin mendengar jawabanmu, Pendekar Mabuk, Suto Sinting. Apakah kau bersedia membantuku
atau tidak?l" .
Suto tersenyum. “Kau bersitat mendesakku. Rokatama? Mengapa harus begitu?“
"Aku hanya ingin kepastian!"
"Jika aku tak bersedia membantumu, bagaimana?“
"Aku akan mencari bantuan lain! Mungkin orang
lainlah yang mampu membantuku menyingkirka
orang—orang Dasar Kubur itu!"
"Kau tidak akan memaksaku dengan cara kasar
agar aku membantumu?"
Rokatama gelengkan kepala. "Bantuan yang berdasarkan paksaan tidak akan memperoleh keberhasilan. Jadi kupilih mencari orang lain dan meminta
bantuan darinya."
Pendekar Mabuk manggut-manggut dengan senyum makin melebar. "Kau memang tegas dan sedikit
kaku. Tapi sebetuinya kau punya tatakrama sendiri.
Kawan. Aku suka dengan siiatmu seperti itu, tak mau
memaksa kehendak orang lain, yang berani bisa menghargai hak pribadi orang lain." *
' "Aku tak punya waktu untuk mendengarkan wejanganmu, Pendekar Mabuk. Jawab saja, kau bersedia
atau tidaki"
Belum sempat Pendekar Mabuk melontarkan jal
wabannya, tiba-tiba Ia meiihat dua mata kapak terbang
ke arah Rokatama. Kedua mata kapak tanpa gagang itu
melayang berputar seperti cakram. Pada mulanya kedua mata kapak yang dilemparkan dari dua tempat itu
meluncur lurus sehingga terlihat bentuknya. Tapi beberapa kejap kemudian kedua mata kapak itu berputar
cepat seperti alat pemotong pohon. Zuiiizz..!
'Rokatamal Tundukkan kepala!" semak Suto Sinting dengan mengejutkan Rokatama. Suto Sinting tidak
hanya berseru dari tempatnya, namun juga melompat
bagai mau menerjang kepala Rokatama. Mau tak mau
pemuda berbaju ungu itu melompat ke depan sambil



This post first appeared on Bidadari Pendekar Naga Sakti, please read the originial post: here

Share the post

Siasat Berdarah - 3

×

Subscribe to Bidadari Pendekar Naga Sakti

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×