Get Even More Visitors To Your Blog, Upgrade To A Business Listing >>

Penyebab dan Cara Mengobati Usus Buntu

Penyebab dan Cara Mengobati Usus Buntu
Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan penyakit usus buntu. Kamu tentu pernah mendengarnya, entah itu dari tetangga, teman, saudara maupun orang tua.

Penyakit usus buntu adalah peradangan atau pembengkakan apendiks atau usus buntu. Sedangkan usus buntu adalah organ berbentuk kantong kecil dan tipis berukuran 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar. Hingga saat ini, alasan kenapa kita memiliki usus buntu masih belum diketahui.

Usus buntu dalam bahasa medis disebut dengan Appendix vermicularis adalah suatu organ di dalam saluran pencernaan yang berbentuk tabung, organ ini terletak pada pangkal usus besar yang berada pada perut bagian kanan bawah. Jadi usus buntu merupakan suatu organ, dan penyakit usus buntu bukanlah suatu keadaan dimana usus mengalami kebuntuan sehingga makanan dan minuman yang dimakan tidak dapat keluar melalui dubur, tetapi adalah suatu peradangan yang terjadi pada organ usus buntu atau Appendix vermicularis yang dalam bahasa medis disebut sebagai Appendisitis.

Baca juga artikel : Penyebab Sariawan Pada Mulut

Penyebab usus buntu


  • Terjadinya penyumbatan

Penyebab yang pertama adalah terjadinya penyumbatan. Sisa makanan atau kotoran yang telah mengeras dalam perut kamu bisa jadi terjebak dalam rongga perut sehingga sisa makanan tersebut dapat mengisi usus buntu tersebut.


  • Terjadinya infeksi

Penyebab yang kedua adalah terjadinya infeksi. Penyakit ini dapat juga terjadi karena infeksi, kita ambil contoh misalnya infeksi virus gastrointestinal.


  • Pola makan yang buruk

Penyakit usus buntu juga bisa terjadi karena diakibatkan oleh pola makan kamu yang buruk, misalnya saja kamu sering menunda lapar terlalu lama, susah buang air besar, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung rasa pedas, asam, dan asin yang terlalu tinggi.


  • Biji dari buahan hingga biji cabe disebutkan dapat menjadi penyebab Usus buntu

Seperti halnya biji cabe yang jika tidak bisa digiling halus dan biji tersebut masuk dalam usus buntu kita, kejadian ini juga menyebabkan penyakit usus buntu. Tidak hanya biji cabe, contoh lainnya biji dari buah jambu biji.

Apa Sajakah Gejala Awal Penyakit Usus Buntu?

Rasa sakit yang luar biasa yang disebabkan oleh penyakit usus buntu membuat para penderita memilih untuk melakukan jalan operasi pembedahan untuk pengangkatan usus buntu. Namun mengetahui gejala dari penyakit usus buntu dapat menjadi langkah awal yang baik untuk pengobatan yang lebih baik sebelum usus buntu meradang dan menjadi bertambah parah.

Berikut ini adalah gejala-gejala yang muncul pada orang yang terkena penyakit usus buntu seperti yang dikutip dari Health Me Up.


  • Perasaan Sakit pada Pusar

Usus buntu dapat diawali dengan gejala rasa sakit yang ditimbulkan pada bagian bawah pusar atau perasaan kurang nyaman lainnya. Kemudian perasaan kurang nyaman ini berpindah pada bagian bawah perut secara perlahan.

  • Demam

Yang kedua adalah demam. Jadi, gejala seseorang terkena usus buntu tidak hanya perasaan sakit yang dirasakan pada bagian perut tetapi juga timbul gejala lain yaitu demam, jika keadaan semakin buruk gejala demam juga akan bertambah tinggi.

  • Diare

Diare menjadi salah satu ciri-ciri usus buntu. Nah dari banyak yang mengalami usus buntu, diare dan sakit perut menjadi salah satu ciri yang paling sering dialami oleh seseorang yang terkena usu buntu. Jadi segeralah konsultasikan dan memeriksakan diri pada dokter terdekat jika kamu mengalami hal ini.

  • Rasa sakit pada bagian perut

Cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memeriksa apakah terkena sakit usus buntu atau tidak bisa dengan menerkan bagian bawah kanan perut kamu. Jika setelah ditekan, kamu merasakan sakit pada bagian tersebut segera periksa ke klinik kesehatan terdekat untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan karena bisa saja ini tanda gejala usus buntu pecah.

  • Perasaan sakit yang bertambah

Pada saat awal terjadi, gejala sakit akan terasa biasa saja dan tidak berdampak begitu besar pada tubuh namun dalam beberapa jam kemudian rasa sakit akan bertambah dan semakin bertambah sehingga penderita akan sulit melakukan aktivitas jika berada dalam keadaan ini.

  • Merasakan Mual dan Muntah

Gejala yang sepertinya ringan bisa saka terjadi seperti mesakan mual dan muntah, namun jika mual dan muntah tersebut terjadi dalam waktu yang cukup lama seperti 12 jam belum berhenti juga maka sebaiknya penderita langsung dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  • Sering buang gas dan juga Kembung

Gejala usus buntu selanjutnya yaitu buang gas secara sering dan juga kembung, gejala ini sepertinya nampak biasa saja namun jika disertai dengan rasa sakit pada bagian perut bagian bawah penderita sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter untuk dipastikan apakah terkena usus buntu atau bukan.

