Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Lima Kawasan Properti di Jabodetabek Yang Makin Prospek


PropertiLaunch.com, Jakarta- Di tahun 2008, saat perumahan besar di Alam Sutera dengan luas lahan 800 ha belum mempunyai akses langsung ke jalan tol Jakarta-Tangerang, pengembang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) memasarkan rumah tipe 289/240 dengan harga Rp 1,3 miliar per unit. Tetapi di tahun 2011 atau dua tahun setelah akses tol langsung di daerah Kunciran menuju jalan Raya Serpong lewat Alam Sutera tersebut dibuka, untuk tipe yang sama sudah ditawarkan dengan harga Rp 2,2 miliar.

Melihat dari peningkatan harga rumah yang pesat tersebut, meski sedikit lebih rendah dari Kawasan Alam Sutera, juga terjadi di rumah kota baru lain di Serpong dan Pondok Aren (Tangerang Selatan) seperti kawasan Bintaro Jaya (luas 2.321 ha), BSD City (6.000 ha), serta kawasan Summarecon Serpong (800 ha) dan Paramount Serpong (800 ha) dan kini telah berubah menjad Paramount Land.

Ada juga tentang fasilitas kereta komuter ber AC Jakarta (Tanah Abang)-Serpong yang berlanjut sampai dengan kawasan Parung Panjang – Maja –Rangkasbitung. Selain keretanya lebih nyaman, frekuensi perjalanan juga meningkat pesat setiap 30 menit. Jadi pekerja komuter yang tinggal di berbagai kota baru yang selama ini hanya mengandalkan fasilitas jalur darat lewat tol Jakarta-Tangerang-Merak dan Serpong-Ulujami, kini bisa lebih mudah dan jug cept mencapai lokasi tempat kerja dengan kereta komuter.


Sebagai contoh, di tahun 2008, rumah tipe 66/112 dan 133/180 di kawasan BSD City dipasarkan dengan harga Rp 393 juta dan Rp 796 juta/unit, untuk tahun 2011, tipe yang mipir (68/98 dan 120/171) sudah mencapai Rp 1 miliar dan Rp 1,3 miliar.

Contoh lain adalah adalah di tahun 2007, untuk tipe ukuran 159/180 dan 206/204 di kawasan Bintaro Jaya, rumah masih dijual dengan harga Rp 893 juta dan Rp 1,3 miliar, tahun 2011 telah meningkat menjadi Rp 1,5 miliar dan Rp 2 miliar. Melihat akan hal tersebut adalah merupakan gambaran dampak langsung pembukaan akses baru terhadap kawasan properti dan juga berbagai perumahan lainnya.

Kini lima kawasan atau koridor di Megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) akan menjadi makin prospektif lagi, menyusul masifnya pembangunan fasilitas akses transportasi baru yaitu berupa jalan tol, kereta ringan atau LRT (Light Rail Transit), kereta komuter (commuter line), maupun mass rapid transit (MRT). Pertama adalah di kawasan Cakung-Cilincing, menyusul dioperasikannya tol akses Tanjung Priok yang menghubungkan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dengan tol dalam kota.

Kedua adalah kawasan Cibitung-Tambun-Bekasi Timur. Kawasan ini juga makin prospektif dengan dibangunnya LRT, JORR 2, Double-Double Track Manggarai-Lemah Abang, dan juga tol Jakarta-Cikampek 2. Ketiga adalah kawasan Cibubur (Jalan Transyogi) – Cileungsi (Jalan Raya Cileungsi –Narogong). Kawasan ini akan dihubungkan oleh fasilitas dua infrastruktur baru yaitu adalah LRT Cawang-Cibubur dan tol JORR 2 ruas Cimanggis-Cibitung. 

Keempat adalah jalan tol Cimanggis-Cinere-Ciputat. Kawasan yang saling berjauhan ini ke depannya juga akan ditempuh dalam waktu 10-20 menit sebab terhubung tol JORR 2 ruas Cimanggis-Cinere-Serpong dan tol Depok-Antasari.


Kedekatan lokasi Cinere dan Ciputat dengan fasilitas stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus juga akan menambah makin prospektifnya kawasan ini. Lalu yang kelima adalah kawasan Bintaro-Serpong yang juga semakin prospektif dengan dibangunnya dua tol baru yaitu ruas Serpong-Balaraja yang merupakan kelanjutan dari tol Ulujami-Serpong, dan juga tol JORR 2 ruas Serpong-Kunciran dan Kunciran-Bandara Soekarno Hatta.

Membuat menjadi lebih semangat

Dengan adanya akses tol baru dan LRT tersebut tentunya akan memberikan efek yang luar biasa terhadap kawasan Cibubur-Cileungsi sebab nantinya pergerakan mobilitas akan menjadi lebih mudah dan juga cepat ke Jakarta dan tidak harus masuk ke Jakarta untuk mencapai lokasi Bandara

Hal ini juga nantinya akan berdampak positif dengan kawasan superblok Centro Cinere dan juga perumahan Cinere Park View yang lokasinya juga tidak jauh dari depo besar MRT di kawasan Lebak Bulus (Jakarta Selatan) dan dilintasi juga tol JORR 2 Jagorawi – Cinere (Cijago) dan tol radial Depok –Antasari (Desari).


Pengembang Megapolitan juga makin bersemangat untuk bisa mengembangkan proyek propertinya dengan melihat pengembangan infrastruktur  di kawasan ini. Dua menara apartemen yang telah diselesaikan di Centro Cinere mencakup 830 unit hunian, satu menara di antaranya juga telah dihuni. Mall juga telah beroperasi dan yang akan segera disusul adalah kawasan kuliner di luar ruangan ala Alfresco Dining Cinere Terrace Walk.



This post first appeared on Pre-Launching Properti Baru, please read the originial post: here

Share the post

Lima Kawasan Properti di Jabodetabek Yang Makin Prospek

×

Subscribe to Pre-launching Properti Baru

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×