Proses Diagnosis Penyakit Usus Buntu

Gejala-gejala yang identik dengan peradangan usus buntu terkadang hanya ditemukan pada sebagian penderita. Gejala tersebut juga cenderung mirip dengan penyakit lain sehingga sulit didiagnosis.

Letak usus buntu pada tiap orang berbeda-beda. Hal ini juga dapat mempersulit proses diagnosis. Ada yang terletak di bagian lain, misalnya pada rongga panggul, di belakang usus besar atau di bawah organ hati.

Dokter biasanya akan menanyakan gejala-gejala yang kamu rasakan sebelum mengadakan pemeriksaan lebih lanjut yang berupa:

  • Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik untuk mengonfirmasi rasa sakit pada perut. Bagian di sekitar usus buntu (perut kanan bawah) akan ditekan secara perlahan-lahan. Ketika tekanan dilepaskan oleh dokter. Sakit perut akibat apendisitis umumnya akan bertambah parah.

  • Tes Darah

Tes darah guna memeriksa jumlah sel darah putih yang menandakan adanya infeksi.

  • Tes Urine

Tes urine untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain, misalnya infeksi saluran kemih atau batu ginjal.

  • USG

CT scan atau USG agar kondisi usus buntu bisa diperiksa. Misalnya, membengkak atau tidak.
Pemeriksaan organ intim dan tes kehamilan bagi wanita yang belum menopause. Prosedur ini berfungsi menghapus kemungkinan adanya penyakit yang berhubungan dengan organ kewanitaan.

Cara Mengobati Usus Buntu Tanpa Operasi


  • Daun Sambiloto

Cara alami yang pertama adalah dengan menggunakan daun sambiloto. Caranya mudah yaitu dengan :

  1. Ambil daun samabiloto 20 helai
  2. Tumbuk dan peras untuk diambil airnya
  3. Minum air perasan langsung habis sekali minum
  4. Ulangi setiap hari hingga sembuh.


  • Tanaman Krokot (Portulaca Oleracea L)

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan tanaman krokot. Caranya adalah :

  1. Ambil tanaman krokot
  2. Tumbuk dan peras airnya sampai satu cangkir
  3. Minumlah sekali habis satu cangkir tersebut
  4. Lakukan setiap pagi dan sore hingga sembuh.


  • Kunir dan Jeruk Nipis

Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan kunir dan jeruk nipis. Berikut ini merupakan cara mengolahnya :

  1. Parut kunir dan ambil airnya
  2. Peras jeruk nipis dan ambil airnya juga
  3. Camur air perasan jeruk nipis dan kunir dengan gula merah dan garam dapur
  4. Seduh dengan air panas
  5. Minumlah ramuan ini 2 kali dalam sehari.


  • Mengkudu

Selanjutnya adalah menggunakan buah mengkudu. Caranya yaitu :

  1. Cuci buah mengkudu sampai bersih
  2. Parut dan peras hingga keluar airnya
  3. Campurkan air mengkudu dengan madu
  4. Minum ramuan ini 2 kali dalam sehari.


  • Kunyit

Selanjutnya adalah dengan menggunakan kunyit. Caranya sangat mudah, yaitu :

  1. Ambil 2 ruas kunyit
  2. Bersihkan dan parut
  3. Peras dan ambil airnya dan bisa juga ditambahkan dengan gula
  4. Minum air perasan ini 3 kali dalam sehari.


  • Daun Balimoa

Cara yang terakhir adalah dengan daun balimoa. Cara mengolahnya yaitu :

  1. Ambil 15-20 gram daun balimoa
  2. campurkan daun balimoa dengan air panas
  3. Tambhkan dengan gula merah dan asam jawa
  4. Minumlah ramuan ini 2 kali dalam sehari.


Tips untuk mencegah usus buntu


  • Konsumsi makanan yang berserat

Tips yang pertama adalah mengonsumsi makanan yang berserat. Makanan yang mengandung serat tinggi sangat baik untuk membantu pencernaan agar tidak tersumbat. Tidak hanya itu makanan yang berserat juga mengandung vitamin yang sangat baik bagi kesehatan tubuh

Namun ingat, jangan juga terlalu banyak atau berlebihan mengkonsumsi makanan yang berserat. Hal itu dapat menyebabkan terjadinya penumpukan pada usus yang akan menjadi penyebab penyakit wasir dan juga usus buntu.

  • Jangan menahan buang air besar

Tips yang kedua adalah jangan pernah menahan buang air besar. Kebiasaan suka menahan buang air besar akan membuat terjadinya penumpukan di usus dan membuat usus menjadi bengkak. Selain itu fases juga akan mengeras ketika menahan buang air besar dalam jangka waktu yang cukup lama.

  • Banyak konsumsi air putih

Tips yang terakhir adalah jangan lupa untuk selalu mengonsumsi air putih. Seperti yang telah kita semua tahu, bahwa air putih memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Air putih juga dapat melancarkan pencernaan. Oleh karena itu rajinlah mengkonsumsi air putih sehingga dapat memperlancar pencernaan.


This post first appeared on Artikel Bermanfaat, please read the originial post: here

Share the post

Penyebab dan Cara Mengobati Usus Buntu

×

Subscribe to Artikel Bermanfaat

Get updates delivered right to your inbox!

Thank you for your subscription

